
LAHAT, cimutnews.co.id —Program percepatan pembangunan infrastruktur mulai digencarkan Pemerintah Kabupaten Lahat.
Namun di tengah target besar tersebut, kesiapan alat berat milik daerah justru menjadi perhatian.
Kondisi itu terlihat saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Jeffran Azsyapputra, turun langsung melakukan inspeksi ke UPTD Peralatan dan Perbekalan (Alkal) di Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Selasa (5/5/2026).
Langkah inspeksi tersebut disebut sebagai bagian dari agenda prioritas usai dirinya dilantik pada April 2026 lalu.
Fokus Periksa Kesiapan Alat
Dalam peninjauan itu, sejumlah alat berat milik pemerintah daerah diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari excavator, bulldozer, motor grader hingga perlengkapan teknis lain yang selama ini menjadi penunjang proyek pembangunan.
Jeffran menegaskan seluruh alat tersebut merupakan aset strategis daerah yang harus berada dalam kondisi siap pakai.
“Seluruh alat berat ini merupakan aset penting daerah. Karena itu, kita ingin memastikan semuanya berada dalam kondisi prima dan dapat digunakan kapan saja saat dibutuhkan,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan tidak hanya secara administratif, tetapi juga menyasar kondisi teknis peralatan di workshop Alkal.
Janji Percepatan Infrastruktur
Dinas PUPR Lahat menyebut kesiapan alat berat menjadi kunci utama untuk mempercepat berbagai program pembangunan.
Mulai dari perbaikan jalan rusak, pembangunan infrastruktur dasar, penanganan fasilitas umum hingga respons cepat saat terjadi longsor maupun kondisi darurat lainnya.
Jeffran juga menekankan pentingnya disiplin operator serta teknisi dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
Menurutnya, keterlambatan proyek pembangunan kerap dipengaruhi kerusakan alat akibat kurangnya perawatan rutin.
“Peralatan harus dijaga, operator juga harus disiplin. Jika alat terawat dan digunakan sesuai prosedur, maka pekerjaan akan lebih cepat dan efisien,” katanya.
Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan
Meski inspeksi dilakukan dan kesiapan alat mulai diperketat, sejumlah warga mengaku masih menunggu dampak nyata percepatan pembangunan tersebut.
Berdasarkan temuan di lapangan, beberapa ruas jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Lahat masih dikeluhkan masyarakat karena kondisi yang belum sepenuhnya optimal.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan infrastruktur tidak hanya soal pembangunan baru, tetapi juga menyangkut efektivitas pemeliharaan dan kecepatan penanganan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kesiapan alat berat yang kini diperiksa dapat benar-benar mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat?
Dialog dengan Teknisi dan Staf
Dalam kunjungan itu, Jeffran juga berdialog langsung dengan teknisi dan staf workshop Alkal.
Ia meminta pengelolaan aset dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap pembenahan tidak berhenti pada inspeksi internal semata, tetapi benar-benar terlihat melalui percepatan pekerjaan di lapangan.
Sinyal PUPR Lahat Mulai Berbenah
Kunjungan kerja tersebut dinilai menjadi sinyal awal bahwa Dinas PUPR Lahat tengah melakukan pembenahan internal, terutama dalam pengelolaan aset daerah.
Optimalisasi alat berat dianggap penting agar proyek pembangunan tidak terhambat akibat kendala teknis.
Hingga kini, belum semua persoalan infrastruktur di Kabupaten Lahat terselesaikan secara menyeluruh.
Apakah langkah inspeksi ini akan berdampak nyata terhadap percepatan pembangunan, atau justru menjadi rutinitas administratif semata? Waktu yang akan menjawab. (Antoni)

















