Beranda Utama Ketua DPRD Sumsel Ikut Kursus Kepemimpinan, Publik Tunggu Dampak Nyata di Daerah

Ketua DPRD Sumsel Ikut Kursus Kepemimpinan, Publik Tunggu Dampak Nyata di Daerah

11
0
Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menghadiri pembukaan KPPD di Jakarta.(Foto:timrred/CN)

JAKARTA, cimutnews.co.id — Program penguatan kapasitas pimpinan daerah kembali digelar pemerintah pusat. Kali ini, para Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Jakarta.

Namun di tengah agenda strategis tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian publik: sejauh mana hasil pelatihan seperti ini benar-benar berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah?

Hal itu menjadi sorotan karena masyarakat masih berharap berbagai persoalan di daerah bisa ditangani lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, menghadiri langsung pembukaan KPPD yang berlangsung di Jakarta, Kamis (15/4/2026). Kegiatan tersebut disebut menjadi bagian dari penguatan wawasan kebangsaan serta kapasitas kepemimpinan daerah.

Dalam forum itu, para pimpinan legislatif dari berbagai daerah dikumpulkan untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dalam bingkai NKRI.

Janji Penguatan Kepemimpinan

Andie Dinialdie menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar agenda formalitas. Menurutnya, kursus tersebut menjadi ruang penting untuk memperdalam pemahaman soal geopolitik, ketahanan nasional, hingga kepemimpinan strategis daerah.

Ia juga menyebut penguatan kapasitas pimpinan daerah diperlukan agar kebijakan yang lahir di daerah tetap sinkron dengan kepentingan nasional.

“Target utamanya adalah kesejahteraan masyarakat Sumsel. Dengan pemahaman pimpinan daerah yang makin mantap, kita bisa memastikan roda pemerintahan berjalan lebih transparan, akuntabel, dan solutif terhadap persoalan rakyat,” ujarnya.

Meski agenda penguatan kepemimpinan terus dilakukan, sejumlah persoalan klasik di daerah hingga kini dinilai masyarakat belum sepenuhnya terselesaikan.

Beberapa isu seperti infrastruktur, pelayanan publik, hingga sinkronisasi kebijakan antara legislatif dan eksekutif masih kerap menjadi keluhan warga di berbagai daerah, termasuk Sumatera Selatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, masyarakat umumnya lebih menunggu implementasi nyata dibanding seremoni kegiatan atau pelatihan pejabat.

Baca juga  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Penyampaian PU Fraksi atas Raperda APBD 2026

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian warga yang mengaku berharap hasil kegiatan seperti ini benar-benar berdampak pada percepatan penyelesaian persoalan daerah.

“Kalau memang tujuannya untuk rakyat, tentu masyarakat berharap ada perubahan nyata setelah kegiatan seperti ini,” ujar salah seorang warga Palembang yang enggan disebutkan namanya.

Antara Pelatihan dan Implementasi

Program seperti KPPD sejatinya dinilai penting dalam memperkuat kapasitas pimpinan daerah menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks.

Namun pengamat kebijakan publik menilai, efektivitas kegiatan semacam ini akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan.

Sebab, publik saat ini tidak hanya melihat seberapa banyak forum strategis yang diikuti pejabat daerah, tetapi juga sejauh mana hasilnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah penguatan kepemimpinan daerah nantinya benar-benar mampu mempercepat penyelesaian persoalan rakyat, atau hanya berhenti pada agenda seremonial tahunan?

Hingga kini, belum semua masyarakat merasakan dampak konkret dari berbagai program penguatan kapasitas pejabat daerah yang rutin digelar setiap tahun.

Padahal, harapan publik terhadap hadirnya pemerintahan yang lebih transparan, responsif, dan solutif terus meningkat.

Apakah hasil KPPD kali ini akan membawa perubahan nyata bagi Sumatera Selatan? Atau justru kembali menjadi agenda yang hanya ramai saat pembukaan? (timred/CN))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here