
OKI, cimutnews.co.id – Program listrik gratis OKI 2026 melalui inisiatif Light Up The Dream dan bantuan Rumah Layak Huni membawa perubahan nyata bagi warga prasejahtera. Salah satunya dirasakan Waris (39), buruh harian lepas di Desa Cahya Makmur, Kecamatan Lempuing, yang kini dapat menikmati listrik mandiri sekaligus mendapatkan kepastian perbaikan rumahnya.
Program penyediaan listrik bagi masyarakat prasejahtera merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam meningkatkan rasio elektrifikasi serta pemerataan akses energi di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah pusat melalui PT PLN (Persero) mendorong berbagai inisiatif sosial, termasuk program berbasis aspirasi legislatif, guna menjangkau masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Di sisi lain, program Rumah Layak Huni yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga sejalan dengan agenda nasional pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan lembaga sosial menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), program Light Up The Dream yang dijalankan oleh PT PLN (Persero) UP3 Tugu Mulyo telah menjangkau warga prasejahtera yang sebelumnya belum memiliki akses listrik resmi. Waris menjadi salah satu penerima manfaat sejak Desember 2025.
Selain itu, rumah Waris yang sebelumnya berdinding papan dengan kondisi minim pencahayaan dan fasilitas, kini masuk dalam program Rumah Layak Huni Baznas OKI yang akan segera direhabilitasi.
Kepastian bantuan tersebut disampaikan langsung saat Bupati OKI, Muchendi, bersama Ketua TP PKK OKI, Ike Muchendi, melakukan kunjungan lapangan pada Senin (2/3/2026).
Bupati OKI, Muchendi, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Bantuan listrik gratis dan rumah layak huni ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat hidup lebih baik dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN, Baznas, dan semua pihak yang telah berkolaborasi. Ini langkah konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Waris mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah ada listrik sendiri. Ini sangat membantu, apalagi anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari,” ujarnya.
Secara investigatif, kondisi yang dialami Waris mencerminkan realitas sebagian masyarakat prasejahtera di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan hunian layak. Sebelumnya, Waris harus menumpang aliran listrik dari tetangga, yang tidak hanya tidak nyaman tetapi juga berisiko secara keselamatan.
Masuknya program Light Up The Dream menjadi solusi atas persoalan tersebut, sekaligus menunjukkan efektivitas program berbasis kolaborasi antara PLN dan aspirasi legislatif. Program ini menyasar warga yang belum terjangkau layanan listrik resmi agar dapat menikmati akses energi secara aman dan mandiri.
Sementara itu, intervensi melalui program Rumah Layak Huni menjadi langkah lanjutan untuk memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat secara menyeluruh. Hunian yang layak tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas ekonomi keluarga.
Dalam konteks pembangunan daerah, akses listrik dan hunian layak merupakan fondasi utama. Tanpa keduanya, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat. Oleh karena itu, pendekatan terpadu seperti yang dilakukan di OKI dinilai menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap program serupa dapat terus diperluas agar menjangkau lebih banyak masyarakat prasejahtera. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, lembaga sosial, dan legislatif diharapkan terus diperkuat untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal serta menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Program listrik gratis dan rumah layak huni di OKI menunjukkan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meski demikian, pemerataan program tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui kebijakan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. (Asep)













