
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI tingkat Kota Palembang Tahun 2026 dalam seremoni yang berlangsung khidmat di kawasan Kambang Iwak, Sabtu malam (7/2/2026). Kegiatan syiar Islam tahunan ini diikuti lebih dari 500 kafilah dari 18 kecamatan se-Kota Palembang yang akan berkompetisi pada berbagai cabang lomba mulai 9 hingga 14 Februari 2026.
Pembukaan MTQ tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dewan hakim, serta masyarakat. Suasana religius dan kebersamaan mewarnai acara yang menjadi bagian penting pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter Qurani di tingkat daerah.
Secara nasional, penyelenggaraan MTQ merupakan agenda strategis pembinaan umat yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi tilawah, tetapi juga penguatan pemahaman, penghayatan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Pemerintah daerah di berbagai wilayah menjadikan MTQ sebagai sarana membangun karakter generasi muda yang religius, moderat, dan berakhlak.
Dalam konteks Kota Palembang, MTQ menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk memperkuat kehidupan sosial keagamaan yang harmonis. Partisipasi ratusan kafilah dari seluruh kecamatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pembinaan tilawah dan ilmu Al-Qur’an.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang sekadar rutinitas tahunan ataupun ajang meraih gelar juara. Menurutnya, esensi utama kegiatan ini adalah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari masyarakat.
“MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum untuk membumikan Al-Qur’an. Saya berharap nilai-nilai Al-Qur’an yang dipelajari dan dilombakan di sini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Ratu Dewa.
Ia juga mengajak seluruh peserta, pembina, dan masyarakat menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat persatuan serta membangun generasi Qurani yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai spiritual. Pemerintah Kota Palembang, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan yang berdampak pada pembinaan moral dan sosial masyarakat.
Di sisi lain, nuansa kompetisi mulai terasa sejak hari pembukaan. Para kafilah dari 18 kecamatan datang dengan persiapan matang, baik dari sisi kemampuan tilawah, pemahaman tafsir, hingga cabang-cabang lomba lain yang dipertandingkan. MTQ tidak hanya menjadi ajang seleksi prestasi, tetapi juga ruang silaturahmi antarwilayah di Kota Palembang.
Camat Ilir Timur I, H. Purba Sanjaya, mengungkapkan optimisme untuk kembali meraih prestasi juara umum seperti tahun sebelumnya. Ia menyebut pembinaan peserta telah dilakukan secara intensif, termasuk penguatan mental dan kesiapan teknis para kafilah.
“Ya, tahun kemarin kita juara umum. Insya Allah tahun ini akan kita pertahankan semaksimal mungkin. Kami sadar tantangannya jauh lebih berat, karena meraih itu seringkali lebih mudah daripada mempertahankan. Namun dengan persiapan yang sudah dilakukan para kafilah, kami optimis bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Ilir Timur I,” ujarnya.
Meski demikian, semangat sportivitas tetap menjadi pesan utama dalam kompetisi MTQ. Pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari sejauh mana kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Selama pelaksanaan lomba hingga 14 Februari 2026, panitia bersama dewan hakim memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, transparan, dan menjunjung tinggi nilai keadilan. Pengawasan dilakukan agar proses penilaian berlangsung objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat Palembang juga diimbau memanfaatkan momentum MTQ sebagai ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Kehadiran publik dinilai penting untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta sekaligus menumbuhkan atmosfer religius di tengah kehidupan perkotaan.
Ke depan, Pemerintah Kota Palembang berharap MTQ tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga generasi muda yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Nilai kejujuran, kedisiplinan, toleransi, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ajaran Al-Qur’an diharapkan mampu memperkuat ketahanan moral masyarakat.
Menutup pembukaan MTQ, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual. Pembinaan keagamaan dinilai sebagai fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang harmonis, berdaya saing, dan berkarakter.
Dengan partisipasi luas masyarakat serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, MTQ XXXI Kota Palembang diharapkan berjalan sukses dan memberi dampak positif berkelanjutan. Ajang ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang penguatan nilai-nilai spiritual yang menuntun kehidupan bersama.(Poerba)

















