
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Perubahan status SMA dan SLB Hayza Nur Ilmi Palembang dari sekolah berbasis yayasan menjadi sekolah negeri resmi dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru di lingkungan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Jumat (12/6/2026).
Kehadiran sekolah negeri baru ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Namun, di balik seremoni peresmian dan optimisme yang disampaikan pemerintah, muncul pertanyaan yang kerap mengemuka setiap kali sekolah baru diresmikan: apakah kualitas pendidikan yang dijanjikan benar-benar dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat?
Sekolah Baru, Harapan Baru
Dalam sambutannya, Herman Deru mengaku bersyukur atas perubahan status sekolah tersebut menjadi sekolah negeri.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat pemerataan kualitas pendidikan melalui dukungan tenaga pengajar profesional dan sistem seleksi yang objektif.
“Setiap keberhasilan siswa ada peran besar seorang guru. Karena itu, kita menyiapkan tenaga pengajar terbaik melalui proses seleksi yang objektif dan independen agar kualitas pendidikan di Sumsel semakin merata,” ujar Herman Deru.
Ia berharap SMA Negeri Hayza Nur Ilmi mampu menjadi salah satu sekolah unggulan yang diminati masyarakat.
Sementara untuk SLB Negeri Hayza Nur Ilmi, Herman Deru menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang penuh perhatian, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Kita ingin anak-anak memiliki keberanian, karakter yang kuat, dan kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Fasilitas Disebut Memadai
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, mengatakan sekolah tersebut telah didukung sarana dan prasarana yang memenuhi standar sekolah negeri.
Selain itu, tenaga pendidik yang ditempatkan juga disebut memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pembelajaran.
“Kami berharap SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi menjadi sekolah yang diidam-idamkan masyarakat Sumatera Selatan,” ujarnya.
Peresmian sekolah negeri memang menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemerataan mutu pendidikan masih menjadi pekerjaan besar di berbagai daerah Sumatera Selatan.
Berdasarkan temuan di lapangan dalam sejumlah wilayah, persoalan seperti keterbatasan guru mata pelajaran tertentu, kualitas sarana pendidikan yang belum merata, hingga akses pendidikan bagi kelompok rentan masih menjadi tantangan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Karena itu, perubahan status sekolah menjadi negeri dinilai baru merupakan langkah awal.
Keberhasilan sesungguhnya akan sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan pendidikan yang berjalan setelah peresmian berlangsung.
Pendidikan Inklusif Jadi Sorotan
Kehadiran SLB Negeri Hayza Nur Ilmi juga membawa harapan baru bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Selama ini, pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik khusus hingga akses layanan yang belum merata.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah orang tua yang selama ini berharap tersedia lebih banyak pilihan sekolah dengan layanan pendidikan khusus yang terjangkau.
Peresmian sekolah ini diharapkan mampu menjawab sebagian kebutuhan tersebut.
Meski demikian, belum ada penjelasan rinci terkait kapasitas daya tampung, jumlah guru pendamping khusus, maupun target pelayanan siswa berkebutuhan khusus dalam beberapa tahun ke depan.
Harapan Masyarakat dan Tantangan Pemerintah
Sejumlah warga mengaku menyambut positif hadirnya SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi.
Status negeri dinilai dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas serta memberikan pilihan baru bagi masyarakat Palembang dan sekitarnya.
Namun demikian, masyarakat juga berharap kualitas pendidikan tidak hanya terlihat dari bangunan dan fasilitas fisik.
Konsistensi mutu pengajaran, kenyamanan belajar, serta prestasi siswa menjadi indikator yang nantinya akan dinilai langsung oleh masyarakat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana strategi pemerintah menjaga kualitas sekolah baru tersebut agar tetap kompetitif dan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan pendidikan semata.
Turut Dihadiri Sejumlah Pejabat
Peresmian SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi turut dihadiri Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.
Namun hingga kini, belum semua indikator keberhasilan sekolah baru ini dapat diukur secara langsung.
Apakah SMA dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi benar-benar akan menjadi model pendidikan unggulan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, atau justru masih menyisakan sejumlah tantangan yang baru akan terlihat dalam perjalanan ke depan?
(Poerba)

















