Beranda Palembang APPSI OKI Resmi Dilantik, Mampukah Menjawab Persoalan Pedagang Pasar?

APPSI OKI Resmi Dilantik, Mampukah Menjawab Persoalan Pedagang Pasar?

41
0
Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI Yarlis bersama jajaran pengurus usai dilantik dalam prosesi pelantikan DPD APPSI se-Sumatera Selatan di Palembang. (Foto: ASEP APPSI OKI/CimutNews).

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menjadi awal lahirnya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat posisi pedagang pasar tradisional di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.

Namun, di balik prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Gedung STIFI 2 Palembang, Sabtu (1/8/2026), muncul pertanyaan yang tidak kalah penting. Mampukah organisasi ini benar-benar menjadi solusi bagi persoalan yang selama ini masih dihadapi pedagang pasar?

Hingga kini, belum semua tantangan yang dihadapi pedagang tradisional dapat diselesaikan. Fluktuasi harga kebutuhan pokok, persaingan dengan ritel modern, perubahan pola belanja masyarakat, hingga keterbatasan akses distribusi barang masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan pelaku usaha di pasar rakyat.

Salah satu kepengurusan yang resmi dikukuhkan adalah DPD APPSI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) periode 2026–2031 yang dipimpin Yarlis sebagai Ketua, didampingi Fredy Sanjaya sebagai Sekretaris dan Ratna Dewi sebagai Bendahara, Asep Saepuloh sebagai Wakil Ketua Bidang Informasi & Komunikasi.

Prosesi pelantikan dihadiri Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir, Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan Ir. H. Ishak Mekki, Staf Ahli Wali Kota Palembang H. Edison, serta berbagai tamu undangan.

Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir menyampaikan arahan kepada seluruh pengurus DPD APPSI agar aktif memperjuangkan kepentingan pedagang pasar dan mendukung stabilitas harga pangan. (Foto: ASEP APPSI OKI/CimutNews).

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan bahwa APPSI tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus hadir sebagai representasi pedagang pasar yang mampu memperjuangkan berbagai aspirasi anggotanya.

“APPSI harus menjadi mata, telinga, dan suara bagi pedagang pasar. Organisasi ini juga harus mampu membantu menyukseskan program Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, memperlancar distribusi barang, serta memastikan harga tetap stabil,” ujar Don Muzakir.

Ia juga mendorong setiap DPD, khususnya Kabupaten OKI, untuk menjalin kemitraan dengan Perum Bulog melalui pembentukan Kios APPSI.

Baca juga  Bazar Ramadhan 2026 Palembang Resmi Dibuka Wali Kota Ratu Dewa, Warga Berburu Sembako Murah di Setda

Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus menjaga pasokan bahan pokok agar tetap tersedia dengan harga yang lebih terkendali.

Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ir. H. Ishak Mekki, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD APPSI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kepada Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI, Yarlis, usai prosesi pelantikan pengurus APPSI se-Sumatera Selatan di Aula Gedung STIFI 2 Palembang, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Asep Saepuloh/CimutNews).

Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ishak Mekki, turut mengingatkan agar kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.

Jurnalis CimutNews, Asep Saepuloh, mewawancarai Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ir. H. Ishak Mekki, seusai pelantikan dan pengukuhan DPD APPSI se-Sumatera Selatan untuk menggali arah program organisasi serta komitmen penguatan pasar tradisional di daerah. (Foto: Asep/CimutNews).

Menurutnya, pasar tradisional masih menjadi denyut utama ekonomi masyarakat sehingga keberadaan APPSI harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pedagang.

Menurut Edison, transformasi tersebut dilakukan agar pedagang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter khas pasar tradisional yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan.

Sinergi antara pemerintah dan APPSI juga diarahkan untuk menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, aman, sehat, dan nyaman sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar rakyat.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI, Yarlis, memastikan pihaknya siap menjalankan amanah organisasi sekaligus merealisasikan sejumlah program prioritas.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Perum Bulog dan sejumlah instansi terkait telah dilakukan sebagai langkah awal mewujudkan Kios APPSI di Kabupaten OKI.

“Kami siap merealisasikan program pendirian Kios APPSI sesuai arahan DPP. Selain itu kami akan melanjutkan program yang belum terealisasi sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi pedagang pasar,” kata Yarlis.

Selain itu, kepengurusan baru juga akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Perdagangan, Perum Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pedagang.

Tantangan Tidak Berhenti di Pelantikan

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan pasar tradisional tidak dapat diselesaikan hanya melalui pergantian kepengurusan organisasi.

Di berbagai daerah, pedagang masih menghadapi naik turunnya daya beli masyarakat, perubahan pola konsumsi, hingga meningkatnya transaksi perdagangan melalui platform digital yang membuat persaingan semakin ketat.

Baca juga  Ribuan Jamaah Padati Sholat Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Palembang

Selain itu, keberadaan pasar modern yang terus berkembang juga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang pasar rakyat untuk mempertahankan pelanggan.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pedagang mengaku berharap APPSI tidak hanya aktif ketika pelantikan atau kegiatan seremonial, tetapi juga mampu hadir ketika muncul persoalan nyata di lingkungan pasar, mulai dari distribusi barang, penataan kios, hingga perlindungan terhadap usaha kecil.

Di sisi lain, rencana pembentukan Kios APPSI bersama Perum Bulog dinilai memiliki potensi membantu stabilitas harga apabila dapat direalisasikan secara merata dan dikelola secara profesional.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai jumlah kios yang akan dibangun, lokasi prioritas, mekanisme distribusi barang, maupun jadwal pelaksanaannya di Kabupaten OKI.

Hal tersebut menjadi perhatian karena implementasi program sering kali menjadi tantangan terbesar dibandingkan penyusunan rencana.

Harapan Pedagang Kini Berada di Tahap Pembuktian

APPSI memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dengan pedagang pasar.

Jika mampu menjalankan fungsi advokasi secara konsisten, organisasi ini berpotensi menjadi wadah yang memperkuat daya saing pasar tradisional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Sebaliknya, apabila program-program yang telah diumumkan tidak berjalan optimal, harapan ribuan pedagang pasar berpotensi kembali tertunda.

Hingga kini, pelantikan telah selesai dilaksanakan. Namun pekerjaan besar baru saja dimulai.

Apakah pembentukan Kios APPSI, penguatan kemitraan dengan Bulog, serta berbagai program yang dijanjikan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten OKI, atau masih akan menjadi pekerjaan rumah yang menunggu pembuktian di lapangan? (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here