Beranda Musi Banyuasin Banyuasin Dukung Jambore Anak Sholeh, Harapan Membentuk Generasi Berakhlak Kini Diuji di...

Banyuasin Dukung Jambore Anak Sholeh, Harapan Membentuk Generasi Berakhlak Kini Diuji di Lapangan

4
0
Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Modern Darussalam Bunga Karang terkait persiapan Jambore Anak Sholeh 2026 di rumah dinas Wakil Bupati. (Foto: Noto/CimutNews)

PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan Jambore Anak Sholeh Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4–8 Agustus 2026. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., saat menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Modern Darussalam Bunga Karang di rumah dinas Wakil Bupati, Senin (27/7).

Komitmen itu menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian terhadap pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan. Namun di balik kesiapan penyelenggaraan acara, muncul pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana kegiatan seremonial seperti jambore mampu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter remaja di tengah tantangan sosial yang terus berkembang?

Hal ini menjadi perhatian mengingat berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pengaruh media digital, pergaulan bebas, hingga rendahnya literasi keagamaan di sebagian kalangan. Kegiatan seperti Jambore Anak Sholeh diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi mampu menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut, Jambore Anak Sholeh 2026 akan diikuti peserta dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta pondok pesantren se-Sumatera Selatan. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Wakil Bupati Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai kemampuan agar pelaksanaan acara berjalan lancar.

“Terima kasih sudah hadir. Kami siap mendukung dan membantu hal-hal yang bisa dibantu. Untuk kehadiran, insyaallah kami usahakan hadir. Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga siap menyiapkan ambulans dari Dinas Kesehatan beserta tenaga medis sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan,” ujar Netta Indian.

Baca juga  Muspar IX BKOW Sumsel Perkuat Sinergi Organisasi Perempuan, Dorong Peran Nyata bagi Pembangunan Daerah

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pembinaan karakter generasi muda masih menjadi pekerjaan besar yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kegiatan. Sejumlah pemerhati pendidikan dan tokoh masyarakat menilai, kegiatan jambore akan memberikan manfaat lebih besar apabila diikuti dengan program pembinaan yang berkesinambungan di sekolah maupun pondok pesantren.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku menyambut positif pelaksanaan kegiatan keagamaan yang melibatkan pelajar lintas daerah. Menurut mereka, ruang pertemuan antarpesantren menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, sekaligus bertukar pengalaman dalam pendidikan Islam.

Meski demikian, sebagian masyarakat juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada perlombaan atau seremoni. Mereka menginginkan adanya materi yang relevan dengan tantangan zaman, seperti penguatan literasi digital, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga pendidikan karakter yang mampu menjawab persoalan remaja saat ini.

Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan keagamaan berskala regional umumnya mampu meningkatkan motivasi peserta selama pelaksanaan berlangsung. Akan tetapi, efektivitasnya dalam jangka panjang sangat bergantung pada tindak lanjut yang dilakukan masing-masing lembaga pendidikan setelah kegiatan selesai.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana evaluasi keberhasilan Jambore Anak Sholeh nantinya akan dilakukan. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai indikator keberhasilan maupun program lanjutan yang akan memastikan nilai-nilai yang diperoleh peserta tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jambore Anak Sholeh 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter generasi muda Islam di Sumatera Selatan. Namun, keberhasilannya tentu tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan acara, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai yang ditanamkan mampu membentuk perilaku generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Baca juga  Optimalisasi PAD Musi Banyuasin Didorong Satgas, DPRD Soroti Strategi dan Sinergi Sektor

Hingga kini, harapan tersebut masih menjadi perhatian banyak pihak. Apakah Jambore Anak Sholeh 2026 akan benar-benar menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang lebih berkarakter, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui pembinaan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here