Beranda Palembang Sumsel United Ikuti Workshop “Sports Integrity Matters”: Perkuat Komitmen Integritas Sepak Bola...

Sumsel United Ikuti Workshop “Sports Integrity Matters”: Perkuat Komitmen Integritas Sepak Bola Profesional

102
0
1. Official dan pemain Sumsel United mengikuti Workshop Sports Integrity Matters secara daring dari ruang rapat Headquarter JSC. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

kembali digaungkan. Official dan pemain Sumsel United mengikuti Workshop Sports Integrity Matters yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/12) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Headquarter Jakabaring Sport City (JSC) dan menjadi bagian dari rangkaian program edukasi nasional tentang sports integrity bagi seluruh klub peserta Pegadaian Championship 2025/26.

Workshop tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PSSI, AFC, dan ILeague—tiga lembaga yang selama ini aktif mendorong terciptanya kompetisi sepak bola yang bersih, bebas kecurangan, serta mengikuti standar lisensi profesional tingkat Asia.

Edukasi Integritas untuk Klub Peserta Liga Profesional

Sekretaris Tim Sumsel United, Safrizal Afandi, menjelaskan bahwa Sports Integrity Matters merupakan program yang sudah dirancang PSSI untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada seluruh elemen klub terkait bahaya pelanggaran integritas dalam sepak bola. Dalam kompetisi profesional, integritas menjadi pilar utama karena menyangkut kepercayaan publik, kredibilitas liga, serta kualitas atlet.

“Workshop ini membahas pentingnya integritas olahraga, pencegahan match-fixing, serta tata kelola kompetisi yang bersih dan profesional,” ungkap Safrizal.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi PSSI dengan AFC dan ILeague bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memperkuat sporting criteria yang menjadi syarat wajib klub untuk mendapatkan AFC Licence, lisensi yang memungkinkan klub Indonesia bertanding di level Asia.

Komitmen untuk Memperkuat Profesionalisme Klub

Dalam paparannya, Safrizal menekankan bahwa edukasi integritas tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga seluruh lapisan di dalam klub, mulai dari official, staf tim, pelatih, hingga elemen manajemen. Semua harus saling terhubung dan memiliki pemahaman yang sama tentang aturan, risiko, serta langkah-langkah pencegahan kecurangan.

“PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia bersama ILeague selaku operator kompetisi berharap semua elemen klub dapat meningkatkan profesionalisme. Tujuan utamanya tidak lain demi kemajuan sepak bola Indonesia dan untuk memenuhi syarat sporting criteria AFC Licence,” jelasnya.

Baca juga  Oknum Polisi Diduga KDRT dan Selingkuh Dipatsus, Polda Sumsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Etik

Menurutnya, ketika pemain dan official mengerti dan memegang teguh prinsip integritas, maka klub dapat berkompetisi secara sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dunia sepak bola modern tidak lagi menoleransi praktik-praktik curang yang dapat merusak reputasi klub maupun kompetisi.

Perspektif Pemain: Workshop Dirasakan Sangat Positif

Pemain Sumsel United, Hafit Ibrahim, turut memberi tanggapan mengenai kegiatan edukasi tersebut. Baginya, workshop semacam ini sangat penting dan relevan bagi pemain yang terlibat langsung dalam kompetisi.

“Kegiatan Sports Integrity Matters yang digelar PSSI bekerja sama dengan AFC dan ILeague sangat baik dan positif,” ujarnya singkat.

Hafit mengatakan bahwa sebagai pemain, ia perlu memahami risiko yang mungkin terjadi di dunia sepak bola, terutama di era digital ketika ancaman manipulasi pertandingan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Pengetahuan tentang cara menghindari dan melaporkan pelanggaran integritas menjadi sangat penting.

Ia juga menilai bahwa edukasi ini memberikan pemahaman baru terkait bagaimana pemain harus bersikap profesional, menjaga kredibilitas diri, dan membangun karier sepak bola yang bersih.

Integritas sebagai Fondasi Kompetisi Modern

Di era ketika kompetisi sepak bola semakin kompetitif dan sorotan publik semakin besar, integritas menjadi komponen yang tidak dapat ditawar. Skandal match-fixing, suap, atau intervensi yang tidak sah dapat menghancurkan reputasi klub sekaligus merugikan banyak pihak. Karena itu, PSSI bersama AFC terus menekankan pentingnya nilai moral, transparansi, dan keamanan kompetisi.

Program Sports Integrity Matters sendiri telah menjadi standar edukasi internasional yang digunakan banyak federasi sepak bola untuk memastikan bahwa para pemain dan official benar-benar siap menghadapi dinamika kompetisi profesional.

Bagi Sumsel United, mengikuti workshop ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun klub yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga matang secara mental, etika, dan loyalitas terhadap nilai-nilai olahraga.

Baca juga  Reses DPRD Sumsel Dapil V di OKU dan OKU Selatan: Serap Aspirasi Pertanian, UMKM hingga Blank Spot Internet

Mendorong Sepak Bola Sumsel yang Lebih Profesional

Partisipasi Sumsel United dalam kegiatan nasional seperti ini memperlihatkan keseriusan klub dalam menatap kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Selain mempersiapkan tim dari sisi teknis dan fisik, klub juga berupaya memperkuat fondasi moral dan tata kelola internal.

Dengan semakin baiknya pemahaman pemain dan official mengenai integritas, diharapkan Sumsel United menjadi bagian dari kelompok klub yang memberikan contoh baik bagi sepak bola Sumatera Selatan dan Indonesia.

Ke depan, PSSI dan AFC akan terus memperluas jangkauan edukasi ini, termasuk menyediakan modul-modul pembelajaran bagi klub agar mampu menjaga integritas di sepanjang musim kompetisi. (Poerba)