Beranda OKI Mandira Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi OKI 2025 Resmi Digelar, 385 Calon Jemaah Ikuti...

Pembukaan Manasik Haji Terintegrasi OKI 2025 Resmi Digelar, 385 Calon Jemaah Ikuti Pembekalan Menuju Tanah Suci

46
0
1. Suasana pembukaan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten OKI di Masjid Al Ikhlas, Kayuagung, diikuti ratusan calon jemaah haji.(Foto: Diskominfo/CN)

OKI, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kementerian terkait resmi membuka kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten yang dipusatkan di Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Jua-Jua, Kayuagung, Minggu (9/2/2025). Sebanyak 385 calon jemaah haji mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji tahun berjalan.

2. Asisten I Setda OKI Alamsyah saat memberikan sambutan dan pembekalan kepada calon jemaah haji tahun 2025. .(Foto: Diskominfo/CN)

Pembukaan manasik berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, petugas penyelenggara haji, serta keluarga calon jemaah. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan jemaah, baik dari sisi pemahaman tata cara ibadah, kesehatan fisik, maupun kesiapan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Mewakili Bupati OKI, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alamsyah, menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jemaah yang telah memperoleh kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.

“Ibadah haji merupakan panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak semua orang mendapatkannya. Karena itu, para calon jemaah diharapkan mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta memperdalam pemahaman ilmu agar ibadah dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan sempurna,” ujarnya.

Menurut Alamsyah, pelaksanaan manasik memiliki peran strategis sebagai bekal utama bagi calon jemaah. Manasik tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menjadi sarana pembelajaran komprehensif mengenai tata cara pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat, termasuk kesiapan menghadapi kondisi lingkungan dan budaya yang berbeda di Arab Saudi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji asal Kabupaten OKI yang telah dipercaya mendampingi jemaah. Para petugas diharapkan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta mengutamakan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah.

“Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan manasik, pemberangkatan, hingga kepulangan jemaah ke tanah air,” tegasnya.

Baca juga  Didukung Relawan, Paslon JADI Siap Wujudkan Perubahan di OKI

Secara nasional, penyelenggaraan ibadah haji terus menjadi perhatian pemerintah melalui penguatan layanan, pembinaan jemaah, serta peningkatan kualitas manajemen keberangkatan. Program manasik terintegrasi di daerah merupakan bagian dari kebijakan tersebut guna memastikan setiap jemaah memahami rangkaian ibadah secara benar sekaligus menjaga kesehatan selama menjalankan rukun Islam kelima.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten OKI, Mutawali, menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji merupakan agenda rutin tahunan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten OKI dan Kementerian terkait. Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkab OKI sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan bagi calon jemaah.

Ia merinci, jumlah calon jemaah haji Kabupaten OKI tahun ini mencapai 385 orang, terdiri dari 167 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan 218 jemaah mandiri. Seluruh jemaah diharapkan mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh agar memahami setiap tahapan ibadah secara menyeluruh.

“Kami berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan, disiplin mengikuti pembelajaran manasik, serta memahami rangkaian ibadah haji dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan para jemaah dapat meraih predikat haji yang mabrur,” kata Mutawali.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi antara jemaah, petugas, serta pemerintah daerah guna meminimalkan kendala selama proses keberangkatan hingga kepulangan. Edukasi kesehatan, manajemen perjalanan, serta pemahaman kondisi di Tanah Suci menjadi materi utama dalam manasik tahun ini.

Kegiatan pembukaan manasik juga menjadi momentum penguatan kebersamaan antarjemaah. Selain pembekalan teknis ibadah, jemaah didorong membangun sikap saling membantu, menjaga ketertiban, serta mematuhi arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

Pemerintah daerah berharap seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan tertib, aman, dan lancar. Dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga jemaah, tenaga kesehatan, hingga petugas pendamping, dinilai menjadi faktor penting dalam kesuksesan pelaksanaan ibadah.

Baca juga  Manfaat JKN Dirasakan Warga OKI, Akses Cuci Darah Tanpa Biaya Antar Pemkab Raih UHC Awards 2026

Sebagai penutup, penyelenggara menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji di Kabupaten OKI secara berkelanjutan. Transparansi informasi, pembinaan jemaah, serta pelayanan humanis menjadi prinsip utama agar masyarakat memperoleh layanan terbaik dalam menunaikan ibadah haji.

Dengan dimulainya manasik haji terintegrasi ini, diharapkan seluruh calon jemaah Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur, sekaligus membawa semangat kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. (Asep)

Sumber: Diskkominfo.OKI