Beranda Banyuasin Gedung PKK Diresmikan, Tantangan Pemberdayaan Keluarga Masih Menanti

Gedung PKK Diresmikan, Tantangan Pemberdayaan Keluarga Masih Menanti

12
0
Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru saat meresmikan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Banyuasin. (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id — Program pemberdayaan keluarga terus digaungkan hingga tingkat desa.

Namun di tengah peresmian gedung baru dan berbagai capaian yang disampaikan, muncul pertanyaan yang masih menjadi perhatian banyak pihak: sejauh mana manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat hingga lapisan terbawah?

Kondisi inilah yang menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, ke Kabupaten Banyuasin, Rabu (10/6/2026).

Gedung Baru dan Evaluasi Program PKK

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan sekaligus evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Banyuasin.

Agenda diawali dengan peresmian Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Banyuasin yang baru, dilanjutkan peninjauan stand Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), penampilan anak-anak PAUD/TK, hingga penyerahan bantuan simbolis.

Peresmian gedung tersebut menjadi simbol penguatan kelembagaan PKK yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program sosial kemasyarakatan.

PKK Diminta Terus Bergerak

Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, menegaskan bahwa 10 Program Pokok PKK memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai program pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan sekretariat baru tidak boleh hanya menjadi bangunan administratif semata.

“Kegiatan PKK mungkin tidak dilakukan setiap hari, namun pergerakannya harus dipastikan berlangsung setiap saat,” ujarnya.

Feby juga mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai komunitas masyarakat serta peningkatan pembinaan Posyandu dan UMKM menjelang agenda nasional Kriya Nusa yang akan digelar di Sumsel.

Meski berbagai program pemberdayaan telah berjalan, tantangan di lapangan masih tidak bisa diabaikan.

Berdasarkan temuan di sejumlah wilayah pedesaan Banyuasin dalam beberapa tahun terakhir, persoalan stunting, keterbatasan akses pelatihan usaha mikro, hingga kualitas layanan Posyandu masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Baca juga  Polres Banyuasin Ungkap 15 Kasus Narkoba dan Musnahkan 13 Senpi, Komitmen Tegakkan Hukum dan Wujudkan Banyuasin Kondusif

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan sejauh mana dampaknya mampu dirasakan langsung oleh keluarga penerima manfaat.

Sejumlah warga mengaku kegiatan pembinaan memang hadir secara berkala, namun manfaat ekonominya dinilai masih perlu diperluas agar lebih banyak keluarga mendapatkan kesempatan yang sama.

Belum ada penjelasan rinci mengenai indikator terbaru yang menggambarkan tingkat pemerataan manfaat program tersebut hingga seluruh desa dan kelurahan.

Harapan Besar dari Masyarakat

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pelaku UMKM yang berharap momentum kunjungan ini mampu membuka akses pasar yang lebih luas.

Beberapa pelaku usaha rumahan menilai promosi produk lokal masih menjadi tantangan utama, terutama untuk menembus pasar di luar daerah.

Mereka berharap pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada pelatihan administrasi, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran, permodalan, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Harapan serupa juga muncul dari kader-kader PKK tingkat desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program keluarga.

Antara Infrastruktur dan Dampak Nyata

Peresmian gedung sekretariat baru menjadi langkah penting dalam memperkuat organisasi PKK Banyuasin.

Namun keberadaan fasilitas yang representatif harus diikuti dengan peningkatan kualitas program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah penguatan kelembagaan yang dilakukan saat ini akan mampu mempercepat penyelesaian persoalan mendasar seperti stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Apalagi Banyuasin memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik desa yang beragam sehingga efektivitas program membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Komitmen Daerah dan Tantangan ke Depan

Ketua TP PKK Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menyatakan berbagai program mulai dari pembinaan UP2K, Posyandu, percepatan penurunan stunting hingga pelatihan keterampilan masyarakat telah dijalankan.

Baca juga  Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Saat Citra Humanis Polri Terus Diuji

Sementara Bupati Banyuasin, Askolani, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap seluruh program PKK, termasuk kolaborasi dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

Komitmen tersebut menjadi modal penting.

Namun keberhasilan sesungguhnya akan terlihat dari perubahan kondisi masyarakat di tingkat akar rumput.

Hingga kini, belum semua tantangan pemberdayaan keluarga dapat dikatakan selesai.

Apakah kehadiran gedung baru dan penguatan organisasi ini akan membawa perubahan yang lebih terasa bagi masyarakat Banyuasin, atau justru masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terjawab? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here