
BANDUNG, CimutNews.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menunjukkan peran yang lebih luas dari sekadar penegakan ketertiban umum. Melalui aksi donor darah massal yang digelar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Gerakan Indonesia Asri, Satpol PP membuktikan komitmennya dalam mendukung aksi kemanusiaan sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Satpol PP Kota Bandung, Kamis (9/7/2026), diikuti personel Satpol PP serta aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan aparatur pemerintah.
Perwakilan panitia dari Satpol PP Kota Bandung, Atep, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak Gerakan Indonesia Asri tingkat nasional yang tahun ini akan dipusatkan di Kota Malang.
“Hari ini Satpol PP melaksanakan giat donor darah. Ini merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Asri tingkat nasional yang mengusung gerakan Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. Untuk puncak acaranya sendiri dilaksanakan di Kota Malang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian aparatur pemerintah kepada masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.
Peserta donor darah berasal dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM), Unit Pelaksana Teknis (UPT), KRS, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3). Keterlibatan lintas perangkat daerah tersebut memperlihatkan sinergi antarlembaga dalam mendukung program kemanusiaan.
Salah seorang peserta donor, D’Aryani, mengaku berhasil mendonorkan darah untuk pertama kalinya setelah sebelumnya beberapa kali gagal karena kadar hemoglobin (Hb) rendah.
“Saya baru kali pertama melakukan donor darah karena sebelumnya sempat HB rendah sehingga tidak bisa donor. Alhamdulillah sekarang lolos. Mudah-mudahan apa yang saya donorkan hari ini bermanfaat untuk sesama yang membutuhkan. Semoga ke depannya saya bisa mendonorkan darah secara rutin,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Bandung, agar tidak ragu mengikuti donor darah melalui PMI karena selain aman, kegiatan tersebut dapat membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Donor Darah Menjadi Bagian Penting Sistem Pelayanan Kesehatan
Donor darah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan. PMI secara rutin memasok darah ke rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan dengan komplikasi, penderita talasemia, anemia berat, kanker, hingga penyakit kronis lainnya yang memerlukan transfusi darah secara berkala.
Kementerian Kesehatan bersama PMI selama ini terus mendorong peningkatan jumlah pendonor sukarela sebagai langkah menjaga kecukupan stok darah nasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan agar setiap negara memiliki jumlah pendonor aktif yang mampu memenuhi kebutuhan transfusi secara berkelanjutan sebagai bagian dari sistem kesehatan yang tangguh.
Di Indonesia, kebutuhan darah cenderung meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk, berkembangnya layanan kesehatan, serta meningkatnya tindakan medis yang membutuhkan transfusi darah. Karena itu, keterlibatan berbagai institusi pemerintah maupun swasta dalam menggelar donor darah menjadi salah satu strategi memperluas basis pendonor sukarela.
Selaras dengan Pembangunan Kesehatan Nasional
Kegiatan donor darah yang digagas Satpol PP Kota Bandung sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Gerakan kolaboratif seperti ini juga mencerminkan implementasi semangat pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada fungsi pemerintahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui aksi sosial yang berdampak langsung.
Transformasi Satpol PP Menuju Institusi yang Lebih Humanis
Pelaksanaan donor darah massal menunjukkan perubahan paradigma Satpol PP yang selama ini lebih dikenal sebagai aparat penegak peraturan daerah. Melalui kegiatan sosial, institusi ini memperlihatkan wajah pelayanan publik yang lebih humanis serta membangun hubungan positif dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Aktivitas sosial seperti donor darah, bakti lingkungan, maupun edukasi masyarakat dapat memperkuat citra Satpol PP sebagai mitra masyarakat, bukan semata-mata aparat penegakan aturan.
Di sisi lain, keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah dalam satu kegiatan bersama memperlihatkan efektivitas kolaborasi lintas sektor. Model seperti ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain untuk mengintegrasikan kegiatan kemanusiaan ke dalam budaya kerja aparatur sipil negara.
Dalam jangka panjang, semakin banyak instansi pemerintah yang rutin menyelenggarakan donor darah akan membantu PMI menjaga stabilitas pasokan darah sepanjang tahun. Hal ini penting mengingat kebutuhan darah bersifat dinamis dan tidak dapat dipenuhi hanya melalui kegiatan donor yang bersifat insidental. (Holil)

















