
Ogan Ilir, cimutnews.co.id – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan parah di Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (29/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan pada rute Babatan–Saudagar–Penyandingan, Betung Rengas, hingga beberapa titik jalan dan jembatan lain yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Herman Deru didampingi Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar beserta rombongan. Menariknya, peninjauan dilakukan dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor agar dapat melihat secara langsung kondisi infrastruktur di lapangan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah Jembatan Besi Ketapang II yang berada di Desa Ketapang II, Kecamatan Rantau Panjang. Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan tersebut tampak rapuh dan berlubang akibat faktor usia. Struktur besi yang sudah menua membuat jembatan tidak lagi bisa dilintasi kendaraan roda empat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain jembatan, kondisi jalan di sekitar lokasi juga memprihatinkan. Jalan tampak berlubang, rusak, dan dipenuhi lumpur serta genangan air, terutama setelah diguyur hujan deras. Situasi tersebut menyulitkan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.
Menurut keterangan warga setempat, Gubernur Herman Deru sempat menghentikan laju kendaraan saat melintasi kawasan tersebut karena rombongan terhambat oleh kondisi jembatan dan jalan yang rusak parah. Melihat langsung kondisi di lapangan, Gubernur kemudian meminta Bupati Ogan Ilir untuk segera mengajukan surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan agar dilakukan penanganan secepatnya.
“Ia meminta kepada Bupati Ogan Ilir untuk segera bersurat ke provinsi agar jembatan dan jalan yang rusak berlubang penuh lumpur ini segera diperbaiki, karena merupakan jalan provinsi,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung peninjauan tersebut.
Dalam kesempatan itu, warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan. Mereka berharap penanganan tidak hanya sebatas perbaikan sementara, melainkan dilakukan pembangunan jembatan dan jalan dengan konstruksi beton yang lebih kuat dan tahan lama.
“Jembatan Besi Ketapang II dan beberapa jembatan lain serta jalan rusak di sini sudah dibangun sekitar 20 tahun lalu, sekitar tahun 2004 saat awal pemekaran Kabupaten Ogan Ilir. Sekarang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ungkap salah seorang warga.
Warga menilai, peningkatan arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat menjadi salah satu penyebab utama jembatan besi dan jalan tersebut cepat rusak. Meski beberapa kali dilakukan perbaikan, kerusakan kembali muncul karena konstruksi yang dinilai tidak lagi sesuai dengan beban lalu lintas saat ini.
“Kalau hanya diperbaiki, cepat rusak lagi. Kami berharap diganti dengan jembatan beton dan jalan cor beton, karena sekarang lalu lintas sudah sangat padat,” harap warga lainnya.
Meski demikian, warga juga mengakui bahwa keberadaan jalan dan jembatan tersebut sejak pascapemekaran Kabupaten Ogan Ilir telah memberikan dampak besar terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat. Akses transportasi yang lebih mudah membuat aktivitas warga menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.
“Dulu sebelum ada jembatan, kami harus menggunakan perahu untuk menyeberang. Sekarang sudah bisa pakai motor dan mobil, jadi aktivitas masyarakat dan ekonomi jauh lebih baik,” tutur warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Herman Deru menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kondisi jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Ogan Ilir. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengupayakan penanganan yang tepat, termasuk rencana penggantian jembatan besi dengan jembatan beton serta pembangunan jalan cor beton demi keselamatan dan kelancaran transportasi masyarakat.
“Kita akan tindak lanjuti. Infrastruktur jalan dan jembatan ini sangat penting karena menyangkut keselamatan masyarakat dan roda perekonomian. Tentu akan kita upayakan solusi yang paling aman dan berkelanjutan,” tegas Herman Deru.
Peninjauan langsung ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir. Masyarakat pun berharap komitmen tersebut dapat segera direalisasikan agar akses transportasi semakin aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Sandi)

















