Beranda OKI Mandira Galeri UMKM OKI Diresmikan, Bisakah Perajin Benar-Benar Naik Kelas?

Galeri UMKM OKI Diresmikan, Bisakah Perajin Benar-Benar Naik Kelas?

5
0
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru meninjau produk anyaman purun khas Pedamaran di Galeri Dekranasda OKI. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Fakta di Lapangan: Produk UMKM OKI Dipuji, Tapi Tantangan Pasar Masih Membayangi

OKI, cimutnews.co.id — Galeri Dekranasda dan Warung PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi dibuka dengan suasana meriah. Deretan kain songket, anyaman purun, hingga gerabah khas daerah dipajang elegan di ruang baru yang disebut-sebut menjadi etalase budaya dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Namun di balik peluncuran yang berlangsung megah itu, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan para pelaku UMKM: apakah kehadiran galeri ini benar-benar mampu mendorong perajin lokal naik kelas, atau hanya menjadi ruang pajangan semata?

Peresmian galeri yang berada di Jalan Merdeka, Kayuagung, Selasa (12/5), dilakukan Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru.

Di dalam galeri, pengunjung disuguhkan beragam produk khas OKI. Mulai dari Batik Biduk Kajang Sehaluan, songket Bidak Cukit, anyaman purun Pedamaran, hingga gerabah khas Kayuagung yang kini tampil lebih modern.

Ketua Dekranasda OKI, Ike Muchendi, mengatakan galeri tersebut dihadirkan sebagai ruang representatif bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Melalui galeri ini, kami ingin memberi ruang agar para perajin bisa terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujar Ike.

Pernyataan itu sejalan dengan harapan pemerintah daerah yang ingin menjadikan produk lokal lebih dikenal, bahkan mampu menembus pasar yang lebih besar.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian pelaku UMKM masih menghadapi tantangan klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Beberapa perajin mengaku persoalan pemasaran, keterbatasan produksi, hingga akses pembeli dari luar daerah masih menjadi hambatan utama. Meski produk mereka dinilai unik dan memiliki nilai budaya tinggi, penjualan disebut belum stabil.

Baca juga  Melihat Perawatan Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Padang Sugihan

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah perajin yang berharap galeri ini tidak hanya ramai saat peresmian atau kunjungan pejabat saja.

“Kalau ada pembeli rutin tentu sangat membantu. Selama ini kami kadang ramai, kadang sepi,” ungkap salah satu perajin anyaman purun yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana galeri tersebut nantinya benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi UMKM lokal, bukan sekadar simbol promosi budaya?

Dalam kunjungannya, Feby Deru tampak beberapa kali berhenti memperhatikan detail anyaman dan produk fesyen yang dipamerkan. Ia bahkan berdialog langsung dengan para pengerajin terkait proses produksi dan tantangan usaha mereka.

“Semua produknya sangat menarik dan rapi. Ini membuktikan kreativitas masyarakat OKI luar biasa,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan dari sisi desain, kualitas produk, hingga akses pasar.

“Tugas kami membantu dari hulu hingga hilir. Desain harus semakin menarik, kualitas dijaga, dan pasar diperluas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi menilai keberadaan galeri menjadi langkah strategis untuk mendekatkan produk UMKM kepada masyarakat dan wisatawan.

Menurutnya, ruang publik seperti galeri dapat menjadi pintu awal agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah.

Namun tantangan sebenarnya dinilai baru akan terlihat beberapa bulan ke depan. Berdasarkan temuan di lapangan, keberhasilan galeri bukan hanya ditentukan oleh bangunan yang representatif, melainkan juga konsistensi promosi, pembinaan UMKM, hingga kemampuan menghadirkan pembeli secara berkelanjutan.

Apalagi, persaingan produk kerajinan kini semakin ketat dengan maraknya produk pabrikan murah yang membanjiri pasar digital.

Hingga kini, belum semua pelaku UMKM lokal memiliki akses pemasaran digital yang kuat. Sebagian masih mengandalkan penjualan langsung dan event pameran daerah.

Baca juga  Kontingen Porprov OKI Raih Emas Pertama dari Cabor Sambo

Karena itu, keberadaan Galeri Dekranasda OKI dinilai bisa menjadi peluang besar sekaligus tantangan baru.

Apakah galeri ini nantinya benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan perajin lokal, atau justru hanya ramai di awal peresmian? Waktu yang akan menjawabnya. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here