Beranda OKU Timur PKK OKU Timur Didorong Lestarikan Budaya, Tantangan Implementasi Masih Menanti

PKK OKU Timur Didorong Lestarikan Budaya, Tantangan Implementasi Masih Menanti

6
0
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, memberikan arahan saat pembinaan dan evaluasi 10 Program Pokok PKK di Kabupaten OKU Timur. (Foto: Agus/cimutnews.co.id)

OKU TIMUR, cimutnews.co.id — Upaya memperkuat peran keluarga dalam menjaga budaya lokal sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat kembali menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, ke Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/7/2026).

Di tengah berbagai program pemberdayaan yang dipaparkan, terdapat pesan yang menarik perhatian, yakni pentingnya mempertahankan penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga. Pesan tersebut muncul di tengah perubahan sosial yang membuat generasi muda semakin akrab dengan bahasa nasional maupun bahasa asing.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang saat ini terus dikembangkan?

Dalam sambutannya, Feby Deru menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, penggunaan bahasa daerah masih memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi antargenerasi, terutama antara anak-anak dengan orang tua maupun kakek-nenek yang masih menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyoroti aspek budaya, Feby juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah inovasi TP PKK Kabupaten OKU Timur, salah satunya program belajar mengaji yang menyasar kelompok masyarakat seperti tukang ojek, tukang becak, hingga masyarakat umum.

Program tersebut dinilai menjadi contoh bahwa pembinaan masyarakat tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi juga menjangkau kelompok yang selama ini jarang mendapat perhatian dalam kegiatan pemberdayaan.

Feby juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus mengenalkan makanan khas daerah kepada setiap tamu yang datang ke OKU Timur.

Menurutnya, promosi kuliner lokal, wastra, serta berbagai produk kerajinan daerah memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., menjelaskan bahwa berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat terus dijalankan melalui pelatihan keterampilan.

Baca juga  Investigasi CimutNews: Jalan Rusak di Kecamatan Cempaka Tak Kunjung Diperbaiki, Truk Terperosok di Sukabumi OKU Timur

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan bucket, pengembangan produk UMKM, hingga berbagai keterampilan yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, TP PKK Kabupaten OKU Timur juga terus mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) melalui kegiatan penanaman berbagai komoditas yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Program tersebut diarahkan agar setiap keluarga mampu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan pasar.

Namun demikian, keberhasilan berbagai program pemberdayaan tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya pelatihan atau kegiatan yang dilaksanakan.

Implementasi di tingkat masyarakat menjadi faktor yang menentukan apakah pelatihan benar-benar mampu meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat pelaku UMKM, serta mendorong lahirnya produk lokal yang memiliki daya saing lebih luas.

Begitu pula dengan upaya pelestarian bahasa daerah. Tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya menjaga agar bahasa tetap digunakan, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dan perubahan pola komunikasi membuat penggunaan bahasa daerah di sejumlah keluarga semakin berkurang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan pelestarian budaya yang selama ini digagas berbagai pihak.

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan, evaluasi, dan penilaian pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten OKU Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., Ketua GOW Kabupaten OKU Timur Nur Inayah, S.Pd., serta jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Hingga kini, efektivitas berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan masih akan bergantung pada kesinambungan pelaksanaan, partisipasi masyarakat, serta kemampuan seluruh pihak menjaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga. Pertanyaannya, mampukah berbagai program tersebut menghasilkan perubahan yang berkelanjutan, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan? (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here