
LAHAT, cimutnews.co.id — Menjelang peluncuran Program Sumur Minyak Rakyat di Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, berbagai persiapan terus dimatangkan. Pemerintah daerah memastikan aspek teknis, keamanan, hingga koordinasi lintas instansi berjalan sesuai rencana.
Namun, di balik kesiapan seremoni tersebut, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian masyarakat. Sejauh mana program ini nantinya benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan warga yang selama ini berada di sekitar wilayah penghasil minyak?
Hal itu menjadi sorotan karena pengelolaan sumur minyak rakyat bukan hanya soal peresmian, tetapi juga menyangkut tata kelola, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, hingga manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi persiapan launching di Desa Banjarsari, Sabtu (25/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan telah siap sebelum agenda resmi digelar.
Dalam peninjauan itu, Sekda didampingi Kabag Ops Polres Lahat, Kasat Intel Polres Lahat, Direktur Perseroda Kabupaten Lahat, Asisten II Setda Lahat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Lahat, Kabag Sumber Daya Alam Setda Lahat, Kepala Desa Banjarsari, hingga pihak Event Organizer (EO).
Rombongan mengecek sejumlah titik penting mulai dari lokasi utama acara, jalur keluar masuk tamu, area parkir, fasilitas pendukung, hingga pola pengamanan yang akan diterapkan saat kegiatan berlangsung.
Menurut Izromaita, koordinasi menjadi faktor utama agar pelaksanaan launching berjalan tanpa hambatan.
“Hari ini kita memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Setiap unsur harus memahami tugas dan tanggung jawabnya agar pada hari pelaksanaan tidak ada kendala yang berarti,” ujar Izromaita.
Ia juga menegaskan keberhasilan acara membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga seluruh unsur penyelenggara.
Launching Sumur Minyak Rakyat dijadwalkan akan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan serta Kapolda Sumatera Selatan. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan program ini menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian pemerintah.
Program tersebut digadang-gadang menjadi upaya memperbaiki tata kelola sumur minyak masyarakat agar lebih tertib, aman, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan sumur minyak rakyat di berbagai daerah selama ini masih menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Selain persoalan legalitas, aspek keselamatan kerja, pengawasan operasional, hingga potensi dampak lingkungan kerap menjadi perhatian dalam pengelolaan sumur masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap peluncuran program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar diikuti dengan sistem pengelolaan yang jelas, pendampingan bagi masyarakat, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Sejumlah warga di sekitar kawasan Merapi Timur mengaku optimistis apabila pengelolaan sumur rakyat dilakukan secara tertib. Mereka berharap aktivitas tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Di sisi lain, sejumlah pihak juga menilai keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan setelah launching berlangsung. Mulai dari mekanisme operasional, pembinaan pelaku usaha, hingga kepastian regulasi menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Berdasarkan temuan di lapangan, kawasan Merapi dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas energi cukup tinggi. Kehadiran program Sumur Minyak Rakyat diharapkan mampu menjadi model pengelolaan yang lebih baik dibanding praktik-praktik sebelumnya yang dinilai masih menghadapi berbagai kendala.
Meski demikian, hingga kini, belum semua skema teknis mengenai pengelolaan pasca-launching dijelaskan secara rinci kepada publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme pengawasan, pembagian manfaat, hingga langkah mitigasi terhadap potensi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya akan diukur dari suksesnya pelaksanaan launching ataupun besarnya dukungan pemerintah. Yang lebih penting adalah sejauh mana manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat sekitar serta bagaimana pengelolaan sumur minyak rakyat dapat berlangsung secara aman, legal, dan berkelanjutan.
Hingga kini, harapan terhadap program tersebut masih cukup besar. Namun apakah Launching Sumur Minyak Rakyat benar-benar akan menjadi titik awal perubahan bagi perekonomian masyarakat Merapi Timur, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pelaksanaannya, menjadi pertanyaan yang akan dijawab oleh realitas di lapangan setelah program berjalan. (Antoni)

















