Beranda OKI Mandira Nurmala Dewi, Honorer Sejak 2017 yang Dapat Hadiah Motor Saat Dilantik Jadi...

Nurmala Dewi, Honorer Sejak 2017 yang Dapat Hadiah Motor Saat Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu di OKI

713
0
1. Bupati OKI Muchendi menyerahkan hadiah sepeda motor kepada Nurmala Dewi saat pelantikan PPPK paruh waktu. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id – Rezeki memang tidak pernah salah alamat. Itulah yang dirasakan Nurmala Dewi (35), tenaga honorer di Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang mendadak menjadi sorotan dalam acara pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Senin pagi (29/12/2025).

Momen penuh haru ini terjadi ketika Bupati OKI, Muchendi, memberikan kejutan tak terduga: satu unit sepeda motor yang didapatkan melalui undian khusus bagi peserta pelantikan. Hadiah ini bukan sekadar simbol keberuntungan, tetapi juga bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap loyalitas dan ketekunan para tenaga honorer, khususnya sosok seperti Nurmala yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri.

Air Mata Haru di Balik Hadiah Tak Terduga

Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat itu mendadak menjadi penuh emosi ketika nama Nurmala diumumkan sebagai pemenang undian sepeda motor. Bupati Muchendi menyerahkan langsung hadiah tersebut dengan didampingi Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi.

“Semoga dengan motor ini, kinerjanya semakin meningkat,” ujar Bupati Muchendi dengan senyum yang langsung disambut tepuk tangan peserta pelantikan.

Nurmala, yang tak menyangka sedikit pun akan mendapatkan hadiah besar tersebut, tak mampu menahan air mata. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya berterima kasih sekali kepada Bapak Bupati. Tidak menyangka akan mendapatkan motor, alhamdulillah,” ucapnya penuh haru.

Tampak jelas bahwa hadiah ini bukan hanya membantu aktivitasnya sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat baru dalam perjalanan kariernya sebagai abdi negara.

Perjalanan Panjang Seorang Ibu Dua Anak

Di balik senyum dan air mata bahagia itu, tersimpan perjalanan panjang yang penuh ketekunan. Nurmala Dewi telah bekerja sebagai honorer sejak tahun 2017. Sebagai ibu dari dua anak, ia harus pintar membagi waktu antara pekerjaan, rumah tangga, dan perjuangan mengikuti seleksi ASN.

Baca juga  Produktivitas Padi OKI Tembus 6,6 Ton Per Hektare

Beberapa kali mengikuti tes CPNS, Nurmala belum berhasil. Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia tetap setia bekerja, berpegang pada harapan bahwa suatu hari usahanya akan dihargai.

“Bangga menjadi honorer dan bisa tetap mengabdi meski menghadapi banyak tantangan. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Nurmala.

Kisahnya menjadi potret nyata semangat ribuan tenaga honorer di seluruh Indonesia yang terus berjuang demi mendapatkan kepastian status kepegawaian.

Pelantikan PPPK OKI Tahun 2025: Ribuan Formasi Paruh Waktu

Pelantikan yang diikuti oleh ratusan pegawai paruh waktu ini merupakan bagian dari pengadaan PPPK OKI tahun 2025. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKI, Antonius Leonardo, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah mengusulkan 4.600 formasi PPPK paruh waktu.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • Tenaga teknis: 3.002 formasi
  • Tenaga kesehatan: 962 formasi
  • Tenaga guru: 600 formasi

Antonius menjelaskan bahwa meski jumlah formasi mencapai ribuan, tidak semua peserta dapat mengikuti pengukuhan karena sejumlah alasan seperti mengundurkan diri, tidak aktif, memasuki masa pensiun, atau meninggal dunia.

“Formasi ini kami usulkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik di berbagai sektor. Keberadaan tenaga PPPK paruh waktu sangat diperlukan masyarakat,” jelas Antonius.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan teknis di berbagai instansi.

Apresiasi yang Memantik Semangat Baru

Hadiah sepeda motor bagi Nurmala memang hanya satu dari ribuan peserta pelantikan. Namun maknanya lebih besar dari sekadar undian. Kejutan tersebut menjadi simbol bahwa ketulusan dalam bekerja tidak pernah sia-sia. Bagi pemerintah daerah, pemberian apresiasi seperti ini diharapkan dapat memotivasi pegawai lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca juga  Sumsel United Kantongi Lima Laga Kandang di Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2025/26, Asa Laskar Juaro Kian Terbuka

Bupati Muchendi menegaskan bahwa pelantikan PPPK paruh waktu tahun ini bukan hanya urusan administratif, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerintahan yang produktif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin setiap pegawai merasakan bahwa kerja keras mereka diakui. Pemerintah hadir untuk mendukung, memotivasi, dan memastikan mereka dapat bekerja dalam kondisi yang semakin baik,” ungkap Bupati.

Kisah Inspiratif dari Nurmala Dewi

Di tengah proses panjang reformasi kepegawaian di Indonesia, kisah Nurmala Dewi menjadi contoh bahwa konsistensi dan dedikasi akan selalu menemukan jalannya. Ia memulai perjalanan sebagai honorer, melewati masa-masa sulit sebagai ibu bekerja, hingga akhirnya mendapat pengakuan formal sebagai PPPK paruh waktu dan pulang membawa rezeki tak terduga.

Perjalanan ini memperlihatkan bahwa kerja keras tidak hanya dibalas dengan status, tetapi juga kesempatan—kadang datang dalam bentuk yang tak terduga seperti sepeda motor yang kini akan menemani aktivitasnya sehari-hari. (Asep)