Beranda Palembang Turnamen Padel FK Unsri dan World Sepsis Day 2026 Dorong Gaya Hidup...

Turnamen Padel FK Unsri dan World Sepsis Day 2026 Dorong Gaya Hidup Sehat di Palembang

14
0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Isnaini Madani membuka Turnamen Padel Dies Natalis ke-64 FK Unsri yang dirangkaikan dengan World Sepsis Day 2026 di Victory Padel Kebun Sirih, Minggu (13/9/2026).(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Palembang mengapresiasi Turnamen Padel dalam rangka Dies Natalis ke-64 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) yang digelar bersamaan dengan peringatan World Sepsis Day 2026 di Victory Padel Kebun Sirih, Palembang, Minggu (13/9/2026).

Turnamen padel tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi kesehatan dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, komunitas olahraga, dunia usaha, serta masyarakat.

Olahraga dan edukasi kesehatan dipadukan

Turnamen dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani. Ia menilai kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan kampanye kesehatan dapat menjadi pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Pelaksanaan turnamen ini menjadi momentum positif dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan, khususnya mengenai bahaya sepsis,” ujar Isnaini.

Menurut dia, olahraga dapat menjadi medium komunikasi kesehatan karena pesan yang disampaikan tidak berlangsung dalam suasana formal semata. Kegiatan bersama seperti turnamen juga membuka ruang interaksi antara tenaga kesehatan, pemerintah dan masyarakat.

World Sepsis Day mengingatkan risiko infeksi serius

Peringatan World Sepsis Day setiap 13 September menjadi konteks penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sepsis merupakan kondisi serius yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan kerusakan jaringan dan gangguan fungsi organ. Dalam kondisi berat, sepsis dapat berkembang menjadi kegagalan organ dan mengancam keselamatan pasien.

Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai tanda bahaya infeksi dan pentingnya mendapatkan pertolongan medis menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kewaspadaan kesehatan.

“Melalui kegiatan olahraga, pesan mengenai pentingnya kesehatan dan kewaspadaan terhadap kondisi kegawatdaruratan dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat,” kata Isnaini.

Baca juga  Terungkap, Isu Pelestarian Hutan Masih Jadi Perhatian Publik

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kampanye kesehatan tidak harus selalu dilakukan melalui forum seminar atau fasilitas pelayanan kesehatan. Ruang publik dan komunitas olahraga juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan edukasi.

Padel berkembang menjadi ruang interaksi masyarakat

Di luar pesan kesehatan, turnamen ini memperlihatkan perkembangan olahraga padel di Palembang. Cabang olahraga tersebut semakin dikenal sebagai aktivitas rekreasi sekaligus kompetisi yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat.

Isnaini berharap perkembangan tersebut dapat diarahkan untuk mendukung budaya hidup aktif, sehat, sportif dan produktif.

“Karena itu, pelaksanaan turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan,” tuturnya.

Dari sisi sosial, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang juga membuat kegiatan ini memiliki fungsi lebih luas. Lapangan olahraga menjadi ruang bertemunya unsur pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, komunitas dan sektor swasta.

Puluhan pasangan ambil bagian

Turnamen Padel Dies Natalis ke-64 FK Unsri dan World Sepsis Day 2026 mempertandingkan beberapa kategori.

Rinciannya meliputi:

  • Ganda putra: 32 pasangan.
  • Ganda putri: 32 pasangan.
  • Exhibition Executive: 16 pasangan.

Kategori Exhibition Executive memiliki karakter tersendiri karena melibatkan peserta berusia di atas 50 tahun, jajaran Dekanat FK Unsri, direksi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH), sejumlah rumah sakit di Palembang, perwakilan IKA cabang daerah dan pihak sponsor.

Komposisi peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya menyasar komunitas olahraga profesional atau kelompok usia tertentu. Peserta dari lingkungan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan turut berinteraksi dalam satu kegiatan dengan unsur masyarakat dan dunia usaha.

Dies Natalis FK Unsri membawa pesan pendidikan dan pengabdian

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 FK Unsri dengan tema “E.Y.E.S. that See, E.A.R.S. that Listen – Empowering Young Experts in Science – Enhancing Awareness, Research and Service.”

Baca juga  Rekomendasi Izin Wihara Buddha Tzu Chi Disetujui, Pemkot Palembang Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Tema tersebut menekankan sejumlah aspek yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda, kesadaran kesehatan, penelitian serta pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks itu, penyelenggaraan kegiatan olahraga yang sekaligus membawa pesan kesehatan dapat dilihat sebagai bagian dari upaya memperluas interaksi institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat.

Bagi institusi kesehatan dan pendidikan, ruang kolaborasi semacam ini juga penting karena peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada layanan ketika seseorang sudah sakit. Kesadaran mengenai pencegahan, pola hidup sehat dan pengenalan kondisi kegawatdaruratan merupakan bagian dari rantai kesehatan yang lebih luas.

Kolaborasi menjadi pesan penting dari turnamen

Ada satu hal yang menonjol dari kegiatan ini: nilai turnamen tidak hanya berada pada jumlah pasangan yang bertanding, tetapi pada beragamnya unsur yang terlibat.

Ketika komunitas olahraga bertemu dengan fakultas kedokteran, rumah sakit, pemerintah, sponsor dan masyarakat, kegiatan tersebut berpotensi menjadi model kolaborasi yang menghubungkan aktivitas fisik dengan pesan kesehatan. Pola semacam ini dapat dikembangkan melalui agenda olahraga lain dengan muatan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam jangka pendek, kegiatan seperti ini dapat memperluas komunikasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan kewaspadaan terhadap masalah kesehatan. Dalam jangka lebih panjang, konsistensi kegiatan lintas sektor dapat membantu membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan antara institusi kesehatan dengan komunitas.

Menurut Isnaini, sinergi yang terbentuk melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu agenda.

“Sinergi dan kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program olahraga dan kesehatan lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Palembang,” pungkasnya.

Dengan demikian, Turnamen Padel Dies Natalis ke-64 FK Unsri dan World Sepsis Day 2026 menempatkan olahraga bukan sekadar sebagai arena pertandingan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempertemukan pesan kesehatan, aktivitas fisik dan jejaring sosial dalam satu ruang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Baca juga  Luxury Padel Resmi Dibuka di Palembang, Hadirkan Fasilitas Modern untuk Pembinaan Atlet dan Gaya Hidup Sehat

Ke depan, kesinambungan program menjadi faktor penting agar pesan yang dibawa tidak berhenti pada momentum peringatan. Edukasi kesehatan yang konsisten, aktivitas fisik yang teratur dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Palembang yang semakin sadar terhadap kesehatan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here