Beranda Palembang Jambore Pramuka Palembang Ditutup, Pembinaan Karakter Jadi Sorotan

Jambore Pramuka Palembang Ditutup, Pembinaan Karakter Jadi Sorotan

13
0
Penutupan Jambore Cabang XI Gerakan Pramuka Kota Palembang di Lapangan Utama Kwartir Pramuka Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Jambore Cabang XI Gerakan Pramuka Kota Palembang resmi ditutup dengan penuh semangat dan seremoni kebersamaan.

Namun di balik meriahnya kegiatan tersebut, muncul pertanyaan yang mulai menjadi perhatian: apakah nilai-nilai karakter yang dibangun selama jambore benar-benar diterapkan setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing?

Penutupan Jambore Cabang XI Tahun 2026 digelar di Lapangan Utama Kwartir Pramuka Palembang, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani serta Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Palembang Ahmad Zulinto.

Jambore Disebut Bukan Sekadar Seremoni

Dalam sambutannya, Isnaini Madani menegaskan jambore tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan yang berhenti pada kegiatan simbolik.

Menurutnya, semangat yang dibangun selama jambore harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat itu harus tetap terpelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menilai jambore merupakan sarana penting membentuk karakter generasi muda agar lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Berbagai kegiatan selama jambore juga disebut dirancang untuk memperkuat pembinaan karakter peserta.

Mulai dari lomba keterampilan kepramukaan, wawasan kebangsaan, bakti sosial, hingga kegiatan api unggun yang mempererat solidaritas antarpeserta.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…

Meski kegiatan berlangsung meriah dan penuh pesan moral, sejumlah pihak menilai tantangan pembinaan karakter generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar kegiatan perkemahan.

Berdasarkan temuan di lapangan, pengaruh media sosial, pergaulan bebas, hingga rendahnya interaksi sosial langsung diduga menjadi tantangan besar bagi pembentukan karakter anak muda.

Sejumlah warga mengaku kegiatan Pramuka memang positif, namun implementasi nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian sosial belum sepenuhnya terlihat di lingkungan sekitar.

“Anak-anak sekarang banyak sibuk dengan gadget. Jadi tantangannya memang lebih berat,” ujar seorang warga di Palembang.

Baca juga  Pengamanan Paskah Sumsel 2026 Diperketat Polda, 475 Gereja Dijaga Serentak Empat Hari

Namun fakta di lapangan menunjukkan kegiatan kepramukaan masih dianggap sebagai salah satu wadah yang mampu menjaga nilai kebersamaan dan pendidikan karakter.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian sekolah yang mengaku kegiatan Pramuka kini mulai kalah menarik dibanding aktivitas digital dan hiburan modern.

Tantangan Pembinaan Generasi Muda

Jambore Cabang XI diikuti peserta dari 18 kecamatan di Kota Palembang, mulai jenjang SD, SMP, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kegiatan itu menjadi simbol upaya mempertahankan eksistensi pendidikan karakter di tengah perubahan sosial yang cepat.

Namun sejumlah pengamat pendidikan menilai pembinaan karakter tidak cukup hanya dilakukan saat jambore berlangsung.

Ada kebutuhan pembinaan berkelanjutan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah kegiatan jambore benar-benar mampu membentuk karakter jangka panjang, atau hanya menjadi pengalaman sesaat bagi peserta?

Harapan untuk Gerakan Pramuka

Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Palembang Ahmad Zulinto menyebut jambore menjadi momentum memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan antaranggota Pramuka.

Sementara pemerintah berharap peserta mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat.

Hingga kini, belum semua tantangan pembinaan generasi muda dapat dijawab melalui kegiatan seremonial semata.

Namun keberadaan jambore dinilai tetap penting sebagai ruang pembelajaran sosial dan kebersamaan bagi anak-anak dan remaja.

Apakah semangat yang dibangun selama Jambore Cabang XI benar-benar akan bertahan dalam kehidupan sehari-hari peserta, atau justru perlahan memudar setelah kegiatan usai, masih menjadi perhatian banyak pihak. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here