Beranda Musi Banyuasin Bantuan Alsintan Muba Bertambah, Namun Manfaatnya Masih Menjadi Pertanyaan

Bantuan Alsintan Muba Bertambah, Namun Manfaatnya Masih Menjadi Pertanyaan

8
0
Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet meninjau bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI di Kantor Dinas TPHP Muba sebagai dukungan Program Strategis Nasional sektor pangan.(Foto: Noto/cimutnews.co.id)

SEKAYU, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menegaskan komitmennya mendukung Program Strategis Nasional (PSN) di sektor pertanian melalui Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan. Dukungan itu diperkuat dengan penyaluran puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI.

Namun, di balik bertambahnya bantuan peralatan modern tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian banyak pihak. Apakah peningkatan jumlah alsintan akan otomatis meningkatkan kesejahteraan petani, atau masih ada tantangan lain yang harus diselesaikan di lapangan?

Hal ini menimbulkan pertanyaan karena keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh banyaknya alat yang disalurkan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, pengelolaan lahan, hingga keberlanjutan pemanfaatannya.

Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH meninjau langsung bantuan alsintan di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (14/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap program peningkatan produksi pangan di daerah berjalan sesuai rencana.

Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan sendiri merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mempercepat target swasembada pangan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Toha menegaskan kesiapan Kabupaten Musi Banyuasin menjadi salah satu daerah pendukung utama keberhasilan program tersebut.

“Kabupaten Musi Banyuasin siap menjadi bagian dari keberhasilan Program Strategis Nasional di bidang pertanian. Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian ini menjadi kekuatan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan mengelola lahan secara lebih efektif serta efisien,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kelompok tani penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan seluruh alsintan secara maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca juga  Pasar Ramadhan Sungai Lilin Muba Resmi Dibuka, Dorong UMKM dan Perkuat Ekonomi Rakyat 2026

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Musi Banyuasin, Ir A Thamrin, menjelaskan bantuan tersebut merupakan kelanjutan dukungan pemerintah pusat terhadap Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan yang telah berjalan sejak 2025.

Bantuan yang diterima meliputi 31 unit traktor roda empat, 122 unit traktor roda dua, 61 unit rotavator, enam unit drone pertanian, serta 20 unit combine harvester. Seluruh alsintan tersebut telah didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani.

Program Cetak Sawah dipusatkan di Kecamatan Sekayu dan Kecamatan Lais, sedangkan Program Optimalisasi Lahan difokuskan di Kecamatan Lalan yang dinilai memiliki potensi pengembangan lahan pertanian cukup besar.

Namun fakta di lapangan menunjukkan…

Keberadaan alsintan memang menjadi kebutuhan penting bagi petani, terutama untuk mempercepat proses pengolahan lahan hingga panen. Namun berdasarkan temuan di lapangan, tantangan sektor pertanian tidak berhenti pada ketersediaan alat.

Sejumlah petani di berbagai daerah masih menghadapi persoalan klasik seperti kondisi infrastruktur irigasi, biaya operasional, akses bahan bakar, perawatan mesin, hingga kemampuan operator dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern.

Di sisi lain, distribusi alsintan juga membutuhkan pengelolaan yang transparan agar seluruh kelompok tani memperoleh kesempatan yang sama dalam memanfaatkannya. Hingga kini, belum semua wilayah memiliki kondisi lahan dan akses yang seragam sehingga efektivitas penggunaan bantuan masih memerlukan evaluasi secara berkala.

Belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pengawasan jangka panjang terhadap penggunaan seluruh bantuan tersebut, termasuk sistem pemeliharaan, jadwal operasional, maupun indikator keberhasilan yang akan digunakan dalam mengukur dampaknya terhadap peningkatan produktivitas petani.

Baca juga  Wujud Nyata Polres Banyuasin menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1446 H / 2025 M

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar kawasan pertanian berharap program ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata, tetapi benar-benar diikuti pendampingan, pelatihan operator, serta perbaikan sarana pendukung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Pengamat pembangunan pertanian menilai, modernisasi alat merupakan langkah positif. Namun keberhasilan swasembada pangan tetap ditentukan oleh sinergi antara teknologi, kesiapan petani, tata kelola lahan, serta keberlanjutan pendampingan di lapangan.

Jika seluruh komponen tersebut berjalan beriringan, bantuan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebaliknya, tanpa pengelolaan yang baik, sebagian alat berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal.

Hingga kini, Program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan di Kabupaten Musi Banyuasin terus berjalan sebagai bagian dari agenda nasional. Namun, apakah tambahan ratusan alsintan ini benar-benar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara merata, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam implementasinya di lapangan, menjadi pertanyaan yang akan terjawab seiring berjalannya program tersebut. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here