Beranda Palembang Terungkap, Bhakti Sosial Polisi Sentuh Panti Disabilitas di Palembang

Terungkap, Bhakti Sosial Polisi Sentuh Panti Disabilitas di Palembang

6
0
Personel Dit Intelkam Polda Sumsel menyerahkan bantuan sosial di Sentra Budi Perkasa Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Kegiatan bhakti sosial kembali digelar jajaran kepolisian di Sumatera Selatan.

Direktorat Intelkam Polda Sumsel mendatangi Sentra Budi Perkasa Palembang untuk menyerahkan bantuan sosial kepada warga binaan penyandang disabilitas sosial. Namun di balik kegiatan itu, kondisi kehidupan kelompok rentan di lembaga sosial masih memunculkan perhatian publik.

Lalu, apakah bantuan sosial seperti ini sudah cukup menjawab kebutuhan mereka sehari-hari?

Kegiatan berlangsung pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Jalan Sosial, Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Bhakti Kepolisian tersebut dipimpin langsung oleh Kompol Andi Kusuma Jaya bersama personel Subdit V Dit Intelkam Polda Sumsel.

Dalam kegiatan itu, bantuan sembako diserahkan kepada pihak lembaga dan diterima langsung oleh Wahyu Hendro Darmanto.

Polda Sumsel menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan institusi agar personel kepolisian terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial dan kemanusiaan.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi doa bersama untuk kesehatan, keberkahan, dan kelancaran tugas aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di Sumatera Selatan.

Direktorat Intelkam Polda Sumsel menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga sisi sosial dan kemanusiaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kebutuhan lembaga sosial yang menangani penyandang disabilitas sosial masih cukup besar.

Berdasarkan temuan di lapangan, lembaga sosial seperti Sentra Budi Perkasa selama ini menjadi tempat bergantung bagi warga binaan yang membutuhkan pendampingan, perhatian, hingga kebutuhan dasar sehari-hari.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pengelola lembaga sosial yang kerap menghadapi keterbatasan bantuan operasional dan kebutuhan logistik jangka panjang.

Sejumlah warga sekitar mengaku kegiatan sosial seperti ini memang membantu, terutama bagi penghuni panti yang membutuhkan perhatian lebih. Namun mereka berharap bantuan tidak hanya bersifat seremonial atau datang pada momen tertentu saja.

Baca juga  Golkar Sumsel Peringati HUT ke-61 dengan Doa Bersama, Tanpa Hiruk Pikuk Politik

“Kalau bisa berkelanjutan, bukan sekali datang lalu selesai,” ujar seorang warga di sekitar Sukabangun.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan perhatian terhadap kelompok rentan di Sumatera Selatan.

Sebab, kebutuhan penghuni lembaga sosial tidak hanya soal sembako, tetapi juga pendampingan, fasilitas kesehatan, hingga dukungan psikologis yang membutuhkan perhatian rutin.

Diduga, keterbatasan dukungan dari berbagai pihak membuat sejumlah lembaga sosial masih harus berjuang memenuhi kebutuhan penghuni setiap harinya.

Meski demikian, langkah Direktorat Intelkam Polda Sumsel ini dinilai menjadi bagian dari upaya membangun pendekatan humanis kepada masyarakat.

Kegiatan sosial yang menyasar kelompok rentan juga dianggap penting untuk memperkuat hubungan emosional antara institusi kepolisian dan warga.

Hingga kini, belum semua persoalan kelompok rentan di lembaga sosial mendapat perhatian maksimal.

Apakah kegiatan sosial seperti ini nantinya akan berkembang menjadi dukungan berkelanjutan, atau hanya berhenti sebagai agenda sesaat? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here