
MUSI BANYUASIN, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi membuka Pasar Ramadhan atau Pasar Bedug 1447 H/2026 M yang dipusatkan di halaman Masjid Darussalam Sungai Lilin, Jumat (20/02/2026) sore. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Pembukaan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Muba H. Suradi, unsur Forkopimcam, Camat Sungai Lilin Yuliarto, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Muba Liliyani Abdur Rohman, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Sungai Lilin.
Ramadan dan Penguatan Ekonomi Daerah
Secara nasional, momentum Ramadhan dikenal sebagai salah satu periode yang mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Tradisi berburu takjil, berbuka puasa bersama, hingga meningkatnya konsumsi rumah tangga menjadi faktor penting dalam menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).
Pemerintah daerah di berbagai wilayah memanfaatkan momen ini untuk menghadirkan pasar Ramadhan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Musi Banyuasin, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal sekaligus memperkuat nilai sosial dan keagamaan.
Data Kegiatan dan Partisipasi Masyarakat
Pasar Ramadhan Sungai Lilin menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menjajakan berbagai menu khas berbuka puasa. Mulai dari aneka kolak, gorengan, minuman segar, hingga kuliner tradisional khas daerah tersedia untuk masyarakat.
Lokasi yang dipusatkan di halaman Masjid Darussalam dinilai strategis karena mudah dijangkau masyarakat. Selain sebagai pusat transaksi ekonomi, kawasan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan antarwarga.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Muba berencana memperluas pelaksanaan pasar Ramadhan ke seluruh kecamatan, agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Pernyataan Wakil Bupati
Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pasar Ramadhan merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat.
“Pasar Ramadhan ini bukan hanya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan menu berbuka puasa, tetapi juga menjadi peluang usaha bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan “Muba Maju Lebih Cepat” melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Peran Pemerintah dan UMKM
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Pemerintah Kabupaten Muba berkomitmen menjadikan Pasar Ramadhan sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal. Selain membuka peluang usaha, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi bagi produk kuliner khas daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muba, Hendra Tris Tomy, melalui Sekretaris Disperindag Mawardi Endang, menyampaikan bahwa pasar bedug memiliki fungsi yang lebih luas.
Menurutnya, selain sebagai tempat transaksi ekonomi, pasar ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga selama bulan Ramadhan.
Penjelasan Lanjutan dan Keamanan Pangan
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dijual. Ia menekankan pentingnya memastikan makanan dalam kondisi higienis, bergizi, dan bebas dari bahan berbahaya.
Hal ini dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat yang mengonsumsi makanan berbuka puasa. Pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
Imbauan dan Harapan
Pemerintah Kabupaten Muba mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Pasar Ramadhan dengan bijak, serta tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, para pelaku UMKM diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, sehingga mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
Penutup
Pembukaan Pasar Ramadhan Sungai Lilin menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
CimutNews mencatat bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, Pasar Ramadhan berpotensi menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dinanti, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Noto)

















