Beranda Palembang UMKM Palembang Didorong Naik Kelas, Ratu Dewa Tekankan AI dan Transformasi Digital

UMKM Palembang Didorong Naik Kelas, Ratu Dewa Tekankan AI dan Transformasi Digital

3
0
1. Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka Seminar UMKM bertema “Palembang Berdaya, UMKM Kito Level Up” di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (6/8/2026). (Foto: Poerba/cimutnews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kota Palembang mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak lagi hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperkuat daya saing.

Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat membuka Seminar UMKM Kota Palembang bertema “Palembang Berdaya, UMKM Kito Level Up” di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kamis (6/8/2026).

Seminar itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Palembang memperkuat kapasitas pelaku UMKM menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Ratu Dewa: UMKM Tidak Cukup Hanya Bisa Berjualan

Dalam sambutannya, Ratu Dewa mengatakan seminar UMKM menjadi ruang pembelajaran bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, sekaligus strategi yang dapat diterapkan dalam kegiatan bisnis.

Menurut dia, kehadiran narasumber yang kompeten diharapkan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi mampu memberikan wawasan praktis mengenai bagaimana usaha dapat dikembangkan secara lebih profesional.

“Dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang mumpuni, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk meningkatkan kualitas usahanya,” ujar Ratu Dewa.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa tantangan UMKM saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah, dikenal konsumen, mudah ditemukan, dan mampu bersaing di tengah perubahan pola perdagangan.

AI Mulai Dipandang sebagai Instrumen Bisnis

Salah satu perhatian utama Ratu Dewa adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan usaha.

Ia menilai perkembangan teknologi dapat membantu pelaku UMKM pada sejumlah aspek, mulai dari pemasaran, pembuatan konsep kemasan, pengelolaan usaha hingga publikasi produk.

“Dengan mampu memahami perkembangan era saat ini, khususnya dalam pemanfaatan AI, para pelaku UMKM akan lebih mudah melakukan pemasaran, menciptakan kemasan produk yang lebih baik, mengelola usaha secara lebih efektif, hingga mempublikasikan produk kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Baca juga  Isra Mi’raj 1447 H di Masjid Jamiatul Muawanah: Momentum Menyambut Ramadhan dan Menguatkan Ukhuwah Warga Sungai Pinang

Pemanfaatan AI dalam konteks tersebut bukan semata-mata soal mengikuti tren teknologi. Bagi UMKM, teknologi dapat menjadi alat untuk menghemat waktu, mempercepat pekerjaan pemasaran, membantu menghasilkan materi promosi dan membuka akses terhadap calon konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.

Mengapa Digitalisasi Menjadi Penting bagi UMKM?

Data pemerintah menunjukkan posisi UMKM memang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat UMKM mencakup sekitar 99 persen dari total unit usaha nasional, berkontribusi sekitar 60,51 persen terhadap PDB dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih sekitar 15,7 persen.

Angka tersebut memperlihatkan dua sisi sekaligus. Di satu sisi, UMKM merupakan fondasi ekonomi karena jumlah dan daya serap tenaga kerjanya besar. Di sisi lain, masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, akses pasar dan kemampuan UMKM masuk ke rantai pasok yang lebih luas.

Transformasi digital menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan tersebut. Bank Indonesia, misalnya, menempatkan QRIS sebagai salah satu pintu masuk UMKM ke ekosistem digital dan inklusi ekonomi-keuangan.

Hingga Semester I 2025, QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant. Sebanyak 93,16 persen merchant tersebut merupakan UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp579 triliun dari 6,05 miliar transaksi

Data tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi UMKM tidak lagi sebatas wacana. Sistem pembayaran, pemasaran digital, pencatatan transaksi hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI mulai menjadi bagian dari ekosistem usaha.

