Beranda Palembang Terungkap, Musda PaSKI Sumsel Berlangsung Meriah Tapi Ruang Seniman Lokal Masih Dipertanyakan

Terungkap, Musda PaSKI Sumsel Berlangsung Meriah Tapi Ruang Seniman Lokal Masih Dipertanyakan

3
0
Dr. Hasperi Susanto bersama pengurus PaSKI Sumsel usai ditunjuk sebagai Ketua PaSKI Kabupaten Lahat.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Musyawarah Daerah (Musda) IV Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Sumatera Selatan berlangsung meriah di Ballroom Pavilion BSI RO 3 Palembang, Sabtu (9/5/2026).

Forum tersebut disebut menjadi momentum memperkuat solidaritas dan pengembangan seni komedi di Sumsel. Namun di balik suasana penuh kekeluargaan itu, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana seniman daerah benar-benar mendapatkan ruang berkembang.

Apakah organisasi seni seperti PaSKI mampu menjadi solusi nyata bagi para pelaku seni lawak di daerah?

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, anggota Komisi V DPRD Sumsel dari Fraksi PKS, Mohd. Muaz Ar Rifqy, serta dibuka Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan.

Dalam forum tersebut, Hasperi Susanto juga dipercaya menjadi Ketua PaSKI Kabupaten Lahat dan dijadwalkan dilantik pada 14 Mei 2026 mendatang di Griya Agung Palembang.

Ketua PaSKI Sumsel terpilih, Fikri Haikal, menyebut kehadiran Hasperi Susanto menjadi energi baru bagi perkembangan seni komedi di Kabupaten Lahat.

“Saya merasa tersanjung karena PaSKI Lahat akan dipimpin langsung oleh seorang Dr. Hasperi Susanto. Beliau merupakan tokoh pendidikan sekaligus pejabat yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan seni dan kreativitas masyarakat,” ujar Fikri Haikal.

Sementara itu, Hasperi Susanto menegaskan PaSKI Lahat nantinya akan menjadi wadah bagi para seniman lawak dari berbagai genre agar bisa berkembang dan memiliki ruang berkarya lebih luas.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian pelaku seni daerah masih mengaku kesulitan mendapatkan panggung, dukungan pembinaan hingga akses tampil secara berkelanjutan.

Sejumlah seniman lokal menilai perhatian terhadap seni hiburan tradisional maupun komedi daerah selama ini masih belum merata.

“Kalau acara seremonial memang ada. Tapi untuk pembinaan rutin atau ruang tampil, kami merasa masih terbatas,” ujar salah seorang pelaku seni di Sumsel.

Baca juga  Sidang Tipikor Dana KONI Lahat Terkuak: Saksi Ungkap Dugaan Mark Up Anggaran dan Setoran Tanpa Bukti

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan komunitas seni yang sudah memiliki akses ke event pemerintah maupun jaringan hiburan digital.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian seniman lawak daerah kini mulai beralih membuat konten media sosial secara mandiri karena peluang tampil di panggung konvensional dinilai semakin sempit.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah organisasi seni seperti PaSKI nantinya benar-benar mampu menjadi rumah besar bagi seluruh seniman daerah atau hanya aktif saat agenda formal berlangsung?

Pengamat seni budaya menilai kehadiran organisasi profesi memang penting untuk menjaga eksistensi seni komedi lokal.

Namun tanpa program nyata seperti pelatihan, regenerasi, hingga dukungan ruang pertunjukan, keberadaan komunitas seni diduga sulit memberi dampak besar terhadap kesejahteraan pelaku seni.

Selain itu, belum ada penjelasan rinci mengenai program konkret PaSKI Lahat setelah kepengurusan baru terbentuk nanti.

Meski demikian, Musda IV PaSKI Sumsel tetap dianggap menjadi langkah awal memperkuat jaringan antar seniman di Sumatera Selatan.

Hingga kini, belum semua pelaku seni daerah merasakan dukungan yang konsisten terhadap perkembangan kreativitas mereka.

Apakah kepengurusan baru PaSKI nantinya mampu membuka ruang lebih luas bagi seniman komedi daerah, atau semangat solidaritas ini hanya berhenti pada momentum musyawarah? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here