
JAKARTA, cimutnews.co.id – Satkamling Ngulak Muba mencatat prestasi di tingkat nasional setelah Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) RT 09 RW 03 Kelurahan Ngulak, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, meraih Juara II kategori Satkamling Teladan tingkat nasional dan Juara III kategori Satgas MBG Polda Terbaik.
Dua penghargaan tersebut diterima Lurah Ngulak Zulham dalam Awarding Day 2026 di Gedung The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026) malam. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas partisipasi masyarakat sekaligus memperlihatkan bahwa pengamanan lingkungan tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif warga.
Dua penghargaan untuk Ngulak di tingkat nasional
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian lomba memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Acara di Jakarta dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo, pejabat utama Mabes Polri, Kapolda penerima penghargaan, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga.
Bagi masyarakat Ngulak, capaian itu bukan sekadar piala. Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap sistem keamanan lingkungan yang dibangun melalui kerja bersama antara masyarakat, perangkat kelurahan, dan unsur terkait.
Lurah Ngulak Zulham menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif.
“Kami bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama masyarakat, perangkat kelurahan, serta semua pihak yang selama ini ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Zulham.
Lomba tidak hanya mengukur keamanan lingkungan
Rangkaian penghargaan Hari Bhayangkara ke-80 mencakup berbagai bidang. Selain Satkamling Teladan, kategori yang dilombakan antara lain Satpam Teladan, Polisi Khusus (Polsus) Teladan, Tiga Pilar Kamtibmas, produksi dan serapan jagung, tata kelola SPPG, Satgas MBG Polda Terbaik, inovasi, manajemen media, kampung bebas narkoba, kearifan lokal hingga kebersihan.
Dengan demikian, capaian Ngulak berada dalam rangkaian penilaian yang lebih luas mengenai kontribusi masyarakat dan kepolisian terhadap keamanan, pelayanan publik, ketahanan sosial, serta berbagai agenda pembangunan.
Muba melihat prestasi Ngulak sebagai model partisipasi warga
Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet menyampaikan apresiasi atas capaian Satkamling RT 09 RW 03 Kelurahan Ngulak tersebut.
Menurutnya, penghargaan tingkat nasional menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Muba sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Satkamling RT 09 RW 03 Kelurahan Ngulak atas prestasi yang diraih di tingkat nasional,” kata Toha.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian satu lingkungan. Prestasi Ngulak diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lain di Muba untuk memperkuat kebersamaan, keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Satkamling kembali menjadi bagian penting strategi keamanan
Penghargaan untuk Ngulak muncul ketika penguatan keamanan berbasis masyarakat kembali mendapat perhatian di Sumatera Selatan.
Polda Sumsel pada Juni 2026 menggelar Pelatihan Satkamling dengan tema revitalisasi Satkamling sebagai garda terdepan deteksi dini dan respons cepat Kamtibmas berbasis teknologi serta partisipasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut tercatat 4.247 anggota Satkamling berada di wilayah hukum Polda Sumsel, dengan 1.700 peserta mengikuti pelatihan secara hibrida.
Angka tersebut memberi gambaran bahwa sistem keamanan lingkungan memiliki basis partisipasi yang cukup besar di Sumsel. Karena itu, keberhasilan Ngulak di tingkat nasional dapat dibaca bukan hanya sebagai prestasi sebuah RT, tetapi juga sebagai salah satu contoh dari upaya memperkuat keamanan berbasis masyarakat di tingkat lokal.
Di sejumlah daerah lain, pengaktifan kembali Satkamling juga terus dilakukan. Polri, misalnya, mendorong pengecekan dan revitalisasi pos keamanan lingkungan sebagai sarana pencegahan gangguan Kamtibmas serta memperkuat komunikasi antara warga dan kepolisian.
penghargaan akan bernilai jika menjadi sistem
Dalam jangka pendek, penghargaan nasional dapat meningkatkan kepercayaan diri warga Ngulak untuk mempertahankan budaya gotong royong. Apresiasi seperti ini juga dapat mendorong perangkat desa dan kelurahan lain melihat keamanan lingkungan sebagai program bersama, bukan semata-mata kewajiban aparat.
Namun, tantangan sesungguhnya muncul setelah penghargaan diterima. Satkamling harus tetap aktif ketika tidak ada kompetisi, karena ukuran keberhasilan keamanan lingkungan bukan banyaknya penghargaan, melainkan kemampuan warga mendeteksi potensi gangguan, berkomunikasi cepat, dan mengambil langkah pencegahan secara tepat tanpa bertindak di luar kewenangan. (Noto)

