Palembang Punya Modal Ekonomi yang Besar

Dorongan agar UMKM naik kelas juga berlangsung ketika perekonomian Palembang memiliki basis ekonomi yang cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, perekonomian Kota Palembang pada 2025 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp226,47 triliun, sedangkan PDRB per kapita mencapai Rp130,92 juta

Baca juga  Senator Eva Susanti Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Ikan Lele

Dalam konteks tersebut, UMKM memiliki posisi penting karena aktivitas usaha skala mikro dan kecil bersentuhan langsung dengan konsumsi masyarakat, perdagangan, jasa, kuliner, ekonomi kreatif dan berbagai aktivitas ekonomi perkotaan.

Ratu Dewa menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Palembang saat ini mencapai 5,91 persen. Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat dengan kontribusi yang semakin kuat dari pelaku UMKM.

“UMKM harus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kota Palembang,” tegasnya.

Tantangan UMKM Bukan Sekadar Masuk Digital

Masuk ke ekosistem digital tidak otomatis membuat sebuah UMKM naik kelas. Digitalisasi baru memberikan dampak apabila dibarengi dengan kualitas produk, kemampuan mengelola keuangan, legalitas usaha, konsistensi produksi, pelayanan konsumen dan strategi pemasaran yang tepat.

Karena itu, seminar seperti “Palembang Berdaya, UMKM Kito Level Up” memiliki nilai strategis apabila pembelajaran yang diberikan berlanjut menjadi pendampingan. Pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan tentang aplikasi; mereka perlu memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan persoalan bisnis sehari-hari.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku UMKM tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil manfaat ekonominya. Produk yang lebih dikenal melalui media sosial harus berujung pada peningkatan penjualan, pembayaran yang lebih efisien, pelanggan yang lebih luas dan usaha yang lebih sehat.

Di tingkat nasional, pemerintah juga terus mendorong UMKM agar mampu bertransformasi dari usaha yang berorientasi pada pasar domestik menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih besar. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut peningkatan daya saing, inovasi, teknologi, pembiayaan, branding, legalitas, serta standardisasi masih menjadi sejumlah tantangan UMKM

AI Bisa Menjadi Pengungkit, Bukan Pengganti Pelaku Usaha

Hal yang menarik dari seminar ini adalah mulai ditempatkannya AI sebagai bagian dari pembicaraan pengembangan UMKM di tingkat daerah.

Baca juga  Prabumulih Raih Penghargaan Inflasi, Warga Masih Soroti Harga Pokok

Bagi pelaku usaha kecil, nilai AI justru terletak pada kemampuannya menjadi alat bantu. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu menyusun materi promosi, mencari ide konten, membuat rancangan komunikasi pelanggan atau membantu pekerjaan administratif.

Namun, keputusan bisnis tetap membutuhkan pemahaman terhadap karakter konsumen dan kondisi pasar. Dengan kata lain, teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi kualitas produk dan kemampuan membaca kebutuhan pelanggan tetap menjadi fondasi utama.

Pemkot Palembang Diharapkan Perkuat Ekosistem UMKM

Pemkot Palembang menyatakan akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, peningkatan kapasitas dan penguatan ekosistem usaha agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut penting karena pengembangan UMKM tidak dapat hanya bertumpu pada kegiatan pelatihan satu kali. Diperlukan kesinambungan antara peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, digitalisasi, legalitas, pemasaran, sertifikasi dan perluasan jaringan usaha.

Jika berbagai komponen tersebut berjalan secara terpadu, pertumbuhan UMKM tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari kemampuan mereka meningkatkan omzet, menciptakan lapangan kerja dan memperluas pasar.

Pada akhirnya, agenda “Palembang Berdaya” akan diuji bukan hanya dari seberapa banyak pelaku UMKM mengikuti seminar, melainkan dari seberapa banyak usaha yang benar-benar mampu naik kelas setelah mendapatkan pembinaan.

Dengan perekonomian Palembang yang mencapai Rp226,47 triliun pada 2025, penguatan UMKM menjadi salah satu ruang strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah memberikan dampak yang semakin luas kepada masyarakat (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here