Beranda Nusantara Tebing Longsor Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Akses KM 16 Sempat Lumpuh Total

Tebing Longsor Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Akses KM 16 Sempat Lumpuh Total

12
0
Material batu longsor menutup jalur nasional Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis, Jumat dini hari. (foto: Fm/cimutnews.co.id)

Trenggalek,Cimutnews.co.id,— Akses utama jalur nasional Trenggalek–Ponorogo di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, sempat ditutup total setelah material batu dari tebing longsor menutup badan jalan, Jumat (22/5/2026) dini hari.

Petugas gabungan melakukan pembersihan material longsor di kawasan rawan tebing Desa Nglinggis, Trenggalek. (foto: Fm/cimutnews.co.id)

Longsor berupa jatuhan bebatuan dari tebing setinggi sekitar 50 meter itu terjadi di kawasan Dusun Pacar, Desa Nglinggis. Material batu yang menutup jalan dinilai membahayakan pengguna jalur provinsi sehingga petugas memberlakukan penutupan sementara.

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (21/5/2026) malam.
“Bebatuan jatuh dari tebing dengan ketinggian kurang lebih 50 meter akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” ujar Triadi, Jumat pagi.

Menurutnya, penutupan jalur dilakukan beberapa kali karena kondisi cuaca yang belum stabil serta potensi longsor susulan masih tinggi di kawasan perbukitan tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Trenggalek, hujan mulai mengguyur wilayah Desa Nglinggis sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu, arus lalu lintas di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo KM 16 langsung ditutup total untuk mengantisipasi bahaya longsor.

Sekitar pukul 22.00 WIB, jalur sempat dibuka dengan sistem buka tutup. Namun hujan kembali turun pada pukul 24.00 WIB sehingga akses kembali ditutup total.

Jalur kemudian dibuka terbatas pada pukul 01.00 WIB sebelum akhirnya terjadi jatuhan bebatuan pada pukul 03.00 WIB.

Triadi menjelaskan, sepanjang jalur nasional Desa Nglinggis hingga perbatasan Kabupaten Ponorogo merupakan kawasan rawan longsor karena kontur perbukitan dengan kondisi tanah labil.

“Sepanjang jalan nasional Desa Nglinggis hingga perbatasan Kabupaten Ponorogo merupakan kawasan perbukitan yang rawan longsor,” katanya.

Usai kejadian, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung melakukan pembersihan material longsor. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 06.15 WIB dan selesai 15 menit kemudian.

Baca juga  Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka, Fakta Kasusnya Masih Minim Terungkap

Arus lalu lintas kembali dibuka pada pukul 06.35 WIB dengan sistem buka tutup sambil menunggu kondisi benar-benar aman.

BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Trenggalek–Ponorogo, terutama ketika hujan turun karena potensi longsor susulan masih cukup tinggi.(fm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here