
BANYUASIN, cimutnews.co.id – PMI Banyuasin menyiapkan kegiatan Kemah Bakti sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI Banyuasin yang akan digelar di MAN 1 Banyuasin, Sabtu (19/9/2026). Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam audiensi relawan PMI dengan Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian di Rumah Dinas Wakil Bupati, Selasa (15/9/2026).
Audiensi menjadi ruang bagi relawan menyampaikan agenda kegiatan sekaligus membahas keberlanjutan aktivitas kepalangmerahan di Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan kesiapan mendukung kegiatan tersebut serta mendorong relawan terus mengambil peran dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Kemah Bakti PMI Banyuasin Digelar Sabtu
Rencana Kemah Bakti dan peringatan HUT PMI Banyuasin mengusung tema “Kepedulian Dibentuk Saat Kini Hingga Nanti Akan Tetap Abadi dalam Diri.”
Kegiatan itu diinisiasi para relawan PMI Banyuasin sebagai bagian dari upaya menjaga semangat kepedulian sosial. Lokasi kegiatan ditetapkan di MAN 1 Banyuasin dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam audiensi, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr. Indah Deryane, M.Kes, serta Plt. Kepala Diskominfo-SP Banyuasin Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M.
Sementara dari unsur relawan PMI hadir Edi Verlade, Rizki Afriadi, Endri Edoardo, dan Licin Agustina.
Relawan Minta Pembinaan PMR Berkelanjutan
Perwakilan relawan menyampaikan bahwa aktivitas kemanusiaan tidak berhenti pada momentum peringatan hari ulang tahun. Para relawan mengaku tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan di tengah masyarakat.
Pengalaman tersebut termasuk keterlibatan relawan dalam penanganan pandemi COVID-19. Pengalaman di lapangan menjadi modal penting untuk mempertahankan kapasitas relawan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat maupun kebutuhan sosial lainnya.
Relawan juga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat terus merangkul dan membina Palang Merah Remaja (PMR) serta mendukung keberlanjutan kegiatan kepalangmerahan di wilayah Banyuasin.
Harapan tersebut penting karena pembinaan PMR dapat menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang memahami nilai kemanusiaan, kerelawanan, pertolongan pertama, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Pemkab Banyuasin Buka Ruang Sinergi
Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyambut baik kedatangan relawan dan menyampaikan kesiapan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap kegiatan PMI.
“Terima kasih sudah datang. Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap support. Nanti akan kita bicarakan kembali apa saja yang bisa kita dukung,” ujar Netta.
Menurut Netta, aktivitas relawan perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka peluang agar kegiatan kerelawanan dapat bersinergi dengan program pemerintah sesuai kebutuhan.
Salah satu peluang yang disebut adalah keterlibatan relawan dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pelibatan tersebut dapat dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan bentuk kegiatan di lapangan.
“Jangan berkecil hati, banyak-banyak kegiatan. Terus bergerak dan lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat,” kata Netta.
Sekitar 20 Relawan Aktif
Saat ini terdapat sekitar 20 relawan aktif yang disebut siap menjadi penggerak kegiatan PMI di Kabupaten Banyuasin.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepalangmerahan di daerah tidak hanya bergantung pada momentum tertentu. Keberadaan relawan aktif menjadi unsur penting dalam menjaga kesinambungan kegiatan sosial dan kesiapsiagaan masyarakat.
Namun, keberlanjutan gerakan kerelawanan juga membutuhkan pembinaan, koordinasi, serta ruang kolaborasi yang jelas antara organisasi kemanusiaan dan pemerintah daerah.
Dari Kegiatan Seremonial Menuju Kesiapsiagaan Masyarakat
Kemah Bakti dan peringatan HUT PMI Banyuasin memiliki makna yang lebih luas apabila ditempatkan dalam konteks penguatan budaya kerelawanan. Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana konsolidasi relawan sekaligus memperkenalkan nilai kepalangmerahan kepada generasi muda.
Dalam jangka pendek, dukungan pemerintah terhadap agenda relawan dapat membantu memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Dalam jangka panjang, pola kerja sama yang berkelanjutan dapat memperkuat jaringan relawan yang sewaktu-waktu dibutuhkan ketika terjadi bencana atau kondisi yang membutuhkan respons kemanusiaan.
kekuatan PMI di tingkat daerah bukan hanya terletak pada jumlah relawan, tetapi pada seberapa siap jaringan tersebut bergerak sebelum keadaan darurat terjadi. Karena itu, pembinaan PMR dan kegiatan rutin memiliki fungsi strategis sebagai investasi kesiapsiagaan masyarakat.
Pengalaman keterlibatan relawan Banyuasin dalam penanganan COVID-19 juga memperlihatkan bahwa kapasitas kerelawanan dapat dibutuhkan dalam situasi yang berubah cepat. Pola tersebut menjadi alasan penting bagi organisasi dan pemerintah untuk tidak hanya mengaktifkan relawan ketika terjadi bencana, tetapi membangun kemampuan mereka secara berkelanjutan.
HUT PMI Menjadi Momentum Memperkuat Kolaborasi
Peringatan HUT PMI Banyuasin tahun ini sekaligus dapat menjadi momentum mempertemukan agenda kemanusiaan dengan program pelayanan pemerintah daerah. Kolaborasi semacam itu memungkinkan sumber daya relawan dimanfaatkan secara lebih terarah tanpa menghilangkan fungsi utama PMI sebagai organisasi kemanusiaan.
Bagi masyarakat, keberadaan relawan yang aktif berarti adanya tambahan kekuatan sosial yang dapat membantu membangun kepedulian dan kesiapsiagaan di tingkat komunitas.
Karena itu, dukungan terhadap PMI Banyuasin tidak berhenti pada penyelenggaraan Kemah Bakti dan peringatan HUT. Keberlanjutan pembinaan relawan, PMR, edukasi kemanusiaan, serta sinergi dengan program pelayanan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga gerakan tersebut tetap hidup.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap semangat para relawan terus tumbuh dan semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan. Sementara bagi relawan, pesan tersebut menjadi dorongan untuk terus bergerak dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Noto)

















