Beranda Banyuasin Wabup Banyuasin Tinjau TPA Terlangu, Bau Sampah dan Sistem Modern Masih Jadi...

Wabup Banyuasin Tinjau TPA Terlangu, Bau Sampah dan Sistem Modern Masih Jadi Pertanyaan

6
0
Kondisi kawasan TPA Terlangu yang direncanakan akan ditata melalui pembenahan akses jalan, penerapan sistem sanitary landfill, dan pengembangan teknologi pengolahan sampah. (Foto: Noto/CimutNews)

PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id — Pengelolaan sampah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banyuasin. Di tengah meningkatnya volume sampah dari aktivitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai melakukan langkah pembenahan dengan meninjau langsung kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terlangu di Desa Terlangu, Kecamatan Banyuasin III.

Namun, di balik rencana penataan kawasan dan penerapan teknologi yang lebih modern, masih muncul pertanyaan besar. Sejauh mana perubahan itu nantinya benar-benar mampu mengatasi persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, terutama terkait akses menuju TPA dan dampak lingkungan di sekitarnya?

Kunjungan kerja Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., pada Senin (27/7) menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai memberi perhatian serius terhadap pengelolaan sampah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap kondisi TPA yang selama ini menjadi lokasi pembuangan akhir sampah dari berbagai wilayah di Banyuasin.

Dalam peninjauan tersebut, Netta didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Banyuasin III, Kepala Desa Terlangu, hingga para pekerja yang sehari-hari bertugas di kawasan TPA.

Fokus utama kunjungan adalah melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi penataan kawasan agar pengelolaan sampah dapat berlangsung lebih tertib dan ramah lingkungan.

Menurut Netta, salah satu pekerjaan yang akan segera dikoordinasikan adalah pembenahan akses jalan menuju lokasi TPA bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Selain itu, ia meminta agar timbunan sampah terus dirapikan dan dipindahkan ke zona yang telah disiapkan sebelum ditutup menggunakan lapisan tanah guna mengurangi potensi pencemaran.

“Ke depan akses jalan menuju TPA akan kita koordinasikan dengan Dinas PUPR. Tumpukan sampah harus terus dirapikan, dipindahkan ke area yang telah disiapkan, kemudian ditimbun dengan tanah sehingga tidak mencemari lingkungan maupun mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Netta.

Baca juga  Akhir Tahun 2025, Gubernur Herman Deru Tinjau Ruas Jalan Strategis Banyuasin–OKI: Bangubsus Dorong Percepatan Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga berharap memperoleh dukungan dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah melalui teknologi yang lebih modern sehingga proses pengolahan menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain penataan kawasan, rencana pembukaan lahan baru serta pembangunan saluran drainase juga masuk dalam agenda pengembangan TPA Terlangu.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan, sistem penimbunan, hingga pengendalian bau masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan penanganan bertahap.

Selama ini, keberadaan TPA di berbagai daerah kerap memunculkan tantangan serupa, mulai dari aroma tidak sedap, potensi pencemaran air lindi, hingga keluhan masyarakat apabila pengelolaannya belum berjalan optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, Dr. Zazili Mustopa, S.E., M.Si., mengatakan pihaknya akan menerapkan metode sanitary landfill secara bertahap.

Metode tersebut dinilai mampu mengurangi penyebaran bau karena sampah ditutup dengan tanah sesuai prosedur pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

“Sampah yang masuk ke TPA akan dikelola menggunakan sistem sanitary landfill secara bertahap sehingga dapat mengurangi penyebaran bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat di sekitar lokasi,” jelas Zazili.

Ia juga menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kementerian terkait guna memperoleh dukungan teknologi pengolahan sampah.

Meski demikian, hingga kini, belum semua rencana tersebut dapat direalisasikan karena masih menunggu dukungan lanjutan, termasuk terkait teknologi dan pengembangan fasilitas pendukung.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan di banyak daerah yang menghadapi persoalan serupa. Pengelolaan TPA tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan konsistensi pengelolaan harian, ketersediaan alat berat, pengangkutan yang teratur, serta edukasi masyarakat dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

Baca juga  Antrean BBM Bersubsidi Banyuasin Jadi Sorotan, Bupati Askolani Dorong Penambahan Kuota dan Pengawasan Ketat

Sejumlah warga di sekitar kawasan pengelolaan sampah di berbagai daerah umumnya mengaku persoalan bau dan akses menjadi perhatian utama ketika sistem pengelolaan belum berjalan maksimal. Meski demikian, pada kunjungan kali ini belum ada penyampaian langsung dari masyarakat sekitar TPA Terlangu sehingga kondisi terkini dari sisi warga masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.

Berdasarkan temuan di lapangan dan penjelasan pemerintah daerah, langkah pembenahan yang mulai dilakukan menunjukkan adanya komitmen memperbaiki tata kelola persampahan. Namun efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan program, dukungan anggaran, hingga penerapan teknologi yang direncanakan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pembenahan yang sedang disiapkan akan mampu menjawab persoalan pengelolaan sampah secara menyeluruh, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang membutuhkan waktu lebih panjang?

Yang jelas, harapan masyarakat bukan hanya melihat rencana di atas kertas, tetapi juga perubahan nyata berupa lingkungan yang lebih bersih, akses yang lebih baik, serta pengelolaan sampah yang semakin aman bagi kesehatan dan lingkungan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here