
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kepengurusan baru Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan segera memasuki babak baru. Surat Keputusan (SK) kepengurusan telah resmi ditandatangani dan agenda pelantikan kini tengah dipersiapkan.
Namun, di balik kesiapan tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian banyak pihak. Sejauh mana organisasi yang menaungi puluhan organisasi perempuan ini mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat?
Pertanyaan itu mengemuka saat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus BKOW Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (9/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BKOW Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, melaporkan bahwa legalitas kepengurusan telah rampung setelah SK resmi ditandatangani gubernur. Dengan demikian, pelantikan pengurus baru akan segera dilaksanakan agar program kerja organisasi dapat mulai berjalan.
BKOW Dinilai Punya Posisi Strategis
Gubernur Herman Deru menilai BKOW memiliki posisi penting karena menjadi wadah besar yang menghimpun berbagai organisasi perempuan dengan latar belakang dan tujuan yang beragam.
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan tersendiri bagi pengurus.
“BKOW ini organisasi yang luar biasa karena menjadi payung besar berbagai organisasi wanita di Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Ia menekankan bahwa pengurus harus memiliki kemampuan manajerial yang baik untuk mengelola organisasi yang heterogen tersebut.
Selain itu, gubernur juga meminta agar sebelum pelantikan dilakukan, BKOW terlebih dahulu melakukan inventarisasi keanggotaan secara menyeluruh dan menyusun prioritas program yang jelas.
Fokus utama yang diharapkan adalah mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski keberadaan organisasi perempuan di Sumatera Selatan cukup banyak, tantangan yang selama ini muncul bukan terletak pada jumlah organisasi, melainkan efektivitas program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian kegiatan organisasi perempuan masih sering terpusat pada agenda seremonial, pelatihan jangka pendek, atau kegiatan yang jangkauan manfaatnya belum merata hingga tingkat akar rumput.
Di sejumlah daerah, persoalan pemberdayaan perempuan masih menjadi pekerjaan rumah. Mulai dari akses ekonomi keluarga, peningkatan keterampilan usaha mikro, hingga perlindungan perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Kondisi tersebut membuat publik menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru BKOW agar mampu menghadirkan program yang lebih terukur dan berdampak nyata.
Sejumlah warga mengaku berharap organisasi perempuan tidak hanya aktif saat kegiatan tertentu, tetapi juga hadir dalam program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Menurut beberapa tokoh masyarakat yang mengikuti perkembangan organisasi kemasyarakatan di Sumsel, sinergi antarorganisasi perempuan sebenarnya memiliki potensi besar jika mampu diarahkan pada program yang terintegrasi.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian kelompok perempuan di daerah yang masih membutuhkan akses pelatihan usaha, pendampingan ekonomi keluarga, hingga peningkatan literasi digital.
Harapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan baru BKOW yang akan segera dilantik.
Tantangan Besar Setelah Pelantikan
Pengamat sosial menilai keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang bisa diukur dan dirasakan masyarakat.
Inventarisasi anggota yang diminta gubernur dinilai penting untuk mengetahui potensi riil organisasi yang tergabung di bawah BKOW.
Selain itu, penyusunan program berbasis kebutuhan daerah juga menjadi faktor penting agar anggaran yang tersedia benar-benar sejalan dengan sasaran pembangunan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kepengurusan baru BKOW mampu menerjemahkan semangat kolaborasi organisasi perempuan menjadi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat?
Masih Menjadi Perhatian
Pelantikan pengurus baru BKOW Sumsel kini tinggal menunggu waktu. Dukungan pemerintah provinsi pun telah disampaikan secara terbuka.
Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai setelah pelantikan berlangsung dan program kerja dijalankan.
Hingga kini, belum semua pihak mengetahui secara rinci program prioritas yang akan menjadi fokus BKOW ke depan. Apakah organisasi ini mampu menghadirkan perubahan yang lebih nyata bagi perempuan dan keluarga di Sumatera Selatan, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan?

















