
MUBA, cimutnews.co.id — Suasana berbeda terlihat di halaman Markas Polres Musi Banyuasin (Muba), Selasa (14/7/2026). Ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah, TNI, Polri, hingga lembaga penegak hukum berkumpul bukan untuk rapat ataupun apel resmi, melainkan mengikuti senam bersama yang dikemas sebagai ajang mempererat sinergi lintas sektor.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kekompakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Pemerintah Kabupaten Muba. Namun, di balik kebersamaan yang ditampilkan, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian publik: sejauh mana sinergi antarlembaga itu benar-benar berdampak pada pelayanan yang dirasakan masyarakat?
Hal ini menjadi menarik karena kolaborasi antarinstansi bukan hanya diukur dari banyaknya agenda seremonial, melainkan juga dari hasil nyata yang dapat dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, SH hadir langsung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Turut hadir Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo, Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kajari Musi Banyuasin Aka Kurniawan, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Silvi Ariani, Ketua Komisi I DPRD Muba Indra Kusuma Jaya, serta unsur Forkopimda lainnya.
Usai mengikuti senam, suasana semakin cair ketika para pimpinan daerah melanjutkan kebersamaan melalui pertandingan tenis meja persahabatan. Momen tersebut memperlihatkan hubungan yang akrab di antara para pemimpin daerah yang selama ini lebih sering terlihat dalam forum resmi pemerintahan.
Bupati Toha mengatakan kegiatan olahraga bersama bukan sekadar menjaga kesehatan, tetapi menjadi ruang komunikasi yang lebih santai untuk memperkuat koordinasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran fisik, melainkan wadah informal yang sangat efektif untuk berkoordinasi dan mempererat koordinasi demi kemajuan Kabupaten Muba,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut juga diikuti Sekretaris Daerah Muba Syafarudin, Asisten I Ardiansyah, Kepala Dispopar Muhammad Fariz, Plt Kepala Dinas Kominfo Daud Amri, Kabag Protokol Agung Perdana, Camat Sekayu Edi Heryanto, serta jajaran personel Polres Muba dan Kodim 0401/Muba.
Sinergi yang Diharapkan Tak Berhenti di Lapangan Senam
Di berbagai daerah, kegiatan olahraga bersama Forkopimda memang kerap menjadi sarana membangun komunikasi lintas lembaga. Hubungan yang harmonis diyakini dapat mempercepat koordinasi ketika menghadapi persoalan pemerintahan, keamanan maupun pelayanan masyarakat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan masyarakat umumnya lebih menaruh perhatian pada hasil nyata dibanding simbol kebersamaan para pejabat.
Sejumlah warga menilai koordinasi yang baik semestinya mampu mempercepat pelayanan administrasi, meningkatkan keamanan lingkungan, hingga mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Di sisi lain, masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat hingga menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kolaborasi Menjadi Modal Penting
Berdasarkan temuan di lapangan, komunikasi informal seperti olahraga bersama memang sering dinilai lebih efektif membangun kedekatan antarpimpinan dibanding forum formal yang penuh agenda.
Hubungan yang lebih cair berpotensi mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan yang membutuhkan keputusan cepat.
Meski demikian, efektivitas kegiatan seperti ini pada akhirnya tetap akan diukur melalui implementasi kebijakan di lapangan.
Hingga kini, belum semua masyarakat secara langsung dapat mengukur sejauh mana sinergi tersebut berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Belum ada penjelasan rinci mengenai indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk mengukur manfaat dari penguatan koordinasi lintas instansi tersebut.
Ke depan, publik tentu berharap kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan olahraga tidak berhenti sebagai simbol kekompakan semata, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin cepat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Musi Banyuasin.
Apakah semangat sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini akan berlanjut menjadi kolaborasi konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah? Pertanyaan itulah yang kini masih menjadi perhatian banyak pihak.(Noto)

















