
BATURAJA, cimutnews.co.id — Pelantikan Direktur Utama PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Baturaja (Perseroda) periode 2026–2031 membawa harapan baru bagi perusahaan milik daerah tersebut.
Nilawati, S.E. resmi menduduki posisi direktur utama setelah dilantik Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H. Teddy Meilwansyah dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Zuri Baturaja, Rabu (26/8/2026).
Namun, jabatan baru itu bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. Ada target besar yang langsung diletakkan di pundak manajemen baru: memperluas pelayanan, melahirkan inovasi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus mendorong perekonomian daerah dan UMKM.
Pertanyaannya, seberapa besar perubahan yang bisa benar-benar dirasakan masyarakat?
Bupati Minta BPR Tidak Jalan di Tempat
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan proses untuk mendapatkan Direktur Utama BPR Baturaja membutuhkan waktu dan perjuangan yang cukup panjang.
Ia berharap Nilawati mampu menjalankan amanah tersebut secara profesional dan membawa perubahan positif bagi perusahaan.
“Selamat kepada Ibu Nilawati. Kami mendoakan agar bisa menjalankan tugas dan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Teddy.
Ekspektasi pemerintah daerah terhadap BPR Baturaja bahkan disebut melebihi harapan biasa.
BPR didorong untuk terus berkembang, memperluas pelayanan hingga mampu bersaing dengan lembaga perbankan lainnya.
Tantangannya pun diakui tidak ringan.
Menurut Teddy, dibutuhkan inovasi, kreativitas serta kekompakan seluruh pihak agar BPR Baturaja mampu menghadapi persaingan dan berkembang lebih jauh.
Ekspansi Sudah Dimulai, Tapi Kepercayaan Jadi Kunci
Salah satu hal yang mendapat perhatian Bupati adalah langkah BPR Baturaja melakukan ekspansi pelayanan ke luar wilayah OKU.
Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memperluas jangkauan usaha, tidak hanya bergantung pada pasar lokal.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, ekspansi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah bank.
Semakin luas jangkauan pelayanan, semakin besar pula tuntutan terhadap kualitas layanan, profesionalisme, inovasi dan terutama kepercayaan masyarakat.
Karena itu, Teddy secara khusus meminta manajemen BPR Baturaja menjadikan kepercayaan publik sebagai prioritas.
“Saya minta BPR ini bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat. Tunjukkan inovasi, program, profesionalitas dan kegiatan yang bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi menarik karena kepercayaan masyarakat pada akhirnya tidak hanya dibangun melalui program atau ekspansi.
Kepercayaan biasanya diuji langsung ketika masyarakat menggunakan layanan, menyimpan dana, mengakses pembiayaan, atau membutuhkan pelayanan yang cepat dan transparan.
UMKM Jadi Salah Satu Pekerjaan Rumah
BPR Baturaja juga diharapkan tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis.
Pemkab OKU meminta perusahaan daerah tersebut mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satu sektor yang disebut secara langsung adalah usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.
Bupati meminta program dan inovasi BPR dapat disinergikan dengan Pemkab OKU sehingga keberadaan bank daerah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian.
Bagaimana BPR bisa membantu UMKM naik kelas menjadi salah satu pekerjaan penting bagi manajemen baru.
Di sisi lain, kebutuhan UMKM tidak selalu sebatas akses pembiayaan. Pelaku usaha juga menghadapi persoalan pasar, kemampuan pengelolaan keuangan, pemasaran, digitalisasi dan keberlanjutan usaha.
Karena itu, efektivitas program BPR nantinya tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.
Nilawati Hadapi Tanggung Jawab Lima Tahun
Nilawati menyadari jabatan sebagai Direktur Utama BPR Baturaja merupakan tanggung jawab besar.
Ia menyatakan akan menjalankan amanah tersebut secara profesional demi kemajuan perusahaan.
“Ini adalah tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan baik dan profesional untuk kemajuan BPR Baturaja,” ujar Nilawati.
Ia juga mengajak seluruh pihak memberikan dukungan untuk bersama-sama memajukan BPR Baturaja, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita majukan BPR Baturaja, mohon doa dan dukungannya,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi awal dari periode kepemimpinan 2026–2031.
Lima tahun ke depan akan menjadi ruang pembuktian apakah berbagai harapan yang disampaikan dalam pelantikan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, inovasi dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pertanyaan Besar Setelah Pelantikan
Pelantikan Direktur Utama baru pada akhirnya bukan garis akhir.
Justru dari sinilah tantangan sebenarnya dimulai.
BPR Baturaja dituntut berkembang, memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat pelayanan serta berkontribusi terhadap UMKM dan perekonomian OKU.
Hingga kini, belum semua ukuran keberhasilan tersebut dapat terlihat hanya dari momentum pelantikan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: program konkret apa yang akan menjadi prioritas manajemen baru, bagaimana strategi meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan sejauh mana ekspansi BPR nantinya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat OKU?
Jawabannya akan ditentukan bukan oleh seremoni pelantikan, melainkan oleh kinerja yang bisa dilihat dan dirasakan dalam lima tahun mendatang. (Agus)

















