
Terungkap, Rivalitas Persija vs Persib Kembali Memanas Usai Peluit Akhir
JAKARTA, cimutnews.co.id — Laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung memang sudah berakhir.
Namun tensi panas justru masih menjadi perbincangan setelah pertandingan usai.
Keributan antarpemain yang terekam di media sosial memunculkan banyak spekulasi.
Lalu, benarkah rivalitas kedua tim hanya terjadi di atas lapangan?
Duel Panas Berujung Kekalahan Persija
Persija Jakarta harus menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Sempat unggul melalui gol Alaaeddine Ajaraie, Macan Kemayoran gagal mempertahankan keunggulan setelah Persib membalas lewat dua gol Adam Alis.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Persija finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 65 poin.
Di sisi lain, kemenangan itu membuat Persib semakin kuat dalam perebutan gelar juara musim ini bersama Borneo FC.
Pernyataan Resmi Rizky Ridho
Kapten Persija, Rizky Ridho, mencoba meredam situasi usai pertandingan.
Ia menegaskan rivalitas antara Persija dan Persib hanya terjadi selama pertandingan berlangsung.
“Namun, yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan. Setelah semua selesai, kami para pemain tetap menjalin komunikasi dengan baik,” ujar Ridho.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul berbagai reaksi publik terkait keributan antarpemain yang viral di media sosial.
Meski pernyataan damai disampaikan kedua kubu, suasana panas pascalaga justru masih menjadi perhatian publik sepak bola nasional.
Namun fakta di lapangan menunjukkan rekaman video yang beredar memunculkan tafsir berbeda di tengah pendukung kedua tim.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat pemain Persib, Beckham Putra, diduga terlibat adu mulut dengan beberapa pemain Persija.
Tak hanya itu, muncul pula tuduhan yang menyebut adanya aksi fisik terhadap Beckham saat keributan berlangsung.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai kronologi lengkap insiden tersebut dari pihak penyelenggara maupun perangkat pertandingan.
Suporter Soroti Atmosfer Rivalitas
Sejumlah pendukung Persija dan Persib mengaku insiden seperti ini kerap terjadi ketika dua rival besar bertemu di lapangan.
Namun sebagian lainnya menilai tensi berlebihan berpotensi memperkeruh suasana sepak bola nasional.
“Kalau rivalitas ya wajar panas, tapi jangan sampai melewati batas,” ujar salah satu suporter Persija di Jakarta.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian pendukung Persib yang menganggap keributan tersebut muncul akibat tingginya tekanan pertandingan.
Rivalitas Besar dan Tekanan Kompetisi
Pertemuan Persija dan Persib selama ini memang selalu menyita perhatian publik.
Bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga gengsi besar dua tim dengan basis suporter terbesar di Indonesia.
Berdasarkan temuan di lapangan dan respons publik di media sosial, atmosfer pertandingan diduga ikut memengaruhi emosi pemain setelah peluit panjang dibunyikan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah rivalitas besar di sepak bola Indonesia sudah benar-benar mampu dikelola secara profesional?
Persija Dipastikan Gagal Mengejar Dua Besar
Kekalahan dari Persib membuat Persija dipastikan gagal mengejar posisi dua besar klasemen Super League musim ini.
Situasi itu memunculkan kekecewaan sebagian pendukung yang sebelumnya berharap Macan Kemayoran mampu menutup musim dengan hasil lebih baik.
Namun hingga kini, perhatian publik justru lebih banyak tertuju pada insiden pascalaga dibanding hasil pertandingan itu sendiri.
Apakah rivalitas panas Persija dan Persib akan terus berulang setiap musim, atau ada langkah konkret untuk meredam tensi di luar pertandingan? (Timred/CN)
Sumber : detik.com

















