Beranda Palembang Terungkap! OKI Jadi Juara I PPID Award Sumsel dengan Nilai 100, Apakah...

Terungkap! OKI Jadi Juara I PPID Award Sumsel dengan Nilai 100, Apakah Manfaatnya Sudah Dirasakan Masyarakat?

9
0
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKI Adi Yanto menerima penghargaan atas capaian nilai sempurna 100 dalam layanan keterbukaan informasi publik. (Foto: Asep/CimutNews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten berjuluk Bumi Bende Seguguk itu berhasil meraih Juara I kategori Baik Sekali pada SLIP (Sistem Layanan Informasi Publik) PPID Award 2026 dengan nilai sempurna 100, tertinggi di antara 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Prestasi tersebut menjadi sinyal bahwa tata kelola keterbukaan informasi di Kabupaten OKI dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah provinsi. Namun, di balik capaian tersebut, muncul pertanyaan yang juga menarik untuk dijawab: sejauh mana layanan informasi yang mendapat nilai sempurna itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?

Penyerahan penghargaan Juara I SLIP PPID Award 2026 kepada Pemerintah Kabupaten OKI pada Rakor dan Bimtek PPID se-Sumatera Selatan di Graha Bina Praja Palembang. (Foto: Asep/CimutNews)

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Sumatera Selatan di Graha Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (28/7/2026), yang diikuti PPID Utama maupun PPID Pelaksana dari seluruh kabupaten dan kota.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Transformasi Digital dan Penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk Keterbukaan Informasi Publik yang Cepat, Akurat, dan Akuntabel.” Tema tersebut mencerminkan arah baru pelayanan publik yang semakin mengandalkan teknologi digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Rika Efianti, mengatakan penguatan kapasitas PPID menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, pemanfaatan transformasi digital dan kecerdasan buatan dapat mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi informasi yang diterima masyarakat.

“Keterbukaan informasi publik harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Transformasi digital dan kecerdasan buatan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Apriyadi, yang menilai PPID merupakan salah satu wajah pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga  Mudik Gratis KA 2026 Hadir di Sumsel, KAI Divre III Ajak Masyarakat Segera Daftar dan Gunakan Kanal Resmi

Menurutnya, cara pemerintah mengelola informasi publik menjadi cerminan komitmen terhadap transparansi.

Nilai Sempurna, Komitmen yang Diakui

Kabupaten OKI memperoleh nilai sempurna 100 dan menjadi daerah dengan capaian tertinggi pada PPID Award tahun ini.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten OKI memperkuat tata kelola informasi publik melalui sinergi antara PPID Utama dan PPID Pelaksana di seluruh organisasi perangkat daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Adi Yanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, capaian tersebut juga lahir dari komitmen Bupati OKI Muchendi Mahzareki bersama Wakil Bupati Supriyanto dalam membangun pemerintahan yang terbuka.

“Alhamdulillah, capaian Juara I dengan nilai sempurna 100 menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik,” kata Adi.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti kolaborasi seluruh OPD dalam menyediakan informasi publik yang cepat, akurat, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Meski penghargaan menjadi indikator positif terhadap tata kelola administrasi pelayanan informasi, namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan keterbukaan informasi publik belum sepenuhnya selesai.

Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sebagian masyarakat yang lebih memilih memperoleh informasi pemerintahan melalui media sosial atau grup percakapan dibanding mengakses kanal resmi pemerintah. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi secara instan serta belum meratanya literasi digital.

Di sisi lain, masih terdapat warga yang mengaku belum mengetahui prosedur permohonan informasi publik melalui PPID maupun jenis informasi apa saja yang sebenarnya dapat diakses secara terbuka.

Situasi tersebut bukan berarti pelayanan informasi di OKI berjalan buruk. Sebaliknya, capaian nilai sempurna justru menjadi tantangan baru agar kualitas pelayanan administratif benar-benar diikuti dengan meningkatnya pemanfaatan layanan oleh masyarakat luas.

Baca juga  H. Devi Suhartoni Resmi Pimpin DPD PDI Perjuangan Sumsel 2025–2030, Tegaskan Konsolidasi dan Keberpihakan pada Wong Cilik

Transformasi Digital Belum Berhenti pada Penghargaan

Transformasi digital yang diusung dalam PPID Award 2026 juga membuka tantangan baru.

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi layanan, hingga sistem informasi berbasis elektronik memerlukan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, serta edukasi kepada masyarakat agar teknologi tersebut tidak hanya menjadi simbol modernisasi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah inovasi digital nantinya mampu mempercepat akses informasi hingga ke desa-desa, atau justru masih terkonsentrasi pada pelayanan administrasi di tingkat pemerintah.

Harapan Masyarakat Ada pada Kemudahan Akses

Sejumlah warga berharap pelayanan informasi publik tidak berhenti pada penghargaan semata.

Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukan hanya nilai yang diperoleh pemerintah, melainkan seberapa cepat informasi bisa diperoleh ketika dibutuhkan, seberapa mudah proses permohonan informasi dilakukan, serta seberapa transparan pemerintah menjelaskan berbagai program pembangunan.

Transparansi yang baik diyakini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman terhadap kebijakan pemerintah.

Komitmen Berlanjut

Adi Yanto memastikan Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memperkuat tata kelola informasi publik melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu membuat pelayanan informasi semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, hingga kini, belum semua indikator keberhasilan pelayanan informasi dapat diukur hanya melalui penghargaan. Tingkat pemanfaatan layanan oleh masyarakat, kemudahan akses, serta meningkatnya literasi informasi akan menjadi ukuran penting dalam menilai efektivitas keterbukaan informasi di masa mendatang.

Apakah capaian nilai sempurna ini akan benar-benar bertransformasi menjadi pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan dirasakan seluruh masyarakat OKI? Jawaban atas pertanyaan itu akan terlihat dari konsistensi pelayanan publik setelah penghargaan ini diraih. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here