Beranda OKI Mandira Muhasabah Akhir Tahun, dr Aisah Dahlan Kupas Rahasia Harmoni Rumah Tangga di...

Muhasabah Akhir Tahun, dr Aisah Dahlan Kupas Rahasia Harmoni Rumah Tangga di OKI

82
0
1. dr Aisah Dahlan menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Muhasabah Akhir Tahun dan Peringatan Hari Ibu di GOR Perahu Kajang, Kayuagung. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Kayuagung, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan dr Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP dalam kegiatan Muhasabah Akhir Tahun sekaligus Peringatan Hari Ibu yang digelar di GOR Perahu Kajang, Kayuagung, Selasa (16/12). Kegiatan ini diikuti ribuan jemaah yang mayoritas merupakan ibu-ibu majelis taklim se-Kabupaten OKI, serta peserta dari daerah sekitar seperti Ogan Ilir, OKU Timur, dan Kota Palembang.

2. Ribuan jemaah memadati GOR Perahu Kajang saat Muhasabah Akhir Tahun yang digelar Pemkab OKI. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Sejak pagi, area GOR tampak dipadati jemaah yang antusias mengikuti tausiyah dari sosok yang dikenal luas sebagai praktisi neuroparenting sekaligus pendakwah inspiratif tersebut. Dengan gaya penyampaian komunikatif dan mudah dipahami, dr Aisah mengajak para peserta untuk melakukan refleksi diri, khususnya dalam kehidupan rumah tangga dan peran perempuan sebagai ibu.

Dalam tausiyahnya, dr Aisah Dahlan mengangkat tema besar tentang pentingnya memahami perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan. Menurutnya, banyak konflik rumah tangga yang kerap berlarut-larut bukan disebabkan oleh hilangnya rasa cinta, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap perbedaan pasangan.

“Dalam banyak kasus, masalah rumah tangga itu bukan soal kurangnya cinta, tetapi kurangnya ilmu untuk memahami perbedaan cara kerja otak pasangan. Laki-laki dan perempuan punya fokus serta prioritas yang berbeda. Kalau ini dipahami, konflik akan lebih mudah dikelola,” ujar dr Aisah di hadapan ribuan jemaah.

Ia menjelaskan, perempuan pada umumnya membutuhkan koneksi emosional sebelum membicarakan solusi, sementara laki-laki cenderung membutuhkan waktu dan ruang untuk memproses masalah sebelum memberikan jawaban. Perbedaan ini, kata dia, kerap menjadi sumber kesalahpahaman jika tidak disadari sejak awal.

“Suami perlu memahami bahwa istri ingin didengarkan dulu sebelum diberikan solusi. Sebaliknya, istri juga perlu memahami bahwa suami butuh ruang untuk berpikir. Ketika dua hal ini saling dimengerti, rumah tangga bisa menjadi tempat yang aman dan menenangkan,” jelasnya.

Baca juga  HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Sumsel, Herman Deru Tekankan Peran Strategis Perempuan ASN dalam Pembangunan

Lebih jauh, dr Aisah menekankan pentingnya empati, penerimaan, dan komunikasi yang sehat dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia mengingatkan bahwa rumah tangga bukanlah arena untuk saling memenangkan ego, melainkan ruang tumbuh bersama.

“Kalau ingin rumah tangga bahagia, berhentilah ingin selalu menang sendiri. Belajarlah memahami, bukan menuntut,” tambahnya, yang disambut anggukan dan tepuk tangan para jemaah.

Sementara itu, Bupati OKI H Muchendi Mahzareki dalam sambutannya mengatakan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat dan daerah. Menurutnya, keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi yang sehat secara mental, emosional, dan spiritual.

“Pemerintah daerah meyakini pembangunan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur. Keluarga yang kuat dan harmonis adalah kunci lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Muchendi.

Ia menilai, kegiatan muhasabah akhir tahun seperti ini memiliki makna penting sebagai ruang refleksi bersama, terutama bagi para ibu yang memegang peran sentral dalam pendidikan karakter anak di dalam keluarga.

“Kita jadikan akhir tahun ini sebagai momentum untuk mengevaluasi diri, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, serta memperkuat peran suami, istri, dan orang tua dalam mendidik anak-anak kita,” katanya.

Muchendi juga menegaskan komitmen Pemkab OKI untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung ketahanan keluarga. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari keluarga yang sehat dan harmonis.

“Ketahanan keluarga adalah investasi jangka panjang. Dari keluargalah lahir generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan mampu membawa daerah ini ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten OKI turut menyerahkan Baznas Award sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi aktif dalam penguatan peran zakat serta kegiatan sosial dan keagamaan di Kabupaten OKI. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Baca juga  Pemkab OKI Gandeng Gen Z Untuk Berantas Stunting

Kegiatan Muhasabah Akhir Tahun dan Peringatan Hari Ibu ini pun ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar keluarga-keluarga di Kabupaten OKI senantiasa diberi ketenangan, keberkahan, dan kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan ke depan. (Asep)