Beranda OKU Pameran Dagang HUT OKU ke-116 Libatkan 52 Stan UMKM, Herman Deru Dorong...

Pameran Dagang HUT OKU ke-116 Libatkan 52 Stan UMKM, Herman Deru Dorong Digitalisasi Usaha

7
0
Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru bersama Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah meninjau stan UMKM dalam Pameran Dagang Lokal HUT Kabupaten OKU ke-116 di Taman Kota Baturaja.(Foto:Agus/cimutnews)

BATURAJA, cimutnews.co.id – Sebanyak 52 stan UMKM meramaikan Pameran Dagang Lokal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ke-116. Kegiatan yang berlangsung di Taman Kota Baturaja tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan langsung antara pelaku usaha lokal dengan masyarakat.

Pameran dibuka Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru bersama Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari dan menampilkan beragam produk UMKM, UKM, serta industri kecil dan menengah dari Kabupaten OKU.

HUT OKU ke-116 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Lokal

Pembukaan pameran tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun daerah. Pemerintah Kabupaten OKU menjadikannya momentum untuk memperkuat keberadaan pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan meningkatkan kapasitas bisnis.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan pameran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merangkul pelaku UMKM.

“Ini sebagai langkah dan kepedulian Pemkab dalam merangkul para pelaku UMKM di OKU untuk terus berkembang dan naik kelas,” kata Teddy.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan UMKM tidak semata ditempatkan sebagai pelengkap kegiatan seremonial daerah. Sektor usaha rakyat dipandang sebagai salah satu bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pameran juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Interaksi semacam ini penting bagi usaha kecil karena dapat menjadi sarana menguji respons pasar, membangun jaringan, sekaligus memperluas basis pelanggan.

Herman Deru Soroti Perubahan Pola Pikir Pelaku Usaha

Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya mengingatkan bahwa perkembangan zaman menuntut masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk terus beradaptasi.

Menurut Herman Deru, perjalanan Kabupaten OKU selama 116 tahun tidak dapat dipisahkan dari perubahan zaman yang berlangsung secara cepat. Karena itu, pola pikir masyarakat juga harus ikut menyesuaikan.

Baca juga  Bupati OKU Teddy Meilwansyah Rotasi 29 Pejabat: Segarkan Birokrasi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

“Waktu bergerak begitu cepat, perubahan demi perubahan kita sadari maupun tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, paradigma berpikir wajib berubah. Hari ini, 116 tahun Kabupaten OKU menyertai zaman,” ujar Herman Deru.

Sebagai putra daerah kelahiran OKU, Herman Deru juga menekankan bahwa kemajuan daerah merupakan hasil sinergi berbagai unsur. Masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan pelaku usaha memiliki peran masing-masing dalam menjaga sekaligus mendorong perkembangan daerah.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi UMKM karena perubahan pasar berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan produk yang baik, tetapi juga perlu memahami cara memasarkan dan membangun hubungan dengan konsumen.

Digitalisasi UMKM Dinilai Tidak Cukup Tanpa Literasi

Salah satu sorotan utama Herman Deru adalah kebutuhan digitalisasi yang dibarengi dengan peningkatan literasi masyarakat.

Ia menilai penggunaan teknologi tidak akan optimal apabila masyarakat hanya diberikan perangkat atau fasilitas digital tanpa pemahaman mengenai cara menggunakannya.

“Sekarang serba online, tentu digitalisasi. Tapi literasinya harus ditonjolkan ke masyarakat, itu wajib. Jangan sampai kita memberikan teknologi atau fasilitas, tapi masyarakat tidak paham cara memanfaatkannya,” tegasnya.

Bagi UMKM, transformasi digital dapat menyentuh berbagai aspek usaha, mulai dari promosi, komunikasi dengan pelanggan, transaksi, hingga distribusi produk. Namun, kemampuan menggunakan teknologi menjadi faktor penting agar digitalisasi benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi.

Produk Lokal Mulai Beragam

Puluhan stan dalam pameran memperlihatkan bahwa struktur usaha masyarakat OKU cukup beragam. Produk yang ditampilkan tidak hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga kerajinan, kopi, fashion, agrobisnis, hingga produk berbasis sumber daya lokal.

