
BANDUNG, CimutNews.co.id – Pemerintah Kota Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta kepada Pondok Pesantren Al-Falah di kawasan Dago, Kecamatan Coblong, yang terdampak kebakaran pada akhir Juni 2026. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus mempercepat proses pemulihan fasilitas pesantren yang rusak.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di kompleks Pondok Pesantren Al-Falah, Jalan Cisitu Baru Nomor 38, Selasa (7/7/2026). Kedatangannya disambut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Ustaz H. Ayi Hambali beserta jajaran pengurus dan para santri.
Dalam kunjungannya, Farhan meninjau sejumlah bangunan yang hangus terbakar, mulai dari masjid, asrama putri hingga gedung madrasah. Kondisi bangunan yang masih menyisakan puing-puing membuatnya tampak prihatin.
“Astagfirullahaladzim,” ucap Farhan saat melihat langsung bekas kebakaran yang menghanguskan sebagian besar fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren.
Bantuan Awal untuk Mendukung Pemulihan
Farhan menegaskan bantuan yang disalurkan melalui Baznas bukanlah keseluruhan kebutuhan pembangunan kembali pesantren, melainkan bantuan awal agar proses pemulihan dapat segera berjalan.
“Ini saya atas nama Baznas menyampaikan bantuan. Bukan keseluruhannya, tetapi bagian dari bantuan tersebut yang mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari solusi dari musibah yang kita alami bersama di sini,” ujar Farhan.
Menurutnya, proses rehabilitasi fasilitas pendidikan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha maupun masyarakat.
Ia juga mengajak warga Kota Bandung mempertahankan budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana maupun musibah.
“Insyaallah kita tawakal. Kita mah sami-sami urang Bandung. Sebagai sesama orang Bandung kita saling menjaga, warga jaga warga dan warga jaga kota,” katanya.
Pesantren Bangkit Setelah Kebakaran
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah, Ustaz H. Ayi Hambali, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Bandung dan Baznas yang hadir langsung melihat kondisi pesantren.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya bernilai material, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri, tenaga pendidik, dan seluruh keluarga besar pesantren.
“Hatur nuhun Pak Wali. Alhamdulillah kasumpingan bapak menjadi penyemangat bagi kami di sini untuk terus memperbaiki. Insyaallah mudah-mudahan ke depan kondisinya akan lebih baik daripada sekarang,” ujarnya.
Usai penyerahan bantuan, Wali Kota Bandung bersama pimpinan pesantren dan para santri melaksanakan Salat Zuhur berjemaah sebagai doa bersama agar proses pembangunan kembali berjalan lancar.
Kebakaran Hanguskan Fasilitas Utama Pesantren
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026. Api menghanguskan sejumlah bangunan penting di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah, di antaranya masjid, asrama putri, serta gedung madrasah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup berat pada fasilitas pendidikan dan tempat tinggal santri sehingga aktivitas belajar mengajar harus menyesuaikan kondisi yang ada.
Dalam berbagai kejadian kebakaran bangunan pendidikan, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan aktivitas belajar agar tidak mengganggu proses pendidikan dalam jangka panjang.
Peran Baznas dalam Penanganan Bencana
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat mengamanatkan bahwa dana zakat dapat didayagunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk penanganan korban bencana dan pemulihan sarana sosial maupun keagamaan.
Baznas di berbagai daerah selama ini tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan dalam program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga tanggap darurat kebencanaan. Penyaluran bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Falah menjadi bagian dari implementasi fungsi sosial tersebut.
Pesantren Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan SDM
Data Kementerian Agama menunjukkan Indonesia memiliki puluhan ribu pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan keagamaan sekaligus pembinaan karakter generasi muda. Keberadaan pesantren juga menjadi salah satu pendukung pembangunan sumber daya manusia sebagaimana diarahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta visi Indonesia Emas 2045.
Kerusakan fasilitas akibat bencana berpotensi menghambat proses pendidikan apabila tidak segera dipulihkan. Karena itu, dukungan pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Penyaluran bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Falah menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah memiliki peran dalam koordinasi dan fasilitasi, sementara lembaga filantropi seperti Baznas dapat mempercepat bantuan kemanusiaan melalui dana sosial yang dikelola secara resmi.
Dalam jangka pendek, bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan awal pemulihan fasilitas yang rusak. Namun, proses rekonstruksi secara menyeluruh tetap memerlukan dukungan lebih luas mengingat bangunan yang terdampak meliputi sarana ibadah, ruang belajar, dan asrama santri.
Dari sisi sosial, peristiwa ini memperlihatkan pentingnya budaya gotong royong yang masih menjadi modal sosial masyarakat Indonesia. Respons cepat dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga dapat mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi para santri.
Ke depan, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan bangunan pendidikan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran melalui penyediaan alat pemadam ringan, jalur evakuasi, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, serta edukasi mitigasi bencana bagi pengelola dan penghuni pesantren.(Holil)

















