Beranda OKU Timur PKK Sumatera Selatan Dorong Program Berbasis Manfaat Nyata, OKU Timur Perkuat Pemberdayaan...

PKK Sumatera Selatan Dorong Program Berbasis Manfaat Nyata, OKU Timur Perkuat Pemberdayaan Keluarga

5
0
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru memberikan arahan kepada kader PKK saat pembinaan dan evaluasi 10 Program Pokok PKK di Sekretariat TP PKK Kabupaten OKU Timur, Martapura. (Foto: Agus/Cimutnews.co.id)

OKU TIMUR, cimutnews.co.id – PKK Sumatera Selatan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Feby Herman Deru saat melakukan Kunjungan Kerja Pembinaan dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Sekretariat TP PKK Kabupaten OKU Timur, Martapura, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kader PKK dalam menghadapi tantangan pembangunan keluarga yang semakin kompleks.

PKK Diminta Tinggalkan Pola Seremonial

Dalam arahannya, Feby Herman Deru menekankan bahwa gerakan PKK harus bergerak melampaui kegiatan seremonial. Setiap program yang dijalankan perlu memiliki tujuan yang jelas, menyelesaikan persoalan riil di tengah masyarakat, sekaligus mampu menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan oleh keluarga.

“Saya tidak mau yang hanya seremonial. Tetapi saya mau ada isi di dalam kegiatan tersebut,” tegas Feby di hadapan ratusan kader PKK.

Menurutnya, karakteristik setiap daerah berbeda sehingga keberhasilan tidak diukur dari kemampuan meniru program daerah lain. Sebaliknya, inovasi yang lahir dari kebutuhan lokal justru menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan masyarakat.

Ia mendorong daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga melalui penguatan UMKM, pelestarian budaya daerah, peningkatan kualitas pendidikan keluarga, hingga pengembangan keterampilan masyarakat sesuai karakter wilayah masing-masing.

Inovasi PKK OKU Timur Jadi Contoh Pemberdayaan Berbasis Kebutuhan

Rumah Dilan hingga Bank Sampah

Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes. memaparkan berbagai inovasi yang telah dijalankan sebagai implementasi 10 Program Pokok PKK.

Salah satu program unggulan adalah Rumah Dilan, pusat pembelajaran masyarakat yang menyediakan berbagai pelatihan secara gratis, antara lain:

  • Kelas menjahit
  • Kursus bahasa Inggris
  • Pelatihan tata boga
  • Pelatihan salon dan kecantikan
  • Pengembangan keterampilan produktif
Baca juga  Percepatan Tanam Digencarkan, Namun Tantangan Petani Masih Ada Fakta Lapangan: Program Didorong, Tapi Belum Semua Petani Merasakan

Selain itu, TP PKK juga mengembangkan sejumlah program sosial dan ekonomi lainnya, meliputi:

  • Kelas mengaji bagi masyarakat dan pekerja sektor informal
  • Santunan anak yatim
  • Program bedah rumah
  • Bantuan Rumah Cinta
  • Pembentukan koperasi PKK
  • Warung PKK
  • Rumah bibit di setiap kecamatan
  • Bank sampah
  • Pelatihan budidaya ikan
  • Pemanfaatan pekarangan keluarga
  • Berbagai layanan kesehatan keluarga

Menurut Sheila, seluruh program tersebut disusun melalui kolaborasi bersama organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi perempuan, hingga berbagai mitra pembangunan.

Penguatan Dasawisma Jadi Prioritas

Sheila menjelaskan, fokus berikutnya adalah memperkuat kelembagaan PKK hingga tingkat RT dan RW melalui optimalisasi Dasawisma.

Menurutnya, keberadaan kader di tingkat paling bawah menjadi faktor penting agar setiap program benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda organisasi.

“Ketika gerakan PKK tumbuh dari lingkungan terkecil dan lahir dari kesadaran masyarakat sendiri, maka program pemberdayaan tidak akan bergantung pada siapa pemimpinnya, tetapi akan terus berjalan karena telah menjadi budaya gotong royong,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis keluarga.

Pembangunan Keluarga Menjadi Fondasi Kemajuan Daerah

Dalam kesempatan itu, Feby Herman Deru juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan global.

Ia mendorong keluarga memberikan bekal keterampilan sejak dini, termasuk penguasaan bahasa asing tanpa mengesampingkan bahasa daerah sebagai identitas budaya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang dalam proses pengasuhan anak.

Menurutnya, pembangunan keluarga tidak bisa dibebankan hanya kepada salah satu pihak karena kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh peran seluruh anggota keluarga.

Di hadapan para kader, Feby juga mengingatkan bahwa amanah sebagai pengurus PKK merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga  Sekolah Berasrama Religi OKU Timur Diresmikan Herman Deru, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

“Kita harus melayani masyarakat, bukan kita yang minta dilayani,” katanya.

Gerakan PKK Selaras dengan Arah Pembangunan Nasional

Penguatan gerakan PKK sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Melalui 10 Program Pokok PKK, pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan keluarga, kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi rumah tangga, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan.

Di berbagai daerah, model pemberdayaan berbasis komunitas seperti pelatihan UMKM, pemanfaatan pekarangan, bank sampah, serta koperasi keluarga mulai berkembang sebagai strategi memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan karena masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima program.

Dari Administrasi Menuju Dampak Nyata

Perubahan paradigma yang ditekankan TP PKK Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan adanya pergeseran orientasi organisasi dari pendekatan administratif menuju pendekatan berbasis hasil (outcome).

Selama ini, keberhasilan program pemberdayaan kerap diukur dari jumlah kegiatan atau laporan administrasi. Padahal, indikator yang lebih penting adalah peningkatan kesejahteraan keluarga, bertambahnya keterampilan masyarakat, hingga munculnya kemandirian ekonomi warga.

Apabila pola seperti yang dikembangkan TP PKK OKU Timur mampu direplikasi secara konsisten, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek melalui peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan kualitas sumber daya manusia daerah dalam jangka panjang. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here