Beranda Investigasi Viral Guru Berlumpur ke Sekolah, Jalan Rusak di Kawasan Sumur Minyak PALI...

Viral Guru Berlumpur ke Sekolah, Jalan Rusak di Kawasan Sumur Minyak PALI Tuai Sorotan

1
0
Para guru SDN 43 Talang Ubi berusaha melintasi jalan berlumpur menuju sekolah di Dusun IV Talang Kampai, Desa Benuang. (foto: timred/CN/)

PALI, cimutnews.co.id – Potret perjuangan para guru SDN 43 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mendadak menyita perhatian publik setelah video dan foto mereka berjibaku melintasi jalan berlumpur viral di media sosial.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi dengan pihak sekolah dan warga sekitar mengungkap bahwa akses menuju Dusun IV Talang Kampai, Desa Benuang, hingga kini masih jauh dari kata layak. Jalan sepanjang sekitar dua kilometer tersebut hanya berupa tanah liat yang berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun.

Dalam video yang beredar di Facebook, sejumlah sepeda motor guru terlihat terbalik dan terjebak di lumpur pekat. Para tenaga pendidik yang mengenakan seragam dinas tampak harus mendorong kendaraan sambil berlumur tanah demi bisa tiba di sekolah tepat waktu.

Ironisnya, lokasi sekolah berada tidak jauh dari kawasan penghasil energi dan sumur minyak yang selama ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi cukup besar. Namun kondisi infrastruktur dasar menuju sekolah masih memprihatinkan dan belum tersentuh perbaikan maksimal.

“Ya Allah, kasihan lihat perjuangan ibu-ibu guru kami yang mau ngajar. Badan penuh lumpur, motor tertanam. Padahal dekat sini ada sumur minyak besar, tapi jalan ke sekolah seperti ini dari dulu tidak dibenahi,” tulis salah satu akun warga dalam unggahan yang viral tersebut.

Unggahan itu langsung memantik simpati publik. Banyak netizen menilai perjuangan para guru di pelosok PALI menjadi gambaran nyata ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.

Kepala SDN 43 Talang Ubi, Armansyah, S.Pd., saat dikonfirmasi CimutNews.co.id membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan medan berat sudah menjadi rutinitas harian para guru yang sebagian besar berasal dari luar desa.

Baca juga  Evaluasi K3 di PT ASL Shipyard Batam, Kemnaker Temukan Pelanggaran Belum Tuntas

“Guru-guru di sini tidak pernah mengeluh. Walaupun jalan sangat parah, mereka tetap semangat datang mengajar demi anak-anak,” ujar Armansyah, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, SDN 43 Talang Ubi saat ini memiliki 59 murid dengan delapan tenaga pengajar aktif. Meski akses jalan sulit, proses belajar mengajar tetap berjalan demi menjaga pendidikan anak-anak di wilayah pelosok tetap berlangsung.

Namun di balik semangat para guru, kondisi jalan rusak mulai memberi dampak sosial yang lebih luas. Berdasarkan penelusuran CimutNews.co.id di lapangan, sebagian warga Dusun IV Talang Kampai disebut mulai memilih pindah ke daerah lain akibat sulitnya akses transportasi dan terbatasnya peluang ekonomi.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak perusahaan di sekitar wilayah operasional energi segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat tidak terus terhambat.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah dengan layak dan guru tidak lagi kesulitan menuju sekolah,” pungkas Armansyah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai jadwal pasti perbaikan akses jalan menuju Dusun IV Talang Kampai, Desa Benuang. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here