Beranda Nasional Persib Juara Lagi, Namun Persaingan Liga Masih Jadi Sorotan

Persib Juara Lagi, Namun Persaingan Liga Masih Jadi Sorotan

3
0
Pemain Persib Bandung merayakan keberhasilan meraih gelar juara BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (foto: timred/CN/)

JAKARTA, cimutnews.co.id — Persib Bandung kembali mengangkat trofi tertinggi sepak bola nasional.
Namun di balik pesta besar Bobotoh, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan publik sepak bola Indonesia.

Apakah dominasi satu tim selama tiga musim terakhir menjadi bukti kekuatan Persib semata, atau justru memperlihatkan ketimpangan persaingan di kompetisi?

Persib memastikan diri menjadi juara BRI Super League 2025/26 usai bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026).

Hasil itu cukup mengunci posisi puncak klasemen akhir. Meski memiliki poin sama dengan Borneo FC Samarinda, yakni 79 poin, Persib unggul head to head sehingga resmi keluar sebagai kampiun.

Keberhasilan tersebut sekaligus mencatat sejarah baru bagi Persib Bandung sebagai klub pertama di era Liga Indonesia yang mampu meraih tiga gelar beruntun.

Sebelumnya, Maung Bandung juga sukses menjadi juara pada musim 2023/24 dan 2024/25.

Sepanjang musim ini, Persib tampil sangat konsisten. Dari total 34 pertandingan, mereka mencatat 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan.

Tidak hanya itu, Persib juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik setelah hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim.

Dominasi Kandang yang Sulit Ditandingi

Kekuatan Persib paling terasa saat bermain di kandang sendiri.

Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib tidak pernah kalah sepanjang musim. Dari 17 laga kandang, mereka meraih 15 kemenangan dan dua hasil imbang.

Pencapaian tersebut membuat banyak pengamat menilai konsistensi Persib musim ini memang berada di level berbeda dibanding rival-rival lain.

Namun fakta di lapangan menunjukkan persaingan menuju gelar tetap berlangsung ketat hingga pekan terakhir.

Borneo FC Samarinda bahkan mampu menang telak 7-1 atas Malut United pada saat bersamaan.

Baca juga  Kemnaker–Shopee Gelar ToT Shopee Affiliate di Bekasi, Perkuat Kompetensi Digital Instruktur Vokasi Nasional

Meski demikian, kemenangan besar itu tetap tidak cukup menggusur Persib dari puncak klasemen.

Euforia Besar, Tapi Kompetisi Dinilai Belum Merata

Atmosfer kemenangan langsung pecah di Bandung sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Ribuan Bobotoh turun ke jalan dan memadati area sekitar stadion untuk merayakan sejarah hattrick juara tersebut.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pecinta sepak bola nasional yang menilai dominasi satu klub selama tiga musim berturut-turut bisa menjadi sinyal belum meratanya kekuatan kompetisi.

Sejumlah suporter di media sosial bahkan mempertanyakan kualitas regenerasi klub-klub pesaing yang dinilai belum mampu menjaga konsistensi sepanjang musim.

“Persaingan sebenarnya ketat, tapi Persib terlihat paling stabil dari sisi manajemen dan mental pemain,” ujar salah satu Bobotoh yang ditemui di kawasan GBLA.

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai faktor kestabilan finansial, kedalaman skuad, dan dukungan suporter menjadi pembeda utama Persib dibanding klub lain musim ini.

Konsistensi atau Alarm Kompetisi?

Keberhasilan Persib memang layak diapresiasi.

Namun munculnya dominasi berkepanjangan juga mulai memunculkan diskusi baru mengenai pemerataan kualitas kompetisi nasional.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah klub-klub lain mulai tertinggal dari sisi pembinaan dan manajemen?

Hingga kini, belum semua tim mampu menjaga performa stabil selama satu musim penuh seperti yang dilakukan Persib Bandung.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dominasi satu klub akan semakin sulit dipatahkan dalam beberapa musim ke depan. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here