
Palembang, cimutnews.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Sumatera Selatan di Hotel The Zuri, Jumat (11/9/2026).
Dalam forum tersebut, Edward Candra menekankan posisi strategis sekretaris daerah sebagai simpul koordinasi penyelenggaraan pemerintahan. Muswil Forsesdasi Sumsel diharapkan menjadi ruang bagi para sekda kabupaten/kota untuk bertukar informasi, menyatukan kepentingan, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan pemerintahan daerah.
Sekda Dinilai Menjadi Muara Koordinasi Pemerintahan
Edward Candra, yang juga bertindak sebagai Dewan Pengawas Forsesdasi Komwil Sumsel, mengatakan sekretaris daerah memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai urusan pemerintahan berjalan secara terkoordinasi.
Peran tersebut membuat sekda tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga berada pada posisi strategis untuk menjembatani koordinasi antarpemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah.
Menurut Edward, kompleksitas persoalan pemerintahan daerah membutuhkan komunikasi yang kuat. Karena itu, hubungan kerja dan pertukaran pengalaman antarsekda menjadi salah satu modal penting dalam menemukan penyelesaian yang lebih efektif.
Muswil Jadi Ruang Berbagi Pengalaman
Muswil Forsesdasi Sumsel tidak sekadar menjadi agenda organisasi. Forum tersebut juga diarahkan menjadi tempat bagi para sekretaris daerah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk membahas berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Edward menegaskan pentingnya menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang berbagi informasi dan pengalaman.
“Kita bisa sharing informasi dan solusi bersama agar persoalan-persoalan yang ada dapat kita selesaikan dengan kekuatan bersama,” ujar Edward di hadapan para sekda kabupaten/kota.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa koordinasi lintas pemerintah daerah menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut.
Tantangan Pemerintahan Daerah Tidak Berhenti di Batas Wilayah
Persoalan yang dihadapi pemerintah kabupaten dan kota kerap memiliki keterkaitan satu sama lain. Urusan pelayanan publik, pembangunan, pengelolaan sumber daya, hingga koordinasi kebijakan dapat membutuhkan komunikasi lintas daerah maupun dengan pemerintah provinsi.
Dalam konteks tersebut, forum sekretaris daerah mempunyai fungsi penting sebagai ruang konsolidasi. Pengalaman sebuah daerah dalam menangani persoalan tertentu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain, sementara persoalan yang membutuhkan koordinasi lebih luas dapat dibawa ke pembahasan bersama.
Pendekatan semacam ini juga dapat membantu mengurangi pola penyelesaian masalah yang berjalan sendiri-sendiri. Ketika pemerintah daerah memiliki ruang komunikasi yang rutin, pertukaran informasi dapat berlangsung lebih cepat dan potensi solusi bersama menjadi lebih terbuka.
Forsesdasi Didorong Perkuat Integrasi Antar-Pemda
Edward memandang Forsesdasi sebagai wadah yang dapat memperkuat integrasi antarpemerintah daerah. Forum tersebut tidak hanya mempertemukan para pejabat administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan berbagai kepentingan dan kewenangan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Hal ini penting karena setiap pemerintah daerah mempunyai karakteristik, kebutuhan, serta tantangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun koordinasi ketika terdapat persoalan yang membutuhkan pendekatan bersama.
Sekda Berada di Titik Penting Implementasi Kebijakan
Secara kelembagaan, posisi sekda membuat jabatan ini berada pada titik penting antara perumusan kebijakan kepala daerah dan pelaksanaan administrasi pemerintahan. Karena itu, kualitas koordinasi sekda dapat berpengaruh terhadap seberapa efektif kebijakan diterjemahkan menjadi program dan pelayanan kepada masyarakat.
Muswil Forsesdasi Sumsel menjadi relevan dalam konteks tersebut. Pertemuan antarsekda dapat menghasilkan manfaat lebih besar apabila tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dilanjutkan dengan identifikasi persoalan bersama, pembagian pengalaman, dan tindak lanjut yang terukur.
Dalam jangka pendek, komunikasi yang lebih intensif dapat membantu pemerintah daerah merespons persoalan secara lebih cepat. Dalam jangka panjang, jejaring antarsekda berpotensi membangun pola kerja sama yang lebih konsisten, terutama untuk isu yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu daerah.
Kekuatan Forum Ada pada Tindak Lanjut
Hal yang menjadi pembeda penting dari forum semacam Muswil bukan semata-mata agenda pertemuannya, melainkan kemampuan mengubah hasil diskusi menjadi kerja nyata. Pertukaran pengalaman akan memiliki nilai lebih tinggi apabila menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan atau ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Karena itu, tantangan Forsesdasi ke depan bukan hanya menjaga komunikasi antarsekda, tetapi memastikan forum tersebut mampu menjadi jaringan pemecahan masalah pemerintahan. Dengan demikian, koordinasi tidak berhenti pada forum formal, tetapi berkembang menjadi mekanisme berbagi solusi yang memberi dampak terhadap kualitas tata kelola pemerintahan.
Muswil Forsesdasi Sumsel pada akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran tersebut. Dengan koordinasi yang lebih solid, perbedaan kewenangan dan karakteristik daerah dapat dikelola sebagai bagian dari kerja bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pembukaan Muswil Forsesdasi Sumsel oleh Edward Candra menegaskan pentingnya kolaborasi antarsekretaris daerah dalam menghadapi persoalan pemerintahan. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi kelembagaan, tetapi menghasilkan pertukaran informasi, solusi, dan koordinasi yang dapat diterapkan di masing-masing daerah.
Ke depan, efektivitas Forsesdasi akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut atas berbagai gagasan yang muncul. Semakin kuat koordinasi antarwilayah, semakin besar peluang pemerintah daerah menghadirkan penyelesaian persoalan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Poerba)

















