Beranda OKI Mandira Safari Ramadhan OKI Siang Hari Jadi Sorotan, Strategi Pelayanan Publik Tanpa Ganggu...

Safari Ramadhan OKI Siang Hari Jadi Sorotan, Strategi Pelayanan Publik Tanpa Ganggu Ibadah Warga

67
0
Bupati OKI Muchendi saat berdialog dengan warga Desa Bumi Agung dalam Safari Ramadhan (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.idSafari Ramadhan OKI siang hari menjadi langkah baru Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kekhusyukan ibadah masyarakat. Program ini dilaksanakan setelah salat Zuhur hingga Ashar, sebagai respons atas kebutuhan warga agar aktivitas berbuka puasa dan salat tarawih tetap berjalan optimal bersama keluarga.

Kebijakan ini dinilai sebagai pendekatan adaptif pemerintah daerah dalam mengelola agenda tahunan yang selama ini identik dengan kegiatan malam hari. Dengan pola baru ini, pemerintah tetap hadir di tengah masyarakat tanpa mengganggu waktu ibadah utama di bulan suci Ramadhan.

Dalam perspektif kebijakan publik, perubahan pola Safari Ramadhan ini sejalan dengan prinsip pelayanan prima yang ditekankan pemerintah pusat, yakni pelayanan yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Momentum Ramadhan kerap menjadi periode krusial dalam pelayanan publik, di mana aktivitas masyarakat meningkat, sementara kebutuhan ibadah juga menjadi prioritas. Karena itu, penyesuaian waktu kegiatan seperti yang dilakukan Pemkab OKI dinilai relevan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik berbasis kebutuhan warga.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten OKI, Safari Ramadhan tahun ini dijadwalkan berlangsung di 20 titik desa dan kecamatan. Setiap titik dikunjungi langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam pelaksanaan perdana di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain:

  • Bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim melalui Baznas
  • Bantuan Al-Qur’an untuk masjid
  • Program bedah rumah bagi warga kurang mampu

Selain itu, layanan publik juga dihadirkan langsung melalui program Layanan Terpadu di Desa (Lentera Desa), yang mencakup:

  • Pemeriksaan kesehatan gratis
  • Pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga
Baca juga  Ishak Mekki Sambangi Pemkab Banyuasin, Bahas Penguatan Sinergi Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi, menegaskan bahwa perubahan waktu pelaksanaan ini bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah masyarakat.

“Safari Ramadhan tahun ini tetap bermakna tanpa mengurangi kualitas ibadah masyarakat. Karena itu kami laksanakan siang hari, supaya malamnya warga bisa fokus berbuka dan tarawih bersama keluarga,” ujar Muchendi, Rabu (25/2/2025).

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membawa program, tetapi juga mendengar langsung aspirasi warga,” katanya.

Secara substansi, Safari Ramadhan OKI tidak hanya berfungsi sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi instrumen monitoring langsung terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Pendekatan “jemput bola” melalui Lentera Desa memungkinkan warga mengakses layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor pemerintahan yang jaraknya relatif jauh. Hal ini penting, terutama di wilayah dengan karakter geografis luas seperti OKI.

Di sisi lain, distribusi bantuan sosial yang terintegrasi dalam kegiatan ini juga mempercepat penyaluran program kesejahteraan, sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Kebijakan ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu, baik bagi masyarakat maupun aparatur pemerintah, karena kegiatan tidak lagi menumpuk di waktu malam.

Bupati Muchendi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadhan, sembari memanfaatkan kehadiran pemerintah di desa untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan.

“Di bulan suci ini, mari kita jaga ibadah tetap khusyuk. Pemerintah pun memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berharap partisipasi aktif warga dalam setiap titik Safari Ramadhan, sehingga program yang dijalankan benar-benar tepat guna dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Hingga saat ini, pelaksanaan Safari Ramadhan siang hari di OKI mendapat respons positif dari sebagian masyarakat karena dinilai lebih fleksibel dan tidak mengganggu waktu ibadah. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas program di seluruh titik pelaksanaan.

Baca juga  Sidak Harga Sembako Palembang 2026 Jelang Ramadan, Sekda Pastikan Stok Aman dan Pangan Bebas Zat Berbahaya

Pemkab OKI menegaskan akan terus melakukan penyesuaian berdasarkan masukan masyarakat, guna menjaga keseimbangan antara pelayanan publik, kegiatan sosial, dan nilai-nilai keagamaan.

Langkah ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat berinovasi secara kontekstual, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap norma sosial dan keagamaan.(Asep)