Beranda Nasional Menaker Dorong Generasi Muda Kuasai Skill Masa Depan Hadapi Era AI

Menaker Dorong Generasi Muda Kuasai Skill Masa Depan Hadapi Era AI

4
0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan generasi muda agar siap menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi AI, digitalisasi, dan otomatisasi. (Foto: Kemnaker/CN)

Jakarta, CimutNews.co.id – Perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, hingga otomatisasi menuntut generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang terus berkembang. Tantangan tersebut tidak lagi hanya berkaitan dengan memperoleh pekerjaan, tetapi juga mempertahankan daya saing melalui keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pesan itu menjadi sorotan dalam peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, ketika Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan bahwa kemampuan seseorang kini menjadi faktor yang semakin menentukan dibanding sekadar latar belakang pendidikan formal.

Skill Menjadi Modal Utama Dunia Kerja Baru

Perkembangan teknologi telah mengubah pola rekrutmen di berbagai sektor industri. Banyak perusahaan kini lebih menitikberatkan kemampuan praktis, adaptasi terhadap teknologi, hingga kompetensi digital dibanding hanya melihat ijazah yang dimiliki pelamar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan menghadapi perubahan.

“Kepada generasi muda, stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” ujar Yassierli.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan paradigma ketenagakerjaan yang kini mulai bergeser ke arah kemampuan nyata yang dapat langsung diterapkan dalam lingkungan kerja.

Di berbagai negara, peningkatan kompetensi atau upskilling bahkan telah menjadi strategi nasional dalam menghadapi transformasi industri yang berlangsung semakin cepat.

Transformasi Digital Mengubah Kebutuhan Industri

Kemajuan AI, Internet of Things (IoT), komputasi awan, hingga otomatisasi diperkirakan akan terus menciptakan jenis pekerjaan baru sekaligus mengubah pekerjaan yang sudah ada.

Dalam konteks tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting pemerintah agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.

Yassierli menilai upaya membangun kompetensi tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan.

Baca juga  Menaker Yassierli Tegaskan Penguatan Integritas Kemnaker untuk Cegah Gratifikasi dan Korupsi

Ia menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda, termasuk program yang digagas oleh XLSMART.

“Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa. Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa,” katanya.

Kolaborasi semacam ini dinilai mampu mempercepat lahirnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri saat ini maupun masa mendatang.

Pelatihan Vokasi Diperkuat Lewat Kemitraan

Komitmen memperkuat kompetensi tenaga kerja juga diwujudkan melalui penandatanganan kesepahaman bersama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan XLSMART.

Kerja sama tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) dengan fokus memperluas akses pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Program yang disiapkan mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) maupun Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai lokasi pelatihan.

Selain menyediakan pelatihan Internet of Things (IoT), kolaborasi itu juga diarahkan pada penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan dunia usaha, hingga fasilitasi pemagangan, proses rekrutmen, serta penempatan kerja bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan pelatihan dengan kebutuhan riil industri.

Mengapa Peningkatan Skill Menjadi Semakin Penting?

Perubahan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan.

Di satu sisi, AI mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Namun di sisi lain, otomatisasi juga berpotensi mengurangi kebutuhan pada sejumlah pekerjaan yang bersifat rutin.

Karena itu, penguasaan keterampilan baru menjadi salah satu cara agar tenaga kerja tetap memiliki daya saing.

Kemampuan yang diperkirakan semakin dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang antara lain literasi digital, analisis data, penguasaan teknologi AI, Internet of Things, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, hingga kemampuan memecahkan masalah.

Baca juga  Program Magang Nasional Batch 2 Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi Kompetensi Lulusan

Tidak kalah penting, kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) menjadi bekal agar seseorang mampu beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Tidak Ada yang Boleh Tertinggal

Pemerintah menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan secara inklusif.

Yassierli menekankan bahwa seluruh masyarakat harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses peningkatan kompetensi sehingga tidak ada kelompok yang tertinggal akibat perubahan teknologi.

“Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” tegasnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam praktiknya, keberhasilan transformasi ketenagakerjaan sangat bergantung pada tersedianya pelatihan yang mudah dijangkau, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar siap memasuki pasar kerja.

Harapan bagi Dunia Kerja Indonesia

Kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta melalui berbagai program pelatihan vokasi diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Implementasi program yang berkelanjutan akan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bagi generasi muda, peningkatan keterampilan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar mampu bersaing di tengah perubahan yang semakin cepat.

Dengan semakin luasnya akses pelatihan berbasis industri, sertifikasi kompetensi, serta peluang pemagangan dan penempatan kerja, diharapkan lebih banyak tenaga kerja Indonesia mampu mengisi kebutuhan pasar kerja modern sekaligus memperkuat daya saing nasional di era ekonomi digital.(Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here