Beranda Ogan Komering Ilir Pesantren Sumsel Jadi Sorotan, Cik Ujang Tegaskan Pendidikan Moral Tak Bisa Ditunda

Pesantren Sumsel Jadi Sorotan, Cik Ujang Tegaskan Pendidikan Moral Tak Bisa Ditunda

12
0
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Subulul Falah di Kecamatan Lempuing, OKI, Minggu (31/5/2026). (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan komitmennya mendukung penguatan pendidikan pesantren sebagai fondasi pembangunan karakter generasi muda di Sumsel. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Subulul Falah di Desa Tulung Harapan, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (31/5/2026).

Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan perubahan budaya di era digital, keberadaan pondok pesantren dinilai tidak lagi sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga benteng moral masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumsel menilai penguatan pendidikan berbasis pesantren menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

Dukungan Pemerintah untuk Pendidikan Pesantren

Juru Bicara Wakil Gubernur Sumsel, Firdaus Hasbullah SH MH, mengatakan kehadiran Cik Ujang dalam kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan pengasuh pesantren dalam menjaga pendidikan umat.

Menurut Firdaus, hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat agar pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik semata.

“Pesantren merupakan ruang persemaian nilai lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap umat, daerah, dan bangsa,” ujar Firdaus menyampaikan pesan Wakil Gubernur.

Kegiatan Haflah Akhirussanah itu diisi dengan khataman Al-Qur’an, wisuda siswa TK, MI, MTs, hingga MA Subulul Falah. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol keberhasilan pendidikan berbasis keagamaan yang menggabungkan kecerdasan intelektual dengan pembentukan akhlakul karimah.

Penghormatan untuk Ulama dan Pengasuh Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ulum, KH Ahmad Masluk Ar-Rodhi, serta Pengasuh Pondok Pesantren Subulul Falah, KH Syaifuddin.

Menurut Firdaus Hasbullah, kedua tokoh tersebut dinilai konsisten menjaga tradisi pendidikan pesantren sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.

Baca juga  Gelar Pasar Murah, Kendalikan Inflasi

“Beliau menyampaikan penghormatan atas dedikasi para kiai yang terus membina umat dan menjaga pendidikan karakter di tengah perubahan zaman,” katanya.

Pesantren dan Tantangan Pendidikan Modern

Penguatan pendidikan pesantren menjadi isu penting di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah pondok pesantren di Indonesia terus meningkat setiap tahun, termasuk di Sumatera Selatan yang memiliki ratusan lembaga pendidikan berbasis Islam tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, tantangan yang dihadapi pesantren juga semakin kompleks. Mulai dari kebutuhan peningkatan kualitas sarana pendidikan, adaptasi teknologi digital, hingga penguatan kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai keislaman.

Cik Ujang menilai pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya mencetak lulusan yang memahami ilmu agama, tetapi juga membangun karakter sosial dan spiritual generasi muda.

Infrastruktur Moral Dinilai Sama Pentingnya

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur Sumsel menegaskan pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari proyek fisik dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, penguatan “infrastruktur moral” melalui pendidikan keagamaan menjadi faktor penting menjaga stabilitas sosial masyarakat dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran berbagai pihak terhadap persoalan degradasi moral remaja, penyalahgunaan media sosial, hingga menurunnya budaya gotong royong di sejumlah wilayah.

Pesantren Kini Memiliki Peran Sosial yang Lebih Luas

Dalam konteks pembangunan daerah, pesantren saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai lembaga pendidikan tradisional. Banyak pesantren mulai berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan kewirausahaan, hingga penguatan literasi digital berbasis nilai keagamaan.

Fenomena ini terlihat di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, di mana pesantren mulai aktif membangun koperasi, UMKM santri, hingga pelatihan keterampilan kerja bagi generasi muda desa.

Baca juga  Dandim 0402/OKI Pimpin Upacara Bulanan dan Acara Perpisahan

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pesantren bukan semata agenda simbolik politik keagamaan, tetapi bagian dari strategi pembangunan sosial jangka panjang.

Pesantren Menjadi Benteng Sosial di Tengah Perubahan Digital

Satu hal yang mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir adalah meningkatnya peran pesantren sebagai “ruang aman sosial” bagi masyarakat desa. Ketika arus informasi digital semakin sulit dikontrol, pesantren justru menjadi tempat pembentukan karakter yang lebih stabil dan berbasis kedisiplinan nilai.

Karena itu, dukungan pemerintah terhadap lembaga pesantren diperkirakan akan terus menjadi prioritas, terutama dalam menghadapi tantangan sosial generasi muda di era teknologi dan media sosial.

Kehadiran Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang di Pondok Pesantren Subulul Falah menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal jalan, gedung, atau investasi, tetapi juga pembangunan karakter manusia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menilai pondok pesantren tetap menjadi salah satu pilar utama menjaga moralitas, persatuan, dan kualitas generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here