Beranda Ogan Komering Ilir Terungkap, Satu Dusun di Air Sugihan Diduga Masih Jadi Titik Peredaran Sabu

Terungkap, Satu Dusun di Air Sugihan Diduga Masih Jadi Titik Peredaran Sabu

10
0
Satresnarkoba Polres OKI melakukan pengungkapan pada Selasa (5/5/2026) di Desa Bukit Batu, Dusun Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan (Foto:timred/CN)

OGAN KOMERING ILIR, cimutnews.co.id — Peredaran narkotika di wilayah pelosok Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali menjadi sorotan. Dalam satu hari, aparat kepolisian mengungkap dua kasus sabu di dusun yang sama di Kecamatan Air Sugihan.

Pengungkapan itu memunculkan pertanyaan baru. Jika dua kasus bisa terungkap dalam waktu berdekatan, seberapa besar sebenarnya aktivitas peredaran narkoba yang selama ini berlangsung di kawasan tersebut?

Satresnarkoba Polres OKI melakukan pengungkapan pada Selasa (5/5/2026) di Desa Bukit Batu, Dusun Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan.

Penangkapan dilakukan usai polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut. (Timred/CN)

Pengungkapan pertama dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi mengamankan pria berinisial AK (29), warga Kecamatan Pampangan yang diketahui tinggal sementara di Desa Bukit Batu.

Penangkapan dilakukan usai polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan tiga bungkus sabu di dalam tabung plastik berlakban hitam yang disimpan di atas meja kamar tersangka.

Tak hanya itu, polisi juga menyita satu unit timbangan digital, kotak plastik berisi klip kosong, serta pipet modifikasi yang diduga digunakan sebagai alat sendok sabu.

Total barang bukti yang diamankan mencapai 6,71 gram sabu.

Dalam pemeriksaan awal, AK mengaku telah menjalankan aktivitas penjualan sabu selama kurang lebih dua bulan terakhir di wilayah Air Sugihan.

Beberapa jam kemudian, Satresnarkoba Polres OKI kembali melakukan pengungkapan kedua di lokasi yang masih berada di Dusun Sungai Baung.

Dua pria berinisial AP (38) dan MR (20) diamankan di sebuah pondok kawasan desa tersebut.

Petugas menemukan lima paket sabu dengan berat bruto sekitar 1,83 gram yang disembunyikan di dalam bundel uang pecahan Rp20 ribu dan dibungkus kertas timah merah.

Baca juga  Kemenag OKI Kerjasama dengan Pemkab OKI dan MUI Gelar Sholat Istisqa Serentak, Memohon Segera Diturunkan Hujan

Tersangka AP mengakui kepemilikan barang bukti tersebut, sementara MR masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan, dua pengungkapan dalam satu dusun pada hari yang sama menjadi indikasi kuat bahwa kawasan tersebut masih aktif dalam peredaran narkotika.

Menurutnya, wilayah Air Sugihan kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dalam upaya pemberantasan jaringan narkoba di Sumatera Selatan.

“Dua kasus sabu dari satu dusun dalam satu hari menunjukkan bahwa kawasan ini memang menjadi perhatian serius kami. Satresnarkoba Polres OKI akan terus melakukan pengembangan untuk membongkar seluruh jaringan distribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut pengungkapan beruntun tersebut menjadi bukti konsistensi aparat dalam memerangi peredaran narkotika hingga ke wilayah desa.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, peredaran narkotika di wilayah pelosok diduga masih cukup mudah ditemukan meski penindakan rutin dilakukan aparat.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang mengaku khawatir aktivitas peredaran sabu dapat terus berkembang apabila jaringan di tingkat bawah tidak benar-benar diputus.

Kawasan Air Sugihan sendiri selama ini dikenal sebagai wilayah dengan akses yang cukup jauh dan medan yang tidak mudah dijangkau.

Hal itu diduga menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas peredaran narkotika kerap berpindah dan sulit terdeteksi secara menyeluruh.

Hingga kini, belum semua jalur distribusi yang diduga beroperasi di kawasan tersebut berhasil terungkap.

Sejumlah warga mengaku penangkapan pelaku narkoba di wilayah desa bukan lagi kabar yang mengejutkan.

“Kadang masyarakat curiga ada aktivitas mencurigakan, tapi tidak semua berani bicara,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Baca juga  Pemkab OKI_PT OKI Pulp Teken MOU Percepatan SPAM Air Sugihan

Warga lainnya berharap pengungkapan kasus tidak berhenti pada penangkapan pengguna maupun pengedar kecil saja.

“Kalau cuma yang bawah terus ditangkap, biasanya nanti muncul lagi yang baru,” katanya.

Dua kasus dalam satu dusun pada hari yang sama memperlihatkan adanya dugaan pola distribusi yang masih aktif di kawasan Air Sugihan.

Meski aparat berhasil mengungkap pelaku dan barang bukti, muncul pertanyaan apakah jaringan yang lebih besar sudah benar-benar terdeteksi.

Kondisi geografis wilayah, minimnya pengawasan di sejumlah titik, hingga faktor ekonomi diduga masih menjadi celah yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjalankan peredaran narkotika.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengungkapan yang dilakukan saat ini mampu memutus mata rantai peredaran sabu hingga ke akar jaringan?

Pengungkapan dua kasus sabu dalam sehari memang menjadi sinyal kuat bahwa aparat masih aktif melakukan penindakan.

Namun di balik itu, fakta bahwa kasus terjadi di lokasi yang sama juga memperlihatkan persoalan yang belum sepenuhnya selesai.

Hingga kini, kondisi tersebut masih menjadi perhatian masyarakat. Apakah ke depan pengawasan akan semakin diperketat, atau justru peredaran narkotika kembali muncul dengan pola baru? (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here