Beranda Musi Rawas Safari Jumat Gubernur Sumsel Diwarnai Harapan Infrastruktur Merata

Safari Jumat Gubernur Sumsel Diwarnai Harapan Infrastruktur Merata

7
0
Gubernur Sumsel Herman Deru saat Safari Jumat di Masjid Muhajirin, Musi Rawas.(Foto:Noto/cimutnews.co.id)

MUSI RAWAS, cimutnews.co.id — Peresmian 17 jembatan di Sumatera Selatan disambut antusias masyarakat.
Namun di tengah seremoni pembangunan infrastruktur itu, sebagian warga masih berharap akses jalan dan konektivitas daerah benar-benar merata.

Lalu, apakah pembangunan jembatan sudah sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan?

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru melaksanakan Safari Jumat di Masjid Muhajirin, Jalan Veteran, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran Herman Deru disambut hangat masyarakat dan jamaah masjid setempat.

Dalam kunjungannya, Gubernur menyampaikan bahwa agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peresmian 17 jembatan yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

“Terima kasih atas silaturahmi hari ini. Kehadiran saya di sini selain bersilaturahmi juga dalam rangka peresmian 17 jembatan di Sumsel,” ujar Herman Deru.

Ia juga mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Musi Rawas yang dinilai penuh kehangatan.

Selain itu, Herman Deru mengapresiasi Masjid Muhajirin yang disebut aktif dan ramai jamaah.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah masih menyisakan tantangan konektivitas yang dirasakan warga.

Sejumlah masyarakat mengaku keberadaan jembatan memang membantu mobilitas, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit diakses saat musim hujan.

Meski demikian, kondisi jalan penghubung menuju beberapa kawasan dinilai masih membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Kalau jembatan sudah bagus tentu sangat membantu. Tapi akses jalannya juga penting supaya masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar seorang warga Musi Rawas.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat pedesaan yang berharap pembangunan tidak hanya terfokus pada titik tertentu.

Baca juga  PKK Sumsel Lakukan Penilaian Program “Aku Hatinya PKK” di Musi Rawas, Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Keluarga

Sebab, berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sejumlah akses penghubung antarwilayah yang diduga belum sepenuhnya optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pembangunan jembatan yang diresmikan sudah diiringi pemerataan infrastruktur pendukung lainnya?

Pengamat pembangunan daerah menilai pembangunan jembatan memang menjadi langkah strategis untuk membuka konektivitas.

Namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi jalan pendukung, akses distribusi, hingga pemeliharaan jangka panjang.

Jika tidak dilakukan secara terintegrasi, manfaat pembangunan disebut berpotensi belum maksimal dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, Safari Jumat yang dilakukan Gubernur dinilai menjadi momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi warga di daerah.

Masyarakat berharap kunjungan tersebut bukan hanya seremonial, tetapi juga membawa solusi nyata terhadap kebutuhan infrastruktur dasar.

Hingga kini, pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu harapan utama masyarakat di berbagai wilayah Sumsel.

Apakah peresmian 17 jembatan ini akan benar-benar mempercepat konektivitas daerah, atau justru menyisakan pekerjaan rumah baru di lapangan? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here