
OKU TIMUR, cimutnews.co.id – Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menyerahkan bantuan hewan kurban dari Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho kepada masyarakat dan pondok pesantren di Kabupaten OKU Timur pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Dua ekor sapi kurban tersebut disalurkan ke Masjid Al Akbar Darussalam Desa Minanga Besar, Kecamatan Semendawai Barat, serta Masjid Nurul Huda Pondok Pesantren Nurul Fattah di Desa Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura, Selasa (26/05/2026).
Penyaluran Kurban Menyasar Desa dan Lingkungan Pesantren
Penyerahan hewan kurban dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Iduladha sekaligus bentuk pendekatan sosial Polri kepada masyarakat di wilayah hukum OKU Timur.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono mengatakan, bantuan kurban dari Kapolda Sumsel tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga bagian dari penguatan nilai sosial di tengah masyarakat.
“Kapolda Sumsel memberikan hewan kurban ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga memiliki makna sosial, pendidikan akhlak, serta menghidupkan syiar Islam,” ujar AKBP Adik Listiyono, Kamis (28/05/2026).
Di Masjid Al Akbar Darussalam Desa Minanga Besar, kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Yudi Hartono, pengurus masjid, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemuda setempat. Kehadiran aparat kepolisian bersama warga terlihat menjadi simbol kolaborasi sosial yang selama ini terus dibangun di wilayah pedesaan.
Sementara penyerahan satu ekor sapi di Pondok Pesantren Nurul Fattah diwakili Kapolsek Martapura Kompol Hariyanto SH dan disambut langsung pimpinan pondok pesantren KH Rusdi bersama personel Polsek Martapura.
Pendekatan Humanis Polri di Momentum Keagamaan
Momentum Iduladha beberapa tahun terakhir kerap dimanfaatkan institusi kepolisian untuk memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat. Selain pengamanan hari besar keagamaan, distribusi hewan kurban menjadi salah satu pola komunikasi sosial yang dinilai efektif membangun kedekatan emosional.
Distribusi Kurban Jadi Instrumen Sosial
Berdasarkan pantauan di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, pola penyaluran kurban oleh institusi negara, termasuk Polri, cenderung diarahkan ke wilayah yang memiliki basis sosial dan keagamaan kuat seperti desa serta pondok pesantren.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi juga bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial berbasis pendekatan budaya dan agama. Terlebih di wilayah kabupaten seperti OKU Timur yang memiliki karakter masyarakat religius dan komunal.
Pesantren Dinilai Punya Peran Strategis
Penyaluran hewan kurban ke lingkungan pondok pesantren juga memiliki makna tersendiri. Selain membantu kebutuhan santri dan masyarakat sekitar, pesantren selama ini dianggap menjadi pusat pendidikan moral dan sosial di daerah.
Dalam konteks itu, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan keagamaan dipandang dapat memperkuat hubungan kelembagaan dengan tokoh agama serta memperluas ruang dialog sosial di tingkat akar rumput.
Iduladha dan Penguatan Kepedulian Sosial
Hari Raya Iduladha tidak hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga momentum distribusi kesejahteraan kepada masyarakat. Di sejumlah daerah, pembagian daging kurban menjadi salah satu bentuk solidaritas sosial yang paling dirasakan warga.
Di OKU Timur sendiri, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan kurban masih cukup tinggi setiap tahun. Masjid dan lembaga pendidikan Islam menjadi titik utama distribusi bantuan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tantangan Pemerataan Bantuan Sosial
Meski demikian, pemerataan bantuan sosial berbasis momentum keagamaan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan. Tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap distribusi bantuan kurban, terutama di daerah terpencil.
Karena itu, keterlibatan institusi seperti Polri dan pemerintah daerah dinilai penting untuk membantu memastikan distribusi bantuan berjalan lebih luas dan merata.
Micro-insight yang terlihat dari kegiatan ini adalah semakin kuatnya penggunaan pendekatan sosial-keagamaan sebagai bagian dari pola komunikasi publik aparat negara. Pendekatan tersebut dinilai lebih mudah diterima masyarakat dibanding komunikasi formal yang bersifat birokratis.
Harapan Masyarakat dan Penguatan Kebersamaan
Kapolres OKU Timur berharap bantuan hewan kurban tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat semangat kebersamaan.
“Kita berharap apa yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kegiatan berbasis kepedulian sosial seperti kurban dinilai mampu memperkuat solidaritas dan menjaga hubungan harmonis antara aparat dan warga.
Ke depan, pola pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan keagamaan diperkirakan akan terus menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya di daerah. (Agus)

















