Beranda Utama Moncer di Banyak Turnamen, Nama Sheva Mulai Jadi Sorotan Sepak Bola Sumsel

Moncer di Banyak Turnamen, Nama Sheva Mulai Jadi Sorotan Sepak Bola Sumsel

1
0
Abqory Sheva Alfiano saat tampil bersama PS Palembang di ajang Piala Gubernur Sumsel Regional Palembang U-15 2026. Penyerang muda tersebut sukses menjadi top skor dengan torehan tujuh gol. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Program pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Selatan selama ini kerap dipertanyakan efektivitasnya.

Namun di tengah persaingan ketat dan minimnya sorotan terhadap pemain muda daerah, nama Abqory Sheva Alfiano justru muncul sebagai salah satu talenta yang perlahan mencuri perhatian.

Lalu, apakah kemunculan Sheva menjadi tanda lahirnya striker masa depan Sumsel?

Nama pemain muda PS Palembang itu kini ramai diperbincangkan usai tampil tajam pada ajang Piala Gubernur Sumsel Regional Palembang U-15 2026.

Dalam turnamen tersebut, Sheva sukses mencetak tujuh gol dan keluar sebagai top skor kompetisi regional.

Catatan itu bukan sekadar angka biasa.

Berdasarkan penelusuran CimutNews.co.id, ketajaman Sheva ternyata sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir di berbagai level turnamen usia dini di Sumatera Selatan.

Pemain kelahiran Palembang, 26 Januari 2012 itu diketahui memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia delapan tahun.

Ia sempat menimba ilmu di Persegrata Alang-Alang Lebar bersama pelatih Yoyon Supriyono sebelum berpindah ke sejumlah sekolah sepak bola lain.

Saat pandemi Covid-19 tahun 2020, Sheva juga sempat bergabung dengan Elang Emas Sriwijaya.

Setelah itu, ia melanjutkan pembinaan di Sriwijaya Asah Soccer, Persetapo, hingga akhirnya menetap di Palembang Soccer Skills (PSS) sejak 2023 di bawah arahan pelatih Subagio Yasir dan Nelson.

Konsisten Cetak Gol, Namun Jalan Talenta Muda Tak Selalu Mudah

Secara statistik, Sheva memang terbilang menonjol.

Ia tercatat beberapa kali menyabet gelar top skor di berbagai turnamen usia dini.

Mulai dari Junior Soccer School, Labi-Labi Banyuasin, Garuda Anak Nusantara Regional Sumsel, hingga Liga Top Skor Sumsel.

Salah satu pencapaian paling mencolok terjadi saat Copa Ramadhan di Lapangan IBA Palembang.

Baca juga  Pemkab Lahat Serahkan SK Penugasan 139 Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP, Bupati Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Transparan

Kala itu Sheva mencetak 26 gol dalam satu turnamen.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, banyak pemain muda berbakat di daerah sering kali kesulitan menjaga konsistensi karier akibat minimnya kompetisi berjenjang dan perhatian serius terhadap pembinaan jangka panjang.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pelatih sekolah sepak bola di Sumsel yang mengaku kompetisi usia dini masih belum sepenuhnya stabil dari sisi pembinaan maupun kesinambungan turnamen.

Meski demikian, kemunculan pemain seperti Sheva dinilai menjadi sinyal positif bagi regenerasi sepak bola Sumatera Selatan.

Piala Gubernur Jadi Panggung Pembuktian

Dalam ajang Piala Gubernur Sumsel U-15 2026, Sheva kembali membuktikan ketajamannya sebagai penyerang.

Postur tubuhnya yang mencapai 173 sentimeter di usia muda dinilai menjadi salah satu keunggulan saat duel bola atas maupun perebutan ruang di lini depan.

Selain dikenal tajam, pemain bernomor punggung 7 itu juga beberapa kali tampil sebagai pembeda dalam pertandingan penting.

Tak hanya menjadi top skor, Sheva sebelumnya juga dinobatkan sebagai Best Player Liga Top Skor Sumsel U-14 2026 dan masuk Best Starting Eleven.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Sumsel kini mulai memiliki stok striker muda potensial yang benar-benar siap bersaing ke level nasional?

Pembinaan Dinilai Masih Jadi Tantangan

Sejumlah pemerhati sepak bola usia dini di Palembang menilai munculnya talenta muda seperti Sheva tidak boleh hanya berhenti pada level turnamen regional.

Menurut mereka, banyak pemain potensial daerah yang akhirnya sulit berkembang karena kurangnya kompetisi rutin dan jalur pembinaan yang konsisten.

“Kalau pemain muda hanya ramai saat turnamen, lalu setelah itu minim kompetisi, perkembangan mereka bisa terhambat,” ujar salah satu pelatih sepak bola usia dini di Palembang yang meminta namanya tidak disebutkan.

Baca juga  Pemkab Banyuasin Siaga Jelang Tahun Baru 2026, Sekda dan Forkopimda Ikuti Zoom Meeting Bahas Sitkamtibmas

Hingga kini, belum semua pemain muda Sumsel memiliki akses pembinaan yang merata.

Padahal, kompetisi berjenjang dan pendampingan jangka panjang disebut menjadi faktor penting dalam menjaga perkembangan talenta muda.

Fokus Sekolah dan Sepak Bola

Di tengah sorotan tersebut, Sheva kini tetap menjalani aktivitas layaknya pelajar biasa.

Ia diketahui sedang menjalani proses pendaftaran ke SMA Negeri 1 Palembang sambil terus fokus menjalani latihan dan persiapan menuju Putaran Provinsi Piala Gubernur Sumsel U-15 atau Piala Soeratin U-15 Sumatera Selatan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para pelatih dan ofisial yang selama ini membersamai saya. Termasuk juga teman-teman dari semua SSB yang pernah saya ikuti,” ujar Sheva.

Kini publik sepak bola usia dini Sumsel mulai menaruh perhatian terhadap perjalanan pemain muda tersebut.

Apakah ketajaman Sheva akan terus berlanjut hingga level nasional, atau justru menjadi salah satu talenta daerah yang perlahan tenggelam karena kurangnya sistem pembinaan?

Hingga kini, pertanyaan itu masih belum sepenuhnya terjawab (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here