Beranda Muara Enim Marsidi Tekankan Pentingnya Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Korupsi 2025 di Muara Enim

Marsidi Tekankan Pentingnya Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Korupsi 2025 di Muara Enim

99
0
Marsidi memberikan sambutan terkait pentingnya pelatihan penanganan tindak pidana korupsi tahun 2025 di Hotel Griya Serasan Sekundang. (Foto: Eko/cimutnews.co.id):

Muara Enim, cimutnews.co.id — Komitmen pemberantasan korupsi di Kabupaten Muara Enim kembali mendapat dorongan kuat dari para pegiat antikorupsi. Bertempat di Hotel Griya Serasan Sekundang, Muara Enim, tokoh antikorupsi Marsidi menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menangani tindak pidana korupsi (Pidkor). Hal tersebut ia sampaikan dalam forum yang dihadiri oleh praktisi hukum, aparat penegak hukum, pegawai pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Marsidi menegaskan bahwa pelatihan penanganan tindak pidana korupsi yang akan diselenggarakan pada tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkuat integritas dan keahlian aparat negara. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan regulasi dan lembaga, melainkan juga membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang benar-benar memahami hukum dan etika.

Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas penegak hukum dan aparat terkait dalam menangani kasus korupsi secara profesional dan beretika,” ungkapnya.

Pelatihan Dua Batch, Fokus pada Hukum dan Etika

Pelatihan penanganan tindak pidana korupsi tahun 2025 tersebut akan digelar dalam dua batch. Batch 11 dijadwalkan berlangsung pada 7–9 November 2025, sedangkan Batch 12 akan dilaksanakan pada 5–7 Desember 2025. Kedua batch ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai aspek hukum pidana, tindak pidana korupsi, mekanisme penegakan hukum, serta etika profesional yang wajib dijunjung tinggi oleh para penegak hukum.

Topik-topik tersebut disusun berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan, mengingat korupsi masih menjadi salah satu persoalan serius yang menghambat pembangunan di banyak daerah. Dengan meningkatnya kompetensi para aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan, diharapkan proses penindakan korupsi dapat dilakukan lebih transparan, tepat sasaran, dan sesuai prosedur hukum.

Baca juga  Mitigasi Risiko, Lapas Muara Enim Gelar Penggeledahan Kamar Hunian dan Tes Urine

Muara Enim Didorong Menjadi Daerah Berintegritas

Dalam penyampaiannya, Marsidi juga menyoroti posisi Kabupaten Muara Enim sebagai daerah yang membutuhkan pembenahan serius dalam aspek tata kelola pemerintahan. Sejumlah kasus korupsi yang pernah terjadi di daerah ini menjadi pembelajaran bahwa integritas harus dibangun secara berkelanjutan dan sistematis.

Melalui pelatihan ini, Marsidi berharap Muara Enim dapat menunjukkan komitmen baru dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ia mengajak para peserta dan elemen masyarakat untuk tidak hanya memahami materi pelatihan, tetapi juga menerapkannya dalam praktik sehari-hari.

Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. Ini bukan hanya soal meningkatkan kemampuan pribadi, tetapi juga kontribusi nyata untuk bangsa dan daerah,” tegasnya.

Peran Akademisi dan Mahasiswa dalam Pemberantasan Korupsi

Salah satu keunikan dari penyelenggaraan pelatihan tahun 2025 ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi. Menurut Marsidi, pelibatan generasi muda sangat penting untuk menciptakan budaya antikorupsi sejak dini. Mahasiswa tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mendorong transparansi dan akuntabilitas di tengah masyarakat.

Beberapa mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai pendidikan antikorupsi harus lebih masif, terutama di daerah yang kerap menjadi sorotan dalam kasus penyelewengan anggaran.

Respon Peserta dan Harapan untuk Tahun 2025

Para peserta yang mengikuti sesi pembukaan menyatakan dukungan penuh terhadap program pelatihan ini. Mereka menilai penyelenggara mengambil langkah tepat dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang hukum pidana, penyidikan korupsi, serta etika profesi.

Menurut peserta, pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum teori, tetapi juga memberikan studi kasus, praktik analisis bukti, teknik penyidikan, hingga simulasi penanganan perkara korupsi. Hal ini agar hasil pelatihan dapat langsung diterapkan di instansi masing-masing.

Baca juga  Tingkatkan Partisipasi Ikuti Pilkada 2024, KPU Muara Enim Gelar Jalan Santai dan Senam Bersama

Akses Informasi Pendaftaran dan Kontak Penyelenggara

Untuk masyarakat, instansi pemerintah, ataupun mahasiswa yang berminat mengikuti pelatihan, panitia menyediakan akses informasi yang mudah dijangkau. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak penyelenggara atau dengan mengunjungi situs resmi yang telah disiapkan oleh panitia.

Marsidi menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya terbuka bagi aparat penegak hukum, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam mengenai mekanisme pemberantasan korupsi. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam edukasi antikorupsi, semakin besar peluang untuk menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Membangun Masa Depan Tanpa Korupsi

Pada akhir penyampaiannya, Marsidi kembali menekankan bahwa komitmen antikorupsi harus dimulai dari diri sendiri dan ditularkan kepada lingkungan terdekat. Pelatihan yang akan digelar pada akhir tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju masa depan yang bebas dari praktik korupsi, terutama di Kabupaten Muara Enim.

Kami ingin pelatihan ini menjadi momentum perubahan. Mari kita wujudkan Muara Enim dan Indonesia yang lebih bersih, jujur, dan berintegritas,” tutupnya. (Eko)