Ragam produk yang tercatat dalam pameran antara lain:

  • 45 produk kuliner;
  • 9 stan kerajinan;
  • 5 stan industri kopi;
  • 1 stan industri rotan;
  • 5 stan industri keripik;
  • 2 stan fashion;
  • usaha agrobisnis jamur;
  • usaha madu;
  • studio foto;
  • industri gula aren;
  • usaha bumbu; dan
  • produk perhiasan batu akik.
Baca juga  Pemkab OKU Raih Anugerah Inovasi Pembangunan Terpuji Tingkat Nasional

Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi lokal tidak bergantung pada satu jenis komoditas. Setiap subsektor memiliki karakter pasar dan peluang pengembangan yang berbeda.

Gubernur dan Bupati Tinjau Produk UMKM

Setelah membuka pameran, Herman Deru bersama Teddy Meilwansyah dan unsur Forkopimda meninjau stan-stan yang berada di kawasan Taman Kota Baturaja.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan berdialog dengan pelaku UMKM dan melihat langsung produk yang ditawarkan. Kehadiran pejabat daerah di tengah pelaku usaha juga menjadi bentuk komunikasi langsung mengenai kondisi dan kebutuhan sektor usaha kecil.

Bagi pelaku UMKM, pameran seperti ini memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat berjualan. Ruang promosi secara langsung dapat membantu mempertemukan produsen lokal dengan calon konsumen sekaligus memperkenalkan identitas produk daerah.

Tirta Drink Mobile Water Purifier Jadi Kado Inovatif

Selain pameran UMKM, Pemkab OKU juga menghadirkan inovasi berupa Tirta Drink Mobile Water Purifier sebagai salah satu kado dalam peringatan HUT OKU ke-116.

Inovasi tersebut diarahkan untuk menyediakan air minum yang bersih, sehat, dan layak konsumsi. Kehadirannya memberikan warna berbeda dalam perayaan ulang tahun daerah karena tidak hanya menampilkan capaian ekonomi, tetapi juga membawa gagasan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Pameran dan Inovasi Harus Berlanjut

Pameran dagang selama tiga hari dapat menjadi titik temu antara promosi produk dan penguatan ekosistem UMKM. Namun, manfaat ekonominya akan lebih besar apabila promosi tersebut dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.

Secara jangka pendek, pelaku usaha memperoleh kesempatan meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk. Dalam jangka panjang, tantangannya adalah memastikan produk lokal mampu mempertahankan kualitas, membangun merek, memperluas pemasaran, dan masuk ke saluran penjualan digital secara berkelanjutan.

Baca juga  Santunan Rp907,5 Juta Diserahkan, Namun Perlindungan Pekerja Desa Masih Jadi Sorotan

Di sinilah pesan Herman Deru mengenai perubahan paradigma menjadi penting. Digitalisasi bukan sekadar memindahkan promosi dari lapak fisik ke media sosial, melainkan mengubah cara pelaku usaha membaca pasar, melayani konsumen, dan mengelola bisnis.

Insight: Tantangan UMKM Bukan Lagi Sekadar Produksi

Pameran HUT OKU ke-116 memperlihatkan satu hal penting: persoalan UMKM daerah semakin bergeser dari sekadar kemampuan memproduksi barang menuju kemampuan memenangkan pasar.

Produk kuliner, kopi, kerajinan, madu, gula aren, jamur hingga fashion sudah memiliki ruang untuk tampil. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut tetap dikenal setelah pameran selesai, memiliki pelanggan berulang, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui kanal digital.

Karena itu, kombinasi antara pameran fisik, peningkatan kualitas produk, literasi digital, dan inovasi pemerintah menjadi lebih strategis dibandingkan promosi yang hanya berlangsung sesaat. Jika ekosistem tersebut dibangun secara konsisten, UMKM dapat menjadi salah satu fondasi ekonomi daerah yang tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.

Peringatan HUT OKU ke-116 pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan sejarah daerah. Pameran UMKM dan inovasi Tirta Drink Mobile Water Purifier menunjukkan upaya menghadirkan kegiatan yang menyentuh ekonomi sekaligus kebutuhan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut berlanjut menjadi program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga OKU. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here