Beranda Palembang Terungkap, Struktur Baru PAN Sumsel Diresmikan di Tengah Sorotan Basis Dukungan

Terungkap, Struktur Baru PAN Sumsel Diresmikan di Tengah Sorotan Basis Dukungan

4
0
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melantik jajaran DPW dan DPD PAN se-Sumsel di Golden Sriwijaya Palembang, Kamis malam. (foto: timred/CN/)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pelantikan besar-besaran pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sumatera Selatan resmi digelar di Golden Sriwijaya, Palembang, Kamis malam (30/4/2026).

Ketua Umum Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas langsung memimpin prosesi pelantikan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN kabupaten/kota di Sumsel untuk periode 2024–2029.

Namun di balik pelantikan yang berlangsung meriah itu, sejumlah tantangan politik dinilai masih membayangi langkah PAN di Sumatera Selatan.

Lalu, seberapa kuat struktur baru ini mampu menjawab ekspektasi kader hingga masyarakat?

PAN Resmi Susun Kekuatan Baru di Sumsel

Dalam struktur terbaru, DPW PAN Sumsel kini dipimpin Joncik Muhammad sebagai ketua dan M. Alki Ardiansyah sebagai sekretaris.

Sementara untuk tingkat Kota Palembang, Fajar Febriansyah resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD PAN Palembang.

Tak hanya itu, Zulhas juga melantik 16 ketua DPD PAN lainnya dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, mulai dari Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI, hingga OKU Selatan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Herman Deru, Ratu Dewa, serta ratusan kader dan simpatisan PAN dari berbagai daerah.

PAN Klaim Siap Perkuat Mesin Politik

Dalam sambutannya, Zulhas menegaskan pelantikan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai menghadapi agenda politik ke depan.

PAN, kata dia, ingin memperluas basis dukungan masyarakat sekaligus memperkuat struktur hingga tingkat bawah.

“Kader harus turun ke masyarakat dan hadir dalam persoalan rakyat,” ujar Zulhas di hadapan kader PAN Sumsel.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan para kader yang hadir dalam acara pelantikan.

Struktur Lengkap, Tapi Mesin Partai Dinilai Belum Merata

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan PAN di Sumsel tidak hanya soal struktur organisasi.

Baca juga  Palembang Raih Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Terendah 2025 dari Kemendagri

Berdasarkan penelusuran CimutNews.co.id, sejumlah kader di tingkat bawah mengaku konsolidasi internal di beberapa daerah masih belum sepenuhnya aktif pasca-Pemilu lalu.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah simpatisan yang berharap PAN tidak hanya aktif saat momentum politik berlangsung.

“Kalau acara pelantikan memang besar. Tapi masyarakat biasanya melihat kerja nyatanya nanti seperti apa,” ujar seorang warga Palembang yang hadir di sekitar lokasi acara.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pergantian kepengurusan mampu memperkuat kerja politik hingga akar rumput atau hanya sebatas seremonial elite partai?

Harapan Kader dan Warga Mulai Bermunculan

Sejumlah kader muda PAN yang ditemui usai pelantikan mengaku optimistis dengan kepengurusan baru.

Mereka berharap figur-figur baru di tingkat daerah mampu lebih aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, terutama menjelang dinamika politik daerah beberapa tahun ke depan.

Namun sejumlah warga juga berharap PAN lebih fokus pada isu nyata masyarakat seperti lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, hingga pelayanan publik.

“Partai sekarang harus lebih dekat dengan rakyat, jangan cuma ramai saat ada acara politik,” kata seorang warga lainnya.

PAN Hadapi Tantangan Elektoral dan Kepercayaan Publik

Pengamat politik lokal menilai pelantikan serentak ini menjadi langkah strategis PAN menjaga soliditas internal pasca kontestasi politik nasional.

Namun tantangan terbesar partai politik saat ini bukan hanya memperkuat struktur, melainkan menjaga kepercayaan publik yang mulai kritis terhadap kinerja partai.

Apalagi, masyarakat kini lebih mudah menilai apakah partai benar-benar hadir di tengah persoalan rakyat atau sekadar aktif dalam agenda seremonial.

Hingga kini, belum semua daerah memiliki dinamika kaderisasi dan konsolidasi yang merata.

Kondisi itu dinilai bisa menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru PAN Sumsel.

Baca juga  Ampera Tourism Run 2026 Resmi Dibuka, Target 5.000 Pelari Ramaikan HUT ke-1343 Palembang

Pelantikan pengurus baru PAN Sumsel memang menjadi momentum penting bagi konsolidasi partai.

Namun di tengah tingginya ekspektasi publik, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah prosesi pelantikan usai.

Apakah kepengurusan baru ini mampu menghadirkan kerja nyata hingga tingkat bawah, atau justru kembali terjebak dalam rutinitas politik seremonial?

Hingga kini, pertanyaan itu masih menjadi perhatian banyak pihak. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here