
OKI, cimutnews.co.id — Program pelatihan kerja OKI kembali digelar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai langkah menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. Kegiatan ini menyasar Gen Z dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis dan peluang magang ke Jepang.
Pelatihan berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) OKI pada Mei 2026 dengan total 32 peserta. Program ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional, sekaligus menjadi strategi menekan angka pengangguran daerah.
Pelatihan Terarah: Skill Teknis dan Bahasa Jepang
Kombinasi Kompetensi yang Dibutuhkan Pasar Global
Program pelatihan kerja OKI tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas negara. Dua bidang utama yang diajarkan meliputi:
- Otomotif (16 peserta)
- Bahasa Jepang (16 peserta)
Kombinasi ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri di Jepang yang masih membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
Menurut Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menciptakan SDM unggul.
“Kesempatan magang ke Jepang adalah peluang besar. Tapi harus didukung dengan skill yang memadai,” ujarnya.
Dari Seleksi hingga Pelatihan Intensif
Jadwal dan Pelaksanaan
Pelatihan dilaksanakan selama 23 hari, dimulai pada pertengahan Mei 2026 di BLK OKI. Peserta yang terlibat merupakan hasil seleksi dengan mempertimbangkan minat dan kesiapan mengikuti program.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teknis, tetapi juga pembinaan mental kerja, disiplin, dan etos profesional.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menyatakan program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Berdasarkan data dinas, peningkatan skill menjadi faktor utama dalam menekan pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif,” jelasnya.
Dampak Nyata: Peluang Kerja dan Penurunan Pengangguran
Manfaat Langsung bagi Peserta
Program pelatihan kerja OKI memberikan sejumlah dampak nyata, antara lain:
- Membuka akses magang ke Jepang
- Meningkatkan keterampilan kerja berbasis industri
- Membentuk mental kerja disiplin
- Memperluas wawasan global
Selain itu, peserta yang berhasil mengikuti program memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Perbandingan Nasional: Tren Magang Luar Negeri Meningkat
Jepang Jadi Tujuan Favorit
Dalam beberapa tahun terakhir, program magang ke Jepang menjadi tren nasional. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, ribuan tenaga kerja Indonesia setiap tahun diberangkatkan melalui program pemagangan.
Daerah yang aktif mengembangkan BLK dan pelatihan bahasa asing cenderung memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam penempatan tenaga kerja luar negeri.
OKI kini mengikuti pola tersebut dengan mengintegrasikan pelatihan teknis dan bahasa dalam satu program terpadu.
Strategi SDM atau Sekadar Program Seremonial?
Secara jangka pendek, program ini berpotensi meningkatkan kesiapan kerja Gen Z di OKI. Peserta mendapatkan keterampilan konkret yang langsung relevan dengan kebutuhan industri global, terutama Jepang yang dikenal memiliki standar kerja tinggi.
Namun, tantangan ke depan terletak pada keberlanjutan program dan tingkat keberhasilan penempatan kerja. Tanpa pendampingan lanjutan, pelatihan berisiko berhenti hanya pada tahap peningkatan kapasitas tanpa output nyata berupa penyerapan tenaga kerja.
Dalam jangka panjang, program seperti ini bisa menjadi fondasi transformasi SDM daerah. Jika dilakukan konsisten dan berbasis kebutuhan pasar, OKI berpeluang menciptakan tenaga kerja berdaya saing internasional.
Kunci Bukan Hanya Skill, Tapi Akses
Hal yang sering terlewat dalam program pelatihan adalah akses ke pasar kerja. Pelatihan kerja OKI sudah mengarah pada kebutuhan global, namun keberhasilan sebenarnya ditentukan oleh jaringan penempatan kerja dan kemitraan internasional.
Tanpa akses tersebut, skill yang dimiliki peserta berpotensi tidak tersalurkan secara optimal.
Harapan Pemda: Dari Pencari Kerja Jadi SDM Kompetitif
Pemerintah Kabupaten OKI berharap program ini mampu mengubah paradigma generasi muda dari sekadar pencari kerja menjadi tenaga kerja kompetitif yang mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, pengalaman kerja internasional diharapkan dapat dibawa kembali ke daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program pelatihan kerja OKI menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Dengan kombinasi skill teknis dan bahasa, peluang magang ke Jepang terbuka lebar. Namun, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan dan akses nyata ke dunia kerja internasional. (Asep)

















