Beranda Muara Enim Rumpun Hijau Camp 2026 di Muara Enim Dorong Perempuan dan Generasi Muda...

Rumpun Hijau Camp 2026 di Muara Enim Dorong Perempuan dan Generasi Muda Jadi Penggerak Transisi Ekonomi Hijau

3
0
Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si. membuka Rumpun Hijau Camp 2026 yang digelar bersama Kemenko PMK di Muara Enim, 11 Agustus 2026. (Foto: Eko/CimutNews)

MUARA ENIM, CimutNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan peran perempuan dan generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan melalui Ruang Masyarakat Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau (Rumpun Hijau) Camp 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di Hotel Griya Sintesa Muara Enim itu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat untuk membicarakan pemberdayaan, perlindungan sosial, lingkungan, serta arah transisi energi yang lebih inklusif.

Rumpun Hijau Camp 2026 dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si. Sementara Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK, Dr. dr. Nia Reviani, M.A.P.S., mengikuti kegiatan secara virtual.

Muara Enim Menghadapi Tantangan Transisi Ekonomi

Yulius menilai forum tersebut memiliki arti strategis bagi Muara Enim yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam.

Menurut dia, transformasi menuju ekonomi hijau perlu dipersiapkan sejak sekarang agar perubahan struktur ekonomi tidak hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga menyangkut kesiapan masyarakat menghadapi perubahan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Kabupaten Muara Enim pada 2025 tumbuh 5,42 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp128,20 triliun.

Namun, struktur ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi sektor pertambangan. Pada 2024, pertambangan dan penggalian menyumbang 69,59 persen struktur ekonomi Muara Enim, jauh di atas industri pengolahan sebesar 9,78 persen dan pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 6,26 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa agenda diversifikasi ekonomi menjadi penting ketika pembicaraan mengenai transisi energi dan ekonomi hijau semakin menguat.

Baca juga  Aset Pasar Muara Enim Raib, Pengawasan Jadi Sorotan

“Transformasi ekonomi hijau harus dipersiapkan dengan melibatkan masyarakat. Kelompok perempuan dan generasi muda jangan hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelopor dan penggerak pembangunan,” kata Yulius dalam kegiatan tersebut.

Perempuan dan Generasi Muda Jadi Bagian dari Transisi

Rumpun Hijau Camp tidak hanya menempatkan persoalan lingkungan sebagai agenda utama. Kegiatan ini juga membawa dimensi pemberdayaan perempuan, perlindungan sosial, kesehatan, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Pendekatan tersebut relevan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah melalui RPJMN 2025–2029 menempatkan penguatan implementasi transisi energi berkeadilan sebagai salah satu kegiatan prioritas pembangunan.

Konsep transisi berkeadilan menempatkan perubahan menuju sistem ekonomi dan energi yang lebih rendah emisi dalam kerangka yang tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Bagi daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor ekstraktif, perubahan tersebut memiliki konsekuensi yang lebih luas. Masyarakat membutuhkan keterampilan baru, peluang usaha alternatif, akses terhadap layanan dasar, sekaligus kepastian bahwa kelompok rentan tidak tertinggal dalam proses perubahan.

Karena itu, pelibatan perempuan dan generasi muda dalam forum seperti Rumpun Hijau dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kapasitas masyarakat dari tingkat komunitas.

Kemenko PMK Dorong Perlindungan Sosial dan Layanan Inklusif

Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK, Nia Reviani, mengapresiasi kesiapan Kabupaten Muara Enim dalam merespons agenda transisi energi berkeadilan.

Ia menekankan bahwa pembahasan transisi tidak cukup berhenti pada persoalan lingkungan maupun kondisi pascatambang.

Aspek perlindungan sosial dan akses terhadap layanan kesehatan yang inklusif, terutama bagi perempuan dan anak, juga perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

Nia berharap Rumpun Hijau Camp tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi mampu menghasilkan jejaring kolaborasi dan model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan lebih luas.

Baca juga  Pimpin Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semende Darat Laut, ini harapan Pj. Bupati Muara Enim

Harapan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Muara Enim untuk menguji berbagai bentuk inovasi berbasis komunitas sebelum dikembangkan menjadi praktik yang lebih luas.

Ekonomi Hijau Bukan Lagi Isu Lingkungan Semata

Agenda yang dibahas di Muara Enim sejalan dengan arah pembangunan nasional. RPJMN 2025–2029 menempatkan ekonomi hijau sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional, sementara pemerintah juga mendorong peningkatan peran generasi muda dalam ekonomi hijau.

Kementerian PPN/Bappenas menilai transformasi ekonomi hijau harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan lapangan kerja hijau serta ekosistem ekonomi rendah karbon.

Dalam konteks itu, daerah penghasil sumber daya alam menghadapi tantangan sekaligus peluang. Tantangannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas ekonomi berbasis sumber daya fosil secara bertahap tanpa menciptakan guncangan sosial dan ekonomi.

Sementara peluangnya terletak pada pengembangan sektor baru, seperti ekonomi sirkular, usaha berbasis lingkungan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, energi bersih, hingga usaha mikro yang melibatkan perempuan. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